Thursday, September 30, 2021

Cristiano Ronaldo Balaskan Dendam Manchester United Atas Villarreal Di Menit Berdarah


 berita bola - United come back di menit akhir berkat gol dari Alex Telles dan Ronaldo

Manchester United membalasakan luka hati kekalahan final Liga Europa kontra Villarreal dengan menekuk mereka 2-1 di ajang Liga Champions, Kamis (30/9) dini hari WIB.

Arnaut Danjuma lolos kawalan dan menerima umpang Etienne Capoue di sisi kiri, namun tak bisa memanfaatkan peluang apik itu dengan matang karena tembakannya tepat mengarah ke David de Gea pada menit ketujuh.

Tiga menit berselang ia kembali mendapatkan kesempatan saat mengecoh Diogo Dalot dan mendapatkan ruang menembak, namun kali ini kredit perlu diberikan kepada penyelamatan De Gea yang masih sempat menyentuh bola untuk menjaga kebersihan gawangnya.

De Gea seolah kerasukan dirinya tiga tahun yang lalu setelah kembali melakukan penyelamatan heroik pada menit ke-17.

Danjuma kembali membuat Dalot kerepotan di sisi kiri dan melepaskan umpan silang yang bisa ditanduk Paco Alcacer, namun kiper Spanyol yang sepertinya sedang mengalami kebangkitan itu terlalu tangguh untuk ditaklukkan.

Heroisme De Gea tampak membuat grogi lawannya. Capoue memberikan umpan panjang yang bisa diterima Alcacer pada menit ke-31 setelah Raphael Varane gagal mengantisipasinya, namun tendangan striker Spanyol itu tidak tepat sasaran dan Villarreal lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang.

Sesaat sebelum turun minum, De Gea kembali mencuri perhatian dengan menyelamatkan tembakan mendatar Yeremi Pino yang sebelumnya sempat melewati tekel Alex Telles.

Bendungan De Gea baru jebol di menit ke-53 setelah Alcacer membelokkan umpan Danjuma ke arah gawang United untuk membuat Villarreal unggul.

Untungnya United langsung membalas tujuh menit kemudian lewat sepakan voli Telles hasil kerjasama dengan tendangan bebas Bruno Fernandes.

Setan Merah yang mulai putus asa memasukan Edinson Cavani di menit ke-75, dan striker Uruguay itu hampir langsung memberikan dampak setelah bermain empat menit andai sundulannya tepat sasaran.

Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan di menit berdarah! Ia memantulkan umpan silang Fred kepada Jesse Lingard, yang mengembalikannya ke bomber Portugal itu.

Ronaldo lalu menyepak bola dari sudut sempit, dan Rulli tak bisa menghentikan laju bola meski sedikit menyentuhnya.

Hasil ini kontras dengan kekalahan United di  matchday  perdana UCL, yang dikalahkan Young Boys 2-1 di menit akhir gara-gara blunder Lingard.
Susunan pemain

Manchester United  (4-2-3-1): David de Gea; Diogo Dalot, Raphael Varane, Victor Lindelof, Alex Telles; Paul Pogba, Scott McTominay; Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Jadon Sancho; Cristiano Ronaldo.

Villarreal  (4-3-3): Geronimo Rulli; Juan Foyth, Raul Albiol, Pau Torres, Alberto Moreno; Daniel Parejo, Etienne Capoue, Manu Trigueros; Yeremi Pino, Paco Alcacer, Arnaut Danjuma Groeneveld.

Wednesday, September 29, 2021

"Malam Yang Sempurna" - Lionel Messi Bahagia Setelah Cetak Gol Debut Untuk Paris Saint-Germain


 berita bola - Pemain Argentina itu mencetak gol pertamanya untuk klub barunya dalam kemenangan 2-0 atas Manchester City.

Lionel Messi mengatakan bahwa kemenangan atas Manchester City terbukti menjadi malam yang sempurna baginya, karena dia berhasil mencetak gol pertamanya untuk Paris Saint-Germain di Liga Champions, Rabu (29/9) dini hari WIB.

Bermain di pertandingan keempatnya sejak bergabung dari Barcelona musim panas ini, Messi mencetak gol kedua PSG setelah menerima assist dari Kylian Mbappe, membantu timnya menang 2-0 atas City.

Dengan torehan itu, Messi telah mencetak gol dalam 17 musim Liga Champions berturut-turut, menyamai rekor yang dibuat oleh Karim Benzema, beberapa menit sebelumnya.

Apa yang dikatakan?

"Ini adalah malam yang sempurna, melawan musuh yang hebat," kata Messi kepada Canal+. "Bagi kami, sangat penting untuk memenangkan pertandingan ini setelah Club Brugge [imbang 1-1]."

"Saya sangat senang bisa mencetak gol. Saya tidak banyak bermain belakangan ini. Saya beradaptasi secara perlahan. Yang penting adalah terus menang."

"Hubungan kami akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi di setiap pertandingan. Kami semua harus tumbuh bersama, meningkatkan level permainan kami. Kami harus melanjutkan semuanya."

