Thursday, June 8, 2023
RESMI! Lionel Messi Gabung Inter Miami
berita bola - Inter Miami telah mengonfirmasi perekrutan Lionel Messi dalam transfer yang mengguncang dunia sepakbola!
Messi resmi ke Inter Miami
Video pengumuman sindir ketertarikan dari rival
Messi awalnya ingin pulang ke Barca
APA YANG TERJADI?
Klub MLS Inter Miami keluar sebagai pemenang perlombaan merekrut Lionel Messi secara gratis setelah La Pulga meninggalkan Paris Saint-Germain di akhir kontraknya. Mereka mengumumkan transfer Messi di media sosial dengan video 32 detik yang mengungkit-ungkit ketertarikan Barcelona dan Al-Hilal – dua klub yang telah Miami kalahkan dalam saga transfer ini.
Kedatangan Messi menjadi transfer yang mengguncang dunia MLS, dengan dirinya dan rival bebuyutannya, Cristiano Ronaldo, resmi meninggalkan sepakbola Eropa. Messki mengaku "ingin" kembali ke Barcelona tetapi situasi finansial mencegah terwujudnya reuni di Catalunya.
KATA MESSI:
Messi mengonfirmasi kepindahannya via wawancara bersama Mundo Deportivo, dengan berkata: "Saya memutuskan akan hijrah ke Miami. Saya belum 100 persen menyelesaikannya. Masih ada yang belum dilakukan tetapi kami memutuskan untuk melanjutkan langkah ini."
"Kalau cuma soal uang, saya tentu akan lebih memilih Arab [Saudi] atau ke tempat lain. Buat saya itu uang yang banyak sekali. Tapi kenyataannya keputusan akhir saya adalah berlabuh di tempat lain, dan alasannya bukan karena uang."
APA SELANJUTNYA UNTUK MESSI?
Ia bisa bermain untuk Inter Miami mulai bulan depan, ketika mereka mengikuti Leagues Cup melawan klub Meksiko, Cruz Azul, pada 21 Juli 2023.
Wednesday, June 7, 2023
Sepuluh Tahun Karir Neymar Di Eropa: Kesuksesan Sekaligus Kekecewaan
berita bola - Pada awal Juni 2013 Neymar tiba di Barcelona untuk mewujudkan impian besar: berparade di lapangan Eropa dengan mengenakan seragam biru dan merah, yang dalam beberapa dekade sebelumnya telah membuat deretan pemain Brasil menjadi bintang dunia. Di saat orang masih bertanya-tanya siapa yang terbaik di dunia antara Messi dan Cristiano Ronaldo, di tahun 2013 disebut ada penerus mereka sebagai bintang sepakbola terbesar. Dia adalah anak muda berbakat yang baru saja menjadi nomor 10 tim nasional Brasil.
Sepuluh tahun kemudian, skenario ternyata berbeda dari perkiraan. Sejarah Neymar di Benua Biru dibagi antara Barcelona dan PSG. Jika film dokumenter 'Neymar: the Perfect Chaos' (Netflix) menampilkan sang bintang yang menyamar sebagai pahlawan Batman dan Joker yang jahat, jersi Catalan melambangkan sebagian besar kesuksesannya, sedangkan seragam PSG lebih dikaitkan dengan kekecewaan. Semuanya meninggalkan perasaan mantan bintang Santos itu sebetulnya bisa mencapai ketinggian yang lebih dibandingkan yang dia peroleh sejauh ini.