"Kami memenangkan pertandingan yang sangat penting melawan rival yang sangat sulit, yang berada di final tahun lalu. Kami harus terus maju dan meningkatkan banyak hal untuk kedepannya."

Rekor lain

Selama bertahun-tahun, Messi terus mencatatkan torehan baru di Liga Champions.

Dengan golnya melawan City, dia sekarang mencetak gol dalam 17 musim berturut-turut di Liga Champions, bergabung bersama Benzema dan Cristiano Ronaldo.

Benzema mencetak gol dari titik putih di babak kedeua melawan Sheriff di pertandingan lain, tetapi tim Moldova itu mencetak gol di menit-menit akhir untuk mengejutkan Real Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor akhir 2-1.

Messi juga telah mencetak 27 gol dalam 35 penampilan melawan tim Inggris di Liga Champions, 15 gol lebih banyak dari pemain lain di kompetisi tersebut.

Gol tersebut merupakan yang ke-121 Messi di Liga Champions, saat dia mencoba mendekati rekor sepanjang masa milik Ronaldo, yang selisih 14 angka darinya.

Itu juga merupakan gol yang membuatnya terus menyiksa mantan manajernya Pep Guardiola, dengan Messi kini mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan melawan mantan bos Barcelona tersebut.

Tuesday, September 28, 2021

Penyesalan Datang Belakangan! Cerita Perlakuan Frank Lampard Terhadap Fikayo Tomori Di Chelsea Hingga Hijrah Ke AC Milan


 berita bola - Frank Lampard bercerita mengenai penyesalannya telah menyia-nyiakan bakat Fikayo Tomori di Chelsea.

Frank Lampard mengungkapkan penyesalannya atas perlakuannya pada bek Fikayo Tomori ketika keduanya bernaung di Chelsea.

Mulanya, mantan manajer The Blues itu memberikan kesempatan bagi Tomori untuk masuk ke tim utama pada periode 2019/20 lalu.

Sayangnya, dijelaskan Lampard, ketatnya persaingan di antara para pemain untuk baku rebut posisi di lini belakang tim membuat Tomori akhirnya tersisih dan memutuskan untuk angkat kaki dari Stamford Bridge.

Di masa kepemimpinan Lampard, Tomori dipinjamkan ke AC Milan pada Januari 2021 silam sebelum akhirnya dipermanenkan raksasa Serie A Italia tersebut pada Juni lalu.

Jika waktu bisa diulang, Lampard mengaku ingin memaksimalkan potensi Tomori di tim garapannya di Stamford Bridge.

"Sungguh itu adalah cerita yang sulit," kenang legenda Inggris dan Chelsea itu.

"Sebab, kami saat itu memiliki banyak sekali pemain belakang. Saya sebetulnya ingin membantu dia, akan tetapi saya tidak yakin apakah dia akan memahami niatan saya itu," jelas Lampard.

Lampard mengakui, bukan perkara mudah bagi para pemain muda ketika dia jarang mendapatkan kesempatan tampil di starting line-up, dan hal itu sebetulnya telah dipikirkan masak-masak olehnya saat mempertimbangkan karier Tomori di Chelsea.

"Sungguh pelik ketika Anda berada di level top karena bisa berada di sana sangatlah ketat. Namun, selalu ada periode sulit bagi setiap pemain muda," cerita Lampard.

Sejak berbaju Rossoneri, Tomori telah mengoleksi 29 penampilan di berbagai kompetisi, mengemas satu gol, termasuk catatan enam pertandingan dia di Serie A musim ini.

Monday, September 27, 2021

Sedih Lihat Lucas Paqueta Dikartu Kuning Karena Pamer Skill, Neymar: Joga Bonito Sudah Mati


 berita bola - Sang superstar PSG tercengang melihat rekan senegaranya dikartu kuning hanya karena melakukan trik sepakbola saat bermain untuk Lyon.

Neymar mengungkapkan kesedihannya melihat sesama pemain Brasil, Lucas Paqueta dikartu kuning hanya karena ingin unjuk skill, karenanya sang bintang Paris Saint-Germain mengatakan "Joga Bonito" sudah mati.

Brasil, sebagai negara pemenang lima trofi Piala Dunia, punya ciri khas permainan indah yang dikenal dengan julukan Joga Bonito, biasanya memamerkan kebolehan teknik para pemain di lapangan.

Neymar, bintang Samba lainnya yang saat ini bermain di Ligue 1, mengikuti jejak Paqueta dan Lyon yang mengalahkan Troyes, membawa PSG menang dramatis 2-1 atas Metz.

Ia kecewa dengan penilaian Frappart terhadap Paqueta dan memposting di media sosial: "Episode ini sangat, sangat menyedihkan, menerima kartu kuning karena menggiring bola."

"Gerakan teknis adalah solusi, di mana pun itu terjadi dan tidak peduli menit berapa pun itu dilakukan."

"Hal yang sama terjadi pada saya musim lalu. Tahun ini, terjadi pada Paqueta. Sejujurnya, saya tidak mengerti alasannya. 'Joga Bonito' yang terkenal itu sudah mati. Nikmati selagi masih ada."

Neymar mendapat kartu kuning dari wasit Jerome Brisard pada Februari lalu setelah mencoba untuk pamer skill serupa dengan Paqueta dalam kemenangan PSG 5-0 atas Montpellier.

Ia beradu argumen dengan sang wasit di terowongan stadion selepas babak pertama berakhir dan menulis di Instagram waktu itu: "Saya cuma bermain sepakbola."

Sunday, September 26, 2021


 berita bola - Fans United memperdebatkan kegagalan penalti Bruno, sebagian maklum, sebagian lagi inginkan Ronaldo. Tapi, rasio penalti siapa yang paling unggul?

Kegagalan Bruno Fernandes mengeksekusi penalti di menit-menit akhir laga kontra Aston Villa membuat Manchester United takluk 1-0 di Old Trafford dalam lanjutan Liga Primer Inggris.

Selepas pertandingan, publik sepakbola, terkhusus fans Man United, ramai membahas bukan hanya hasil akhir yang didapat The Red Devils, tetapi juga kegagalan penalti yang dilakukan Bruno.

Sebagian fans memaklumi Bruno, sebagian lagi menyayangkan kegagalan itu, mengingat momen tersebut akan menjadi penyelamat Setan Merah dari potensi kekalahan di kandang sendiri.

Mereka yang menyayangkan jelas akan mengaitkan dengan kompatriot Bruno, Cristiano Ronaldo.

Sang megabintang, seperti diketahui, juga seorang eksekutor andal dan hampir di setiap tim yang dibelanya selama berkarier dia selalu ditunjuk untuk menjadi algojo utama dari situasi tembakan 12 pas.

Tentu saja Bruno juga bukanlah 'anak kemarin sore' dalam urusan sepakan penalti. Gelandang 27 tahun itu juga dikenal sebagai pemain spesialis untuk urusan satu ini selama berkarier.

Pada intinya, Man United saat ini memiliki dua eksekutor penalti ulung di skuad mereka. Namun, timbul pertanyaan, siapa di antara Ronaldo dan Bruno yang memiliki rekor paling baik dalam urusan penalti?

Di laga kontra Villa, banyak fans seketika berasumsi Ronaldo akan mengambil alih tugas penalti dari rekan senegaranya, Burno. Namun hal itu tidak terlaksana ketika Mike Dean memberikan klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu penalti pertama di musim ini.

Setelah gol Kortney Hause di menit ke-88, United memiliki kans emas untuk menghindari kekalahan di pengujung laga, dengan Bruno akhirnya mengambil tanggung jawab tendangan 12 pas.

Nahas, dentuman sang gelandang melayang tinggi di atas mistar. Ronaldo tampak tidak menunjukkan sikap kecewanya, melainkan tetap memberi dukungan pada kompatriotnya tersebut.

Namun dari titik ini, menarik untuk dilihat keputusan apa yang akan dibuat Solskjaer di pertandingan-pertandingan berikutnya ketika mendapatkan penalti, apakah akan tetap mempercayakan pada Bruno atau mengalihkan tugas ke Ronaldo.

Berikut adalah statistik yang membandingkan rekor penalti mana yang lebih baik, Bruno atau Ronaldo, untuk menentukan siapa yang paling layak untuk jadi eksekutor ke depannya.

Cristiano Ronaldo

Jumlah Penalti di level klub: 147
Gol penalti di level klub: 125
Rasio kesuksesan: 85.0%

Jumlah penalti di level interasional: 20
Gol penalti di level internasional: 14
Rasio kesuksesan: 70%

Jumlah penalti keseluruhan: 167
Gol penalti keseluruhan: 139
Total rasio kesuksesan: 81.4%
Bruno Fernandes

Jumlah Penalti di level klub: 43
Gol penalti di level klub: 39
Rasio kesuksesan: 90.7%

Jumlah penalti di level interasional: 3
Gol penalti di level internasional: 3
Rasio kesuksesan: 100%

Jumlah penalti keseluruhan: 46
Gol penalti keseluruhan: 42
Total rasio kesuksesan: 91.3%

Dari statistik di atas, dapat disimpulkan, bagaimanapun kegagalan yang dialami Bruno di laga kontra Villa, dia masih memiliki rasio kesuksesan penalti yang lebih baik dibandingkan Ronaldo.

Jadi, untuk ke depannya, siapa yang paling pantas untuk mengambil sepakan penalti Man United, pertahankan Bruno atau saatnya megabintang Ronaldo beraksi?

Saturday, September 25, 2021

Bawa Manchester City Kalahkan Chelsea, Pep Guardiola Cetak Rekor Baru


 berita bola - The Citizens berhasil menang tipis atas The Blues pada lanjutan Liga Primer, dan manajer asal Spanyol itu mengukir catatan menarik.

Manchester City mampu memberikan Chelsea kekalahan pertama mereka pada musim 2021/22 di Liga Primer, setelah tim asuhan Pep Guardiola menang tipis 1-0, Sabtu (25/9) WIB.

Gol yang dicetak oleh Gabriel Jesus pada menit ke-53 cukup untuk membuat timnya membawa pulang tiga poin dari Stamford Bridge.