Kesuksesan di Barcelona
Neymar yang diperkenalkan Barcelona telah berjanji akan membantu Messi untuk terus menjadi yang terbaik di dunia. Tidak butuh waktu lama baginya untuk membawa jawaban itu ke lapangan. Kerja sama dengan bintang Argentina tersebut tercipta alami, mudah, dan menciptakan ikatan persahabatan yang masih bertahan sampai sekarang. Dengan kedatangan Luis Suarez pada tahun 2014, trio penyerang MSN tercatat dalam sejarah sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Pemain Brasil itu bermain untuk Barcelona hingga 2017, dan dianggap sebagai idola. Memang, terlepas dari 105 gol dan 59 assist-nya, dia telah membantu klub memenangkan setiap gelar, yang mungkin daftarnya cukup panjang, termasuk Liga Champions 2014/15 (dengan gol di fase knockout dan di final menang melawan Juventus), dua LaLiga, tiga Copa del Rey, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Di bawah bayang-bayang Messi
Namun kepergiannya ke PSG sebelum dimulainya musim 2017/18 mendatangkan kesedihan bagi pengidola bintang Barcelona ini. Klub Catalan itu tidak ingin menjual sang pemain, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika uang dari Qatar melebihi klausul pelepasan yang ditetapkan. Jika ada yang bisa menolak, itu adalah Neymar. Tetapi pada saat itu, sang striker ingin menjadi protagonis hebat dari sebuah tim. Comeback bersejarah Barca atas PSG beberapa bulan sebelumnya di babak gugur Liga Champions, telah membuktikan kepadanya hal itu tidak mungkin terjadi di Camp Nou. Wilayah ini hanya tercerahkan oleh Messi, dan pemain Brasil itu ingin 'keluar dari bayang-bayang superstar Argentina'.
Gagal menjadi raja Parc des Princes
Sebagai bagian dari target Neymar, PSG memang terlihat sebagai pilihan terbaik. Di Kota Cahaya Paris tidak akan ada bayangan baginya, dan seluruh proyek yang dibiayai oleh Qatar akan dibentuk berdasarkan bakatnya. Tujuannya sama: memenangkan Liga Champions, sebuah impian besar Paris Saint-Germain. Jika Neymar berhasil, dia akan menjadi kandidat untuk gelar pemain terbaik di dunia. Namun karir pemain Brasil, yang sebelumnya memiliki masa-masa indah, justru lebih diwarnai dengan kekecewaan dan kontroversi.
Dalam beberapa bulan pertamanya, Neymar berselisih secara kanak-kanakan dengan Edinson Cavani, yang merupakan tolok ukur tim sebelum kedatangannya, untuk menunjukkan dialah yang mengambil penalti untuk tim. Kemudian cedera mulai menyerang, dan mencegahnya untuk mengambil bagian dalam fase gugur penting di Liga Champions. Kehidupan pribadinya juga menjadi sorotan, terutama setelah ia menyerang suporter Rennes menyusul kekalahan di Coupe de France pada 2019. Lebih buruk lagi, dengan terang-terangan mencoba kembali ke Barcelona setelah tahun keduanya di Prancis. Tak pelak, Neymar menjadi incaran hinaan dari suporter PSG. Tiba saatnya mereka mulai meragukan perannya dalam tim.
Tak sesuai harapan
Hawa segar sempat menghampiri Neymar di PSG yang bisa menjadi momen terbesarnya pada 2019/20, ketika dia hampir berhasil membawa klub meraih gelar Liga Champions yang telah lama diimpikan. Namun PSG kalah di final melawan Bayern Munich, dalam pertandingan yang dimainkan dalam stadion tertutup akibat pandemi COVID-19.
Sejak itu, Neymar tampaknya telah kalah dalam pertempuran internal dengan timnya: protagonis tim sekarang tidak diragukan lagi adalah Mbappe (yang juga pernah berselisih dengan Ney). Bayangan Messi tidak lagi mengganggunya, dan mereka bermain selama dua musim bersama di Parc des Princes. Liga Champions tetap menjadi tujuan yang harus dicapai, dan cedera terus-menerus tetap menjadi siksaan utama bagi Neymar sejak kedatangannya di Prancis, sehingga membuatnya kehilangan sejumlah pertandingan menentukan di kompetisi Eropa.
Setelah sepuluh tahun di Eropa, Neymar gagal menjadi pewaris takhta Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Di usia 31 tahun, statusnya sebagai pemilik nama besar di tim Brasil terancam dengan kebangkitan Vinicius Junior. Neymar meraih gelar, memiliki beberapa momen yang luar biasa, terutama di Barcelona, tetapi kontroversi, cedera, dan kegagalan PSG dalam satu-satunya misi yang mungkin menunjukkan harapan tidak terpenuhi. Baik Batman maupun Joker, pahlawan dan penjahat, sepuluh tahun Neymar di Eropa juga ditandai dengan ekstrem: kesuksesan dan kekecewaan.