Striker Brasil tersebut berhasil menjebol jala Edouard Mendy setelah tembakannya dari dalam kotak penalti meneruskan umpan dari Joao Cancelo tak mampu dibendung oleh sang kiper.

Ini menjadi golnya yang ke-52 di Liga Primer sejak bergabung ke Stadion Etihad pada Januari 2017, dengan The Citizens tidak pernah kalah di liga setiap Jesus mencetak gol (menang 41 dan imbang 2).

Selain itu, sang striker juga telah terlibat langsung dalam tujuh gol di tujuh penampilan terakhirnya untuk City di liga Inggris, mencetak tiga gol dan empat assist.

Kemenangan ini menjadi sangat spesial untuk manajer City Guardiola, dengan pria asal Spanyol tersebut telah memenangkan 221 pertandingan di semua kompetisi sebagai bos The Citizens.

Catatan itu merupakan rekor klub saat ini dan Guardiola berhasil mengungguli pendahulunya Les McDowall (220 kemenangan).

Apalagi, ini menjadi hasil positif pertama Guardiola ketika bertemu Chelsea sejak ditukangi Thomas Tuchel, di mana pria asal Jerman itu berhasil membuat The Blues memenangkan tiga pertemuan terakhir, yakni di Piala FA, Liga Primer dan Liga Champions

Sejauh ini, dalam enam pertandingan pertama di Liga Primer 2021/22, City baru kebobolan satu gol. Dan itu menjadi yang paling sedikit dalam sejarah mereka ketika The Citizen mencapai tahap ini.

Performa pemain bertahan City yang sedang prima membantu meringankan pekerjaan Ederson Moraes di bawah mistar, dengan Guardiola memiliki opsi seperti Ruben Dias, Aymeric Laporte, John Stones hingga Nathan Ake.

Tambahan tiga poin membuat pasukan Guardiola menempati posisi kedua, menggeser posisi Chelsea dan Manchester United - yang kalah dari Aston Villa di laga lainnya.

Baik Chelsea atau City, keduanya sama-sama mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan, raihan mereka juga sama dengan pemuncak klasemen Liverpool. Namun pasukan Jurgen Klopp belum memainkan laga keenam mereka di Liga Primer, dengan The Reds akan berhadapan dengan Brentford, Sabtu (25/9) WIB.

Friday, September 24, 2021

Cristiano Ronaldo Jadi Penyesalan Bos Man United Ole Gunnar Solskjaer Setelah Bertaruh Pada Anthony Martial & Jadon Sancho


 berita bola - Bintang Portugal tersebut diberi libur malam dan itu nyatanya malah membuat Setan Merah dikalahkan 1-0 di Old Trafford.

Ole Gunnar Solskjaer sadar betul bahwa dia tidak bisa menurunkan Cristiano Ronaldo di setiap pertandingan musim ini, tetapi setelah Manchester United disingkirkan oleh West Ham United di Piala Liga, sang manajer mungkin menyesal telah memberi libur kepada pemain internasional Portugal itu.

"Dia datang dan membuat perbedaan," kata Solskjaer kepada Sky Sports sebelum pertandingan putaran ketiga di Old Trafford. "Ini akan menjadi musim yang panjang dan dia ingin bermain sebanyak mungkin, tetapi itu tidak mungkin."

Namun, jika Anda suka bertaruh, Ronaldo tentu saja bisa mencetak gol dari 27 tembakan United melawan West Ham.

Dan pada akhirnya Setan Merah harus membayar harga yang mahal karena dia tidak bermain, dengan gol di awal laga yang dicetak oleh Manuel Lanzini, yang cukup untuk membuat tim tamu memenangkan pertandingan.

Seperti yang sering terjadi di Piala Liga, ini adalah pertandingan yang bisa dimanfaatkan oleh setiap pemain untuk mendapatkan menit bermain.

Ronaldo dikeluarkan dari skuad saat Solskjaer menentukan sebelas pertama. Donny van de Beek dijadikan starter, Dean Henderson juga kembali bermain setelah pulih dari Covid-19, sementara Anthony Martial turun sejak menit awal untuk pertama kalinya sejak kembalinya Ronaldo.

Jesse Lingard dan Jadon Sancho membentuk trio bersama Martial di lini serang, dengan penetrasi dua nama pertama kadang-kadang menyebabkan masalah bagi pertahanan West Ham, tetapi sebagai sebuah tim, mereka gagal untuk bekerjasama dengan baik.

Tembakan dan peluang terus tercipta tetapi para penyerang tidak cukup tajam di sepertiga akhir, yang berarti bahwa keberuntunganlah yang bisa membuat mereka menjadi starting line-up saat Setan Merah melawan Aston Villa di Liga Primer, Sabtu (25/9) WIB.

Ini adalah pertama kalinya bagi Martial untuk bermain sebagai starter sejak pertandingan pembuka musim ini dan itu adalah penampilan lain yang menegaskan kembali bahwa di bukan no.9 alami.