Capaian Neymar di Eropa
Juara bersama Barcelona: Piala Super Spanyol, LaLiga (2), Copa del Rey (3), Liga Champions, Piala Dunia Antarklub.
Juara bersama PSG: Ligue 1 (5), Piala Prancis (3), Piala Liga (2), Piala Super Prancis (3).
Torehan individu
105 gol dan 59 assist dalam 186 pertandingan Barcelona.
118 gol dan 70 assist dalam 173 pertandingan PSG.
Total 223 gol dan 129 assist dalam 359 pertandingan.
Tuesday, June 6, 2023
Lionel Messi, Karim Benzema & Tujuh Pemain Yang Bakal Susul Cristiano Ronaldo Main Di Arab Saudi
berita bola - Bursa transfer musim panas dibuka, dengan Lionel Messi mungkin akan mengikuti langkah Karim Benzema yang sepakat pindah ke Arab Saudi.
Pemenang Ballon d'Or tujuh kali, Messi - setelah dua tahun di Prancis - bersiap untuk meninggalkan Paris Saint-Germain secara gratis. Real Madrid, sementara itu, dipastikan kehilangan striker produktif Benzema - yang mendapatkan Bola Emasnya pada 2022 - setelah bermain selama 14 tahun di Santiago Bernabeu.
Keduanya menjadi subjek bahasan mengenai kemungkinan pindah ke Timur Tengah belakangan ini, namun sebenarnya bukan cuma mereka yang dilaporkan tertarik untuk menyusul Cristiano Ronaldo di Liga Pro Saudi.
Lionel Messi
Pemain Argentina yang lincah itu sudah lama tahu bahwa dia akan mengucapkan selamat tinggal kepada PSG di akhir kontraknya.
Dia akan pergi sebagai pemenang gelar Ligue 1 dua kali, tetapi tugasnya di Prancis tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana – dengan pendukung yang tidak puas berbalik mengecamnya.
Kepulangannya secara emosional ke Barcelona menjadi topik panas, selain dengan rumor kepindahan ke MLS, tetapi Messi dikatakan memiliki tawaran dari Al-Hilal yang akan menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di planet ini.
Karim Benzema
Setelah mencetak 354 gol untuk Real Madrid – memenangkan empat gelar La Liga dan lima mahkota Liga Champions – Benzema telah mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Bernabeu musim panas ini.
Dia mungkin berusia 35 tahun, tetapi mantan pemain internasional Prancis itu masih tahu caranya mencetak gol dan telah sepakat menerima tawaran bergabung dengan Al-Ittihad.
Sergio Ramos
Satu lagi dari mereka bersiap untuk memutuskan hubungan dengan PSG setelah kontraknya habis.
Ikon Real Madrid, Ramos mengikuti mantan rivalnya di Barcelona, Messi ke Parc des Princes pada musim panas 2021. Cedera menghambat kemajuan awalnya di Prancis, tetapi bek tengah berusia 37 tahun itu tetap menjadi pemain yang berkelas di eranya. Pengalamannya yang luas akan sangat menarik bagi klub-klub di seluruh dunia.
Alexis Sanchez
Penyerang Cile, Alexis telah menghidupkan kembali kariernya setelah masa-masa suram di Manchester United dan Inter Milan.
Dia berkembang pesat di Prancis bersama Marseille, mencetak 18 gol dalam 44 penampilan di musim 2022/23. Pada usia 34 tahun, dia mungkin tergoda untuk mendapatkan satu kontrak lagi yang menguntungkan di Timur Tengah sebelum gantung sepatu.
Sergio Busquets
Memenangkan Piala Dunia bersama Ramos pada tahun 2010 dan telah menghabiskan seluruh kariernya hingga saat ini di Barcelona. Salah satu gelandang bertahan terhebat yang pernah ada, Busquets – seperti Andres Iniesta dan Xavi sebelumnya – telah memutuskan untuk mencari pengalaman baru di luar Camp Nou sebelum pensiun.
Dia digosipkan akan pindah ke Amerika Serikat, namun bisa saja tergiur untuk menjajal pengalaman di Arab Saudi.
Jordi Alba
Barcelona telah menyetujui pemutusan awal kontrak Alba - yang akan berjalan hingga 2024 - yang berarti bahwa ia bebas untuk mencari klub lain jika ada kesempatan yang tepat.
Bek kiri lincah itu bisa bereuni dengan Messi, yang sebelumnya sama-sama menikmati era kejayaan di Catalunya, jika merespons minat dari Al-Hilal.
Pierre-Emerick Aubameyang
Striker Gabon itu mengalami masa sulit di Chelsea pada 2022/23, dengan striker berusia 33 tahun itu tidak disukai saat bekerja di bawah Thomas Tuchel, Graham Potter, dan Frank Lampard.
Aubameyang adalah striker tajam yang sudah terbukti, setelah sebelumnya menjadi bintang di Arsenal, dan diperkirakan akan dilepas pada musim panas ini karena Chelsea ingin mendatangkan No.9 yang produktif.
N’Golo Kante
Pemenang Piala Dunia lainnya yang menarik perhatian dari Timur Tengah, dengan pemain internasional Prancis, Kante akan melihat kontraknya segera habis.
Dia sedang bersiap untuk mengakhiri tugas tujuh tahun di Chelsea, dengan masalah kebugaran yang menahan perkembangannya akhir-akhir ini. Jika dia dapat menghindari cedera, maka pemain pekerja keras berusia 32 tahun itu masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada salah satu dari banyak peminatnya.
Iago Aspas
Penyerang berusia 35 tahun yang awet muda itu mungkin gagal memenuhi ekspektasi di Liverpool pada 2013/14, tetapi dia adalah legenda klub di Celta Vigo.
Aspas telah mencetak 146 gol untuk tim La Liga dalam delapan musim terakhir, menjadi pemain internasional senior bersama Spanyol, dan dia bisa dipersatukan kembali dengan mantan superstar Real Madrid Ronaldo di Arab Saudi jika kesepakatan tercapai - yang akan membawanya pergi dari dua tahun terakhir kontraknya di Balaidos.
Monday, June 5, 2023
Napoli Akhirnya Ikhlaskan Kepergian Bek Tangguh Kim Min-jae Ke Manchester United
berita bola - Napoli tak akan lagi memagari Kim Min-jae, yang semakin dekat ke pintu Manchester United.
Napoli ikhlas Kim hengkang
Man Utd jadi destinasi potensial
Keduanya sudah dalam tahap negosiasi lanjutan
APA YANG TERJADI? Napoli dikabarkan pasrah melihat aset berharganya, bek tangguh Kim Min-jae, meninggalkan Naples untuk bergabung dengan juara Piala Liga Inggris Manchester United.
The Red Devils sejauh ini telah melakukan serangkaian pembicaraan dengan perwakilan Kim. Menurut laporan yang berkembang, pihak Setan Merah tidak keberatan menebus klausul pelepasan pemain internasional Korea Selatan itu.
GAMBARAN BESAR: La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa direksi Napoli sekarang sudah legawa untuk membiarkan salah satu pemain kuncinya dibajak klub asuhan Erik ten Hag tersebut di musim panas ini. Man United telah menggelar negosiasi dengan Kim sejak sebulan terakhir dan kini kedua pihak sudah hampir deal.
APA SELANJUTNYA? Untuk memiliki Kim secara penuh, Man United harus merogoh kocek €60 juta dan klausul tersebut baru belaku pada pekan kedua Juli. Perekrutan Kim diproyeksikan untuk menutupi kekosangan lini defens seiring tim hendak melepas nama-nama seperti Harry Maguire dan Phil Jones.
Sunday, June 4, 2023
Penerbangan Yang Tidak Disanksi, Paceklik Gol Yang Mengecewakan & Delapan Alasan Mengapa Semuanya Berjalan Tidak Sesuai Harapan Bagi Lionel Messi Di Paris Saint-Germain
berita bola - Setelah dua musim yang cukup terlupakan, Messi akan meninggalkan Parc des Princes dalam beberapa pekan mendatang - jadi mengapa itu tidak berhasil?