Dia menghabiskan sebagian besar babak pertama untuk berada di sayap kiri, sehingga United kekurangan target-man setiap kali mereka berhasil memasukkan bola ke dalam kotak. Setelah jeda, Martial tidak memberikan gerakan yang diperlukan untuk menciptakan ruang atau peluang bagi rekan satu timnya.

Pemain internasional Prancis itu hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan akurasi tendangannya hanya 33 persen. Jadi, jika dia ingin membuat dirinya mendapatkan tempat utama, maka dia telah gagal. Memang, sementara ada pembicaraan tentang siapa rival Martial di setiap musimnya, sekali lagi ada sedikit yang menyarankan bahwa ini akan menjadi akhir baginya.

"Saya tidak berpikir itu benar untuk menilai kemampuan individu pemain," kata Solskjaer ketika ditanya bagaimana kinerja Martial. "Anthony sama dengan anggota tim lainnya, dia memainkan sepakbola yang bagus tetapi tidak memiliki beberapa keunggulan lain. Dia tahu apa yang kita inginkan darinya. Jika dia terus bekerja, dia akan mendapatkan peluangnya."

Solskjaer tidak akan secara terbuka menyingkirkan pemainnya tersebut, tetapi sulit untuk membayangkan bagaimana dia akan menjadi pemain reguler di starting XI, terutama ketika Ronaldo memiliki semua atribut yang tampaknya tidak dimiliki Martial.

Berapa banyak peluang lagi yang akan dia dapatkan untuk membuktikan dirinya ketika ada opsi yang lebih unggul di dalam skuad? Beberapa sumber mungkin telah membantah laporan bahwa penyerang tersebut bisa saja dijual selama musim panas, tetapi setiap pemain memiliki harga dan tidak akan mengejutkan jika itu akan turun di tahun depan, mengingat dia hanya menjadi pilihan kesekian setelah kedatangan Ronaldo.

Anda dapat berargumen bahwa sulit bagi pemain yang kekurang menit bermain untuk menemukan ritmenya, tetapi penyerang tengah itu berada di puncak permainannya dan berharap akan menemukan cara untuk 'dilirik' oleh Solskjaer.

Tentu saja, Martial bukan satu-satunya penyerang yang mengecewakan, Lingard, Van de Beek dan Sancho semuanya gagal bersinar.

Nama terakhir jelas membutuhkan waktu untuk tidur, tetapi itu adalah malam yang membuat frustrasi bagi pemain sayap Inggris itu. Sancho, setidaknya, lebih cemerlang dari Martial, tetapi saat dia berusaha mencetak gol pertamanya dengan seragam United, dia masih harus terus berjuang, dengan beberapa tembakan yang diblok, padahal itu adalah kesempatan emas untuknya mencetak gol.

Namun, harus dikatakan bahwa tetap mengejutkan jika seorang pemain yang didatangkan untuk memperkuat sayap kanan United itu hanya menghabiskan sedikit waktu di posisi pilihannya. Bahkan ketika Mason Greenwood tampil dari bangku cadangan, yang memberi Solskjaer kesempatan untuk mengubah formasi lini serangnya, Sancho malah tetap berada di kiri.

Greenwood adalah satu-satunya penyerang yang berhasil memberikan kelegaan bagi sang manajer, menambah sedikit kegarangan penyerangan United.

Penyerang serba bisa tersebut hampir saja mencetak gol dengan sentuhan pertamanya dan itu menunjukkan bahwa, dalam setengah jam dia berada di lapangan, dia bisa menciptakan tiga peluang - tidak ada pemain Setan merah lainnya yang berhasil mencatatkan lebih banyak.

Anda bisa melihat mengapa dia dipromosikan ke tim senior, dengan dia dipercaya untuk turun dari bangku cadangan dan memenangkan pertandingan.

Hasil akhirnya jelas buruk. United hanya tersingkir di babak ketiga Piala Liga sebanyak dua kali dalam 16 musim terakhir, sementara West Ham belum pernah menang di Old Trafford sejak Carlos Tevez mencetak gol kemenangan yang terkenal pada tahun 2007.

Solskjaer juga sangat membutuhkan gelar pertamanya sebagai manajer, tapi sudah jelas bahwa satu kompetisi telah gagal mereka menangkan.

United telah mencapai semi-final di dua musim terakhir, tetapi sekarang mereka tersingkir lebih awal untuk pertama kalinya. Tekanan untuk bisa tampil lebih maksimal di salah satu dari tiga turnamen yang diikuti United pasti akan meningkat.

Dengan tidak ada pertandingan mudah di Liga Champions, dan tidak ada alasan setelah tersingkir dari Piala Liga, ini bisa menjadi musim dingin yang panjang bagi banyak pemain yang terpinggirkan di skuad Solskjaer, karena mereka sekarang bisa ditepikan oleh sang manajer sampai putaran ketiga Piala FA pada bulan Januari mendatang.

Thursday, September 23, 2021

Heran Juventus Boyong Massimiliano Allegri Lagi, Antonio Cassano: Takkan Bisa Seperti Pep Guardiola Atau Julian Nagelsmann!


 berita bola - Antonio Cassano melihat, Juventus akan konsisten dengan penampilan tak meyakinkan di musim ini gara-gara kembali menunjuk Massimiliano Allegri.

Mantan striker timnas Italia Antonio Cassano mempertanyakan keputusan Juventus mendatangkan kembali Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala mereka.

Di periode kedua mantan juru taktik AC Milan itu, Bianconeri akhirnya merasakan kemenangan perdana musim ini setelah di empat laga sebelumnya mengalami kegagalan dan sempat membuat Si Nyonya Tua mendekam di zona degradasi.

Juventus memutus puasa kemenangan musim ini setelah menaklukkan Spezia dengan susah payah, 3-2. Di laga ini, pasukan Allegri bahkan sempat dalam posisi tertinggal 2-1 sebelum akhirnya bangkit.

Cassano terheran-heran dengan kebijakan yang diambil manajemen Juventus, yang menuntut perubahan tapi di saat bersamaan mereka malah menunjuk pelatih yang sempat mereka pecat.

"Saya mengetahui Max, saya merasakannya, saya menghargainya. Tapi jika Anda memiliki Allegri, Anda tidak bisa berpikir untuk bermain layaknya timnya [Pep] Guardiola atau [Julian] Nagelsmann," tutur Cassano kepada BoBo TV.

"Di Milan, ketika Pirlo mengalami cedera, Allegri meminta van Bommel. Max, di depan barisan pertahanan, ingin tipe pemain seperti itu, lalu Pirlo bermain di tim Milan itu, sebab terasa gila jika membiarkannya tak bermain," sambungnya.

"Dari sisi Allegri, Anda tidak bisa mengharapkan sepakbola yang spektakuler dan proaktif. Sepakbola ala Max adalah 1-0 dan semua orang berada di rumah dan pada akhirnya dia memenangkan liga," ulasnya.

"Mari bicara lebih spesifik. [Federico] Chiesa harus bermain sekarang juga. [Matthijs] De Ligt hari ini berada di antara tiga bek tengah terbaik dunia dan harus bermain," tegasnya.

"Max tidak akan memainkan sepakbola yang berkilau antara dua atau tiga Minggu, dia akan selalu bermain seperti ini," kata Cassano lagi.

"Kami berpikir Juve tidak akan bermain bagus, namun kesalahan terbesar adalah Juve mendaratkan Allegri, memecatnya demi perubahan sepakbola lalu membawa dia kembali," pungkas mantan attacker Real Madrid tersebut.

Kemenangan atas Spezia membuat Juventus memperbaiki posisi dengan kini berada di tangga ke-13, menghimpun lima poin.

Wednesday, September 22, 2021

Paul Scholes: Cristiano Ronaldo Ada Di Level Lain Dari Eric Cantona


 berita bola - Scholes mengaku pernah melihat pemain yang lebih profesional dari Ronaldo.

Cristiano Ronaldo selalu berada di "level lain" di atas teka-teki terbesar di Manchester United, demikian menurut Paul Scholes, yang juga menyebut bahkan Eric Cantona harus menerima kedudukan di bawah superstar asal Portugal itu.

Cantona membantu membuka pintu kemenangan trofi di bawah asuhan Sir Alex Ferguson pada musim 1992/95, dengan kehadirannya membuat The Red Devils menjadi proposisi yang lebih tangguh.

Peraih lima Ballon d'Or, Ronaldo, kembali ke Old Trafford pada musim panas ini untuk membawa United kembali berjaya, baik di kompetisi domestik dan Eropa.

Ditanya tentang kemiripan antara Cantona dan Ronaldo, setelah pernah bermain dengan keduanya, Scholes mengatakan kepada Premier League Productions: "Eric sangat mirip, tapi Cristiano masih berada di level lain dari itu. Eric keluar dan berlatih, tapi dia tidak begitu banyak sebagai orang gym."

"Cristiano melakukan semua praktek sebelum dan setelah berlatih, dan juga memastikan dirinya lebih kuat untuk Liga Primer Inggris dengan pergi ke gym sesudahnya."

"Saya belum pernah melihat orang yang lebih profesional."

"Ia berada di luar sana sepanjang hari, mempraktekkan tendangan bebas itu, kecepatannya, dia melakukan lari cepat menanjak, dia memiliki beban di engkelnya."

"Ia melakukan segala sesuatu yang tidak dilihat seperti pemain-pemain Inggris. Bukan hanya itu, ia ada di gym setelah itu, melakukan segala sesuatunya untuk mempersiapkan diri."

Ronaldo pertama kali bergabung ke United ketika direkrut Ferguson pada 2003 dan ia tampil 292 kali dalam enam tahun kariernya sebelum pindah ke Real Madrid.

Ronaldo mencetak 118 gol ketika itu dan membantu United memenangkan tiga gelar Liga Primer dan satu Liga Champions, serta meraih Ballon d'Or pertamanya.

Sementara itu, Cantona gagal menghadirkan trofi Eropa selama kariernya di Manchester, namun ia mengumpulkan empat trofi Liga Primer dan dua Piala FA.