Pada Kamis (1/6), manajer Paris Saint-Germain Christophe Galtier mengumumkan apa yang telah diketahui oleh seluruh dunia: Lionel Messi tidak akan bermain untuk sang juara Ligue 1 pada musim depan.
Pernyataan Galtier tidaklah mengejutkan untuk seorang pemain yang telah menjadi pusat perhatian selama beberapa bulan. Ia mengakui bahwa Messi adalah pemain terhebat sepanjang masa, dan meminta para fans PSG yang kesal untuk memberinya "sambutan hangat" di Parc des Princes pada Minggu (4/6) dini hari WIB - sesuatu yang tidak diragukan lagi akan sulit mereka lakukan.
Dan begitulah. Sang pemain, yang didatangkan dengan gegap gempita dua tahun lalu, hanya lima bulan setelah mengangkat Piala Dunia dan masih menjadi favorit untuk memenangkan Ballon d'Or, mendapat dua kalimat yang tidak menarik dari manajernya. Pernyataan Galtier merangkum karier Messi di PSG dengan sempurna.
Untuk semua kecemerlangannya, Messi tidak pernah benar-benar tampil mengesankan di PSG dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan untuk Barcelona. Dalam beberapa hal, itu tidaklah mengejutkan. Ia berusia pertengahan tiga puluhan, dan tidak pernah ingin meninggalkan klub masa kecilnya. Namun, ini lebih kompleks dari itu. Jadi, di mana letak kesalahan sang GOAT di PSG?
Paceklik gol di awal musim
Siapa yang menyangka Messi memiliki ekspektasi yang harus dipenuhi? Bagian dari tantangan Messi untuk menjadi yang terhebat sepanjang masa adalah bahwa hal itu perlu dibuktikan setiap tahun. Troll di Twitter, ternyata, membutuhkan amunisi untuk perang internet harian mereka.
Namun, para pejuang itu tidak memiliki materi yang kuat selama beberapa bulan pertama pemain asal Argentina itu di Paris. Ia tidak benar-benar buruk, tapi tujuh gol dan empat assist dalam empat bulan pertamanya di ibu kota Prancis merupakan sebuah kekecewaan menurut standarnya sendiri.
Baik atau tidaknya sebuah penampilan tidak dapat dinilai dari statistik semata, dan Messi memiliki banyak momen kelas dunia - tidak terkecuali gol yang tak terlupakan saat menghadapi Man City di Liga Champion. Namun, konsistensi yang menjadi ciri khasnya telah hilang sejak awal dan dapat dikatakan tidak pernah kembali.
Tidak ada yang melacak kembali
Taktik akan selalu menjadi masalah di Paris. Menempatkan Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar dalam satu tim sepertinya merupakan sebuah resep untuk menyerang. Namun, di era tekanan tinggi dan para penyerang yang bekerja keras, ketiganya akan selalu kesulitan untuk menguasai bola.
Dan, hal itu terbukti. PSG langsung bermain dengan delapan pemain setiap kali mereka tidak menguasai bola. Hal itu tidak masalah di Ligue 1, ketika Parisians memang lebih baik dari tim-tim lain. Tapi di Liga Champions, itu adalah bencana.
Tentu saja tidak membantu, bahwa banyak kesalahan yang ditimpakan kepada pemain baru Messi oleh para ultras PSG yang tak henti-hentinya. Messi merupakan penyebab sekaligus kambing hitam atas buruknya lini pertahanan PSG, dan tingkat tanggung jawabnya masih dapat diperdebatkan. Tetap saja, pemain asal Argentina itu tidak berlari - sebuah titik kritik yang mudah bagi para skeptis Paris.
Jeda pasca Piala Dunia
Maju cepat ke Januari 2023, dan segala sesuatunya terasa berbeda di Parc des Princes. Messi telah meraih satu trofi yang menghindari dirinya selama 20 tahun, mengangkat Piala Dunia untuk Argentina di Qatar. Pemain asal Argentina itu mengambil cuti selama hampir dua pekan untuk merayakannya. Sementara itu, Mbappe, setelah kalah dari Messi di final, kembali berlatih bersama PSG tanpa istirahat.