Cantona mencetak 82 gol dari 185 penampilan, sebelum secara mengejutkan memutuskan pensiun di usia 30 tahun pada Mei 1997.

Tuesday, September 21, 2021

Jangan Ada Dusta Di Antara Juventus & Cristiano Ronaldo


 berita bola - Lanskap dua nasib berbeda, tapi akan selalu dikait-kaitkan: Juventus merana di zona degradasi, sementara Ronaldo menikmati bulan madu di Man United.

Beberapa jam setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol keempatnya bagi Manchester United, mantan klub sang megabintang, Juventus, melanjutkan performa memble mereka di tahapan awal Serie A Italia musim ini.

Ada atau tidak ada kaitannya antara kepergian Ronaldo dan kondisi Juventus saat ini, publik akan selalu menghubungkan apa yang melanda Si Nyonya Tua di musim baru tidak lepas dari absensi superstar Portugal itu di skuad.

Massimiliano Allegri tampak bersikap naif sesaat setelah Bianconeri membuka kampanye Serie A 2021/22 dengan hasil kurang memuaskan, ditahan Udinese 2-2. Dia menyatakan, timnya sebetulnya sudah tak lagi butuh Ronaldo.

"Saya tidak kecewa dengan Cristiano Ronaldo [hengkang ke Man United]. Saya tidak terkejut, ini adalah hidup. Ada bursa transfer dan itu masuk akal," kata pelatih yang pernah menangani AC Milan itu dikutip dari Sky Sports Italia.

Sebagian fans Juventus pun mengamini pernyataan Allegri bahwa Ronaldo tak lebih besar dari klub, dan kepergiannya diyakini tidak akan memberi impak berarti terhadap performa klub kesayangan mereka.

Apa lacur, fakta yang terpampang justru sebaliknya. Pasca-era Ronaldo, Juventus belum sekalipun merasakan kemenangan dari empat pertandingan pertama Serie A. Terasa menyesakkan karena hal ini mencoreng mereka dari sisi histori: untuk pertama kalinya dalam sejarah Juve gagal mendulang kemenangan di empat laga awal liga.

Parahnya, gara-gara rentetan buruk ini, Juventus yang dalam sepuluh tahun terakhir begitu digdaya menguasai panggung sepakbola Italia, kini duduk di zona degradasi.

Setelah di pekan pembuka ditahan Udinese 2-2, Si Nyonya Tua dipecundangi Empoli 1-0 di markas sendiri sebelum dihajar Napoli 2-1. Terbaru, Juve harus puas diiimbangi AC Milan 1-1.

Di saat bersamaan, menjadi ironi bagi para loyalis Juve karena sang mantan belum berhenti berbulan madu dengan klub yang membesarkan namanya, Man United, dengan dirinya yang terus mengepak gol demi gol.

Teraktual, sebiji gol Ronaldo ke gawang West Ham United melengkapi sepasang golnya ke jala Newcastle United di laga debut kedua dan satu gol saat bentrok dengan Young Boys di Liga Champions.

Media sosial ramai menyindir para loyalis Juve selepas ditahan seri Milan. Netizens membawa-bawa nama Ronaldo atas kegetiran yang melanda Juve sejauh ini.

Salah satu yang paling banyak dicuit kurang lebih berbunyi: "Mereka bilang, Juventus tak butuh Ronaldo."

Alih-alih menjadikan Moise Kean sebagai penutup lubang yang ditinggalkan Ronaldo, nyatanya pemain muda Italia itu belum bisa berbuat banyak. Anak muda satu ini memang potensinya diakui di sepakbola Eropa. Tapi untuk bicara masalah mentalitas juara, jelas dia bagai langit dan bumi jika dikomparasi dengan CR7.

Setelah peluit panjang ditiup wasit di Allianz Stadium, menandai akhir laga kontra Milan, Allegri tertangkap kamera sedang mencak-mencak terhadap para pemain Juve sembari bergegas ke ruang ganti. Barangkali ekspresi hati kecilnya berkata 'Kenapa saya membiarkan Ronaldo pergi, padahal kami masih membutuhkannya'.

Ronaldo tentu tak bisa dihapus dari sejarah Juventus. Meski periodenya terbilang singkat, hanya mengabdi tiga tahun, tapi kontribusi sang superstar tak main-main.

Didatangkan dari Real Madrid saat usianya menginjak 33 tahun dengan banderol harga fantastis, 112 juta euro, Ronaldo langsung menjawab ekspektasi fans dengan mempersembahkan Scudetto di musim debutnya pada edisi 2018/19. Setahun berselang, dia mengulangi pencapaian serupa.

Urusan jebol-menjebol gawang, tak perlu dipertanyakan lagi. Bukan Ronaldo namanya jika tidak mencetak minimal 20 gol lebih dalam semusim. Benar, kapten Portugal itu merupakan mesin gol utama Bianconeri.

Di edisi 2020/21, yang merupakan musim terakhirnya di Turin, dia menutupnya dengan menjadi Capocannoniere dengan torehan 29 gol.