Perbandingan akan selalu terjadi. Di sini ada seorang pemain bintang, yang sedang menikmati pencapaian terbesar dalam kariernya, berbaring di sebuah pantai di belahan dunia lain. Sementara itu, anak lokal sudah kembali bekerja. Tentu saja, Mbappe menghabiskan Januari sebagai pahlawan bagi PSG, sementara Messi hampir tidak terlihat.
Dan, hal itu terus berlanjut sejak saat itu. Messi seperti berjalan-jalan di Ligue 1, pikirannya masih berada di Doha atau terpaku pada Catalunya. Angka-angkanya cukup baik, dengan 12 gol sejak kepulangannya. Tetap saja, hal itu tidak cukup untuk menghentikan cemoohan dari para pendukung PSG, sedangkan Galtier telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menghindari pertanyaan mengenai kurangnya usaha yang ia lakukan.
Mungkin Messi tidak peduli setelah ia mengangkat Piala Dunia, dan siapa yang dapat menyalahkannya? Namun, ia tidak membantu dirinya sendiri dalam hal menenangkan para penggemar yang gusar.
'Perjalanan'
Dari satu negara ke negara lain! Beberapa mata terangkat ketika Messi setuju untuk menjadi duta pariwisata buat Arab Saudi setahun yang lalu, sebuah komitmen yang membuatnya mendapatkan €30 juta (£26 juta/$33 juta).
Dan untuk pujiannya, Messi telah menunjukkan dukungan yang tak tergoyahkan untuk tujuan ini, sesuatu yang ia buktikan sebulan yang lalu ketika dia melakukan perjalanan tanpa ijin ke Timur Tengah untuk memenuhi persyaratan kesepakatannya.
Pemain asal Argentina itu terkenal mengabaikan perintah klub, melewatkan latihan setelah kekalahan memalukan dari Lorient dan pergi ke Arab Saudi untuk melakukan perjalanan singkat. Ia mendapatkan skorsing atas masalahnya.
Messi, pada bagiannya, berargumen bahwa ia telah menunda perjalanannya, dan semuanya disebabkan oleh gangguan komunikasi dengan klub. Bagi para penggemar, hal itu ditafsirkan sebagai tindakan seorang pemain yang tidak lagi peduli.
Keruntuhan di Eropa
Ada masalah yang lebih luas yang terjadi pada PSG secara umum di sini. Parisians, dengan segala talenta yang mereka miliki, tidak dapat menang di pentas Eropa. Dan, hal itu tidak sepenuhnya merupakan kesalahan Messi. Dalam dua tahun, pemain asal Argentina itu berada di Paris, klubnya dikalahkan Karim Benzema yang merajalela dan dikalahkan Bayern Munich yang memiliki kekuatan yang lebih seimbang.
Pemain asal Argentina itu tiba di Paris dengan tujuan, jika bukan harapan, untuk meraih kesuksesan di Eropa. PSG seharusnya memenangkan Ligue 1 setiap tahun - mereka akan melakukannya dengan atau tanpa Messi. Tetap saja, Messi telah menjadi target, dan mungkin hal itu agak tidak adil.
Kesalahan pertahanan dari pemain-pemain seperti Marquinhos dan Marco Verratti telah merugikan PSG saat menghadapi Bayern Munich. Tendangan keras Gianluigi Donnarruma membuat Parisians kehilangan keunggulan atas Real Madrid. Tetap saja, Messi datang ke Parc des Princes dengan sebuah tanggung jawab tak tertulis, yang tidak dapat ia penuhi.
Waktu ayah
Messi sudah semakin tua. Ia berusia 34 tahun saat PSG merekrutnya, dan telah membutuhkan perlindungan dari Barcelona selama beberapa tahun sebelum dia pindah ke Prancis. PSG tahu bahwa mereka mendapatkan seorang pemain yang tidak dapat berlari tanpa henti selama 90 menit. Mereka juga mungkin tahu bahwa mereka akan mewarisi versi Messi yang mungkin akan mengalami satu atau dua cedera, seorang legenda olahraga yang otot-ototnya dapat mulai merasakan keausan akibat penuaan.
Dan, meskipun dia belum pernah mengalami cedera atau tidak dapat bergerak, dampak dari usia telah mempengaruhi pemain asal Argentina itu. Ia telah melewatkan beberapa pertandingan tahun ini dan tahun lalu karena masalah betis. Sementara itu, kurangnya berlari juga dapat dikaitkan dengan kebutuhan sederhana untuk melindungi pemain yang tidak dapat berlari sepanjang pertandingan setiap pekan. Messi sudah semakin tua. PSG, dan para penggemar mereka, tidak pernah benar-benar menerima kenyataan itu.
Kurangnya koneksi
Semua orang masih ingat air mata itu. Konferensi pers yang hampir tidak dapat dilalui Messi ketika dia secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan kariernya di Barcelona. Seorang pemain yang dipaksa keluar, dijauhkan dari klub masa kecilnya karena salah urus keuangan. Messi tidak ingin pergi.
Itu adalah sesuatu yang ditakdirkan untuk diperjuangkan klub berikutnya. Barcelona adalah rumah yang diadopsi Messi, sebuah kota yang masih sangat terhubung dengannya. PSG, sebagus apa pun itu, dan seramah apa pun para fansnya, tidak akan pernah mengisi kekosongan itu. Dan, itu sulit untuk dihadapi.
Messi adalah seorang pemain sepakbola profesional, dibayar dengan banyak uang, yang diharapkan untuk bermain tanpa keluhan. Ia tidak dapat dimaafkan jika terlihat kurang berusaha. Namun, ketika masalah yang tak terelakkan datang, jelas sulit bagi pemain asal Argentina itu untuk benar-benar berdedikasi untuk memperbaikinya.
Keterbatasan manajerial
Perjuangan manajerial PSG terdokumentasi dengan baik pada saat ini. Pada dasarnya, ini adalah pekerjaan yang mustahil, sesuatu yang telah dibuktikan oleh Parisians dengan mempekerjakan sejumlah pelatih yang sangat bagus dan melihat mereka gagal. Masalah taktis bagi setiap manajer dalam beberapa tahun terakhir adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara para bintang lini serang dan yang lainnya. Tidak ada solusi yang jelas.
Namun, dua pelatih Messi di Paris telah gagal secara spektakuler. Mauricio Pochettino memenangkan Ligue 1, namun tidak pernah mendapatkan yang terbaik dari Messi. Galtier, sementara itu, datang dengan masalahnya sendiri. Namun mungkin yang paling mengkhawatirkan, ia telah membuat PSG menjadi lemah di lini belakang, sebuah tim yang tidak memiliki kekuatan di area yang seharusnya menjadi area terkuatnya.
Bagaimanapun juga, Messi tidak pernah benar-benar bekerja di bawah asuhan seorang pelatih yang berhasil di Paris.
Saturday, June 3, 2023
Alexis Mac Allister: Laga Uji Coba Di Indonesia Penting!
berita bola - Mac Allister menyebut kalender FIFA ini sangat bagus untuk mempersiapkan tim menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026.
Gelandang Brighton, Alexis Mac Allister, menilai pertandingan uji coba Argentina di Asia pada pertengahan bulan ini sangat penting sebagai persiapan tim Tango menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol.
Argentina dijadwalkan menghadapi Australia di Tiongkok pada 15 Juni, dan empat hari kemudian datang ke Jakarta untuk menerima tantangan Indonesia. Nama Mac Allister masuk ke dalam daftar pemain yang diboyong untuk dua pertandingan tersebut.
Mac Allister menyambut positif dua laga uji coba ini. Sebab, Argentina sedang mempersiapkan diri menjalani dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 pada September mendatang. Apalagi selepas kalender FIFA bulan ini, tidak ada lagi pertandingan internasiona hingga laga kualifikasil.
Berdasarkan rilis Conmebol terkait jadwal pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung , Argentina terlebih dahulu menjamu Ekuador, dan selanjutnya bertandang ke markas Bolivia.
“Saya pikir [pertandingan] kalender FIFA ini akan menjadi sangat penting untuk melihat tim, dan menyesuaikan detail,” ujar pemain yang sedang diburu Liverpool ini kepada Infobae.
“Mudah-mudahan saat kualifikasi (Piala Dunia) tim Argentina menjadi baik. Saya merasa ada hubungan yang baik di antara pemain, ada getaran yang baik, dan itu sangat membantu kami.”
Mac Allister juga menjadi salah satu sosok yang turut membantu Argentina meraih gelar juara dunia 2022 di Qatar di bawah asuhan Lionel Scaloni. Menurut Mac Allister, staf pelatih di tim nasional telah membuat dirinya makin berkembang.
“Mereka memiliki kebijakan besar, yaitu manajemen tim. Mereka berhasil membentuk tim, dan mencapai hubungan yang sangat kuat dengan para pemain,” ucap Mac Allister.
“Itu adalah langkah besar pertama. Kemudian jelas di lapangan mereka banyak membantu kami, mereka sangat sadar ada tim hebat, pemain hebat, dan kami mempunyai yang terbaik di dunia.”
“Jadi saya pikir ini lebih tentang memberikan kebebasan. Ketika Anda memiliki pemain berkualitas dan pemain seperti Lionel Messi, segalanya menjadi lebih mudah.”
Thursday, June 1, 2023
Lionel Messi Akan Tinggalkan Paris Saint-Germain, Dikonfirmasi Christophe Galtier
berita bola - Bos PSG Christophe Galtier mengkonfirmasi bahwa Lionel Messi akan meninggalkan klub saat kontraknya berakhir pada pengujung musim.
Messi akan meninggalkan juara Ligue 1
Pemain asal Argentina itu mendapat tawaran dari Arab Saudi
Kontrak berakhir pada pengujung Juni
APA YANG TERJADI? Christophe Galtier mengkonfirmasi, Lionel Messi akan meninggalkan PSG saat kontraknya berakhir di tengah tawaran menarik dari Arab Saudi yang akan membuatnya berhadapan lagi dengan Cristiano Ronaldo. Barcelona juga telah dikaitkan dengan potensi kepindahan Messi, tapi kesepakatan itu tampaknya sudah mati, sementara Liga Primer Inggris juga disebut-sebut sebagai tujuan yang mengejutkan.
APA YANG DIKATAKAN: Galtier mengatakan tentang kepergian Messi: "Saya memiliki hak istimewa untuk melatih pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Itu akan menjadi pertandingan terakhir Leo di Parc des Princes lawan Clermont [pada 3 Juni]."
GAMBARAN LEBIH BESAR: Messi sedang dalam performa apik musim ini, menyumbangkan 16 gol dan 16 assist di Ligue 1, tapi dia sekarang siap untuk menghadapi tantangan baru. Tujuan yang paling mungkin bagi sang pemenang Piala Dunia itu tampaknya adalah Arab Saudi, saat ia melakukan perjalanan tanpa ijin ke negara itu di awal musim ini, dan kemudian dibekukan klubnya. Selain itu, presiden FA Arab Saudi telah mengonfirmasi ketertarikan negara tersebut.
DAN APA LAGI: Messi muncul dalam kampanye promosi PSG untuk seragam kandang 2023/24 mereka, yang mengarah pada dugaan bahwa dia akan tetap bertahan. Namun, gagasan itu telah dipatahkan dengan komentar Galtier, dengan masa tinggal dua tahun pemenang Piala Dunia di Prancis itu akan segera berakhir.
APA SELANJUTNYA? PSG akan mengakhiri musim Ligue 1 mereka dengan menghadapi Clermont Foot, memberikan para penggemar kesempatan untuk melihat Messi beraksi lagi. Pemain asal Argentina itu belum membuat pengumuman apa pun mengenai masa depannya, dengan pemain berusia 35 tahun itu kemungkinan akan mengambil waktu selama musim panas untuk mempertimbangkan pilihannya sebelum pengumuman besar.
Subscribe to:
Posts (Atom)