Sekali lagi, Allegri dan Juve terlalu naif untuk membiarkan Ronaldo pergi, terlebih dedikasi pemain 36 tahun itu selama tiga musim di Allianz Stadium telah menjadi sejarah tersendiri bagi La Vecchia Signora.

Apapun alasan kepergian Ronaldo, entah karena adanya friksi di ruang ganti yang tak terungkap, disharmoni dengan direksi klub atau semata karena keputusan personal, dalam konteks ini, Juve jelas gagal mempertahankan pemain yang sebetulnya masih mereka butuhkan.

Musim lalu, dinasti Juve selama sembilan musim berturut-turut runtuh di kaki Inter Milan. Aman dikatakan, itu terjadi karena klub mengalami perombakan di sisi manajerial -- masuknya pelatih nirpengalaman Andrea Pirlo.

Namun, kini Allegri dalam periode keduanya di Turin dibebani PR besar untuk membangun kembali kerajaan Juve yang telah dibangun dengan kokoh selama hampir satu dekade.

Menariknya, Scudetto terakhir yang diberikan Allegri untuk Juve di edisi 2018/19 -- melengkapi prestasi empat Scudetto sebelumnya -- merupakan musim di mana Ronaldo melakoni debut untuk Bianconeri.

Masih terlalu pagi memang menjustifikasi performa Juve di kampanye 2021/22, namun akan tetap tercium aroma dusta jika mereka mengklaim benar-benar sudah tidak lagi membutuhkan jasa Ronaldo.

Monday, September 20, 2021

Kiper AC Milan Mike Maignan Bikin Juventus Bak Pecundang Dalam Transfer Gianluigi Donnarumma Ke Paris Saint-Germain

berita bola - Pemain asal Italia itu tampaknya akan hijrah ke Bianconeri dengan status bebas transfer tetapi mereka mengundurkan diri karena alasan finansial.

Ketika Gianluigi Donnarumma sedang duduk di bangku cadangan di Bruges, Kamis (16/9) dini hari WIB, Mike Maignan mampu menggagalkan tendangan penalti dari Mohamed Salah di Anfield.

Jelas, awalnya yang menjadi ironi kini telah hilang, apalagi untuk semua pendukung AC Milan.

Memang, orang-orang kesal dengan kepergian Donnarumma pada bursa transfer musim panas ini, yang membuat Maignan sekarang dipuja, sementara kiper internasional Italia tersebut dipaksa untuk menjadi pelapis Keylor Navas di Paris Saint-Germain.

Seperti yang ditulis Rossoneri di Twitter: "Maignan memiliki lebih banyak penyelamatan penalti di Liga Champions musim ini daripada menit yang sudah dimainkan Donnarumma!"

Tetap saja, tidak ada yang bisa mengelak bahwa kehilangan Donnarumma tanpa alasan tetap menjadi pukulan telak bagi Milan.

Nilai pasarnya tidak meningkat ketika dia menyelesaikan transfer secara gratis ke PSG pada 15 Juli lalu. Hanya empat hari setelah dia dinobatkan sebagai pemain terbaik Euro 2020.

Milan kemudian bisa menghasilkan jutaan dolar dari Donnarumma seandainya dia masih terikat kontrak pada saat itu, tapi nyatanya tidak.

Kedua belah pihak tidak dapat menyetujui persyaratan kontrak baru.

Meskipun pendekatan lain bisa dibilang lebih masuk akal dan klub bisa bijaksana untuk urusan keuangan, dengan Milan telah menawarkan pemain berusia 22 tahun tersebut kenaikan gaji 25 persen yang akan membuatnya mendapatkan €8 juta per musim dan itu di mata klub sudah cukup, mengingat usianya, bakat dan peran yang dimainkannya dalam membantu Rossoenri kembali ke Liga Champions.

Bagaimanapun, Donnarumma lebih suka menandatangani kontrak lima tahun dengan PSG, yang menurut L'Equipe sang kiper akan mendapatkan gaji bersih sebesar €7 juta dan bisa meningkat menjadi €10 juta per tahun dengan bonus.

Tak seorang pun di Milan berbicara buruk tentang produk akademi mereka itu, setidaknya pembicaraan mereka tak sampai ke media. Mereka malah mengucapkan selamat tinggal kepadanya.

Namun, para penggemar sangat marah, dan meneriakkan julukan 'Dollarumma' lagi.

Pendukung Milan sudah lama merasa dirugikan dengan Donnarumma untuk berkomitmen dalam jangka panjang bersama klub yang membesarkan namanya dan menyalahkan agen Mino Raiola.

Beberapa ultras bahkan telah pergi ke tempat latihan Milan sebelum akhir musim lalu untuk mencoba meyakinkan sang kiper tetap tinggal, mendesaknya untuk menjadi legenda satu klub, seperti Paolo Maldini atau ikon AS Roma Francesco Totti.

Donnarumma mengakhiri pertemuan dadakan itu dengan menangis tetapi dia tetap pergi pada bulan Agustus, dengan alasan bahwa dia dan klub 'memiliki ambisi yang berbeda'.

Bergabungnya Donnarumma dengan Les Parisiens, tak lain dan tak bukan untuk memenangkan Liga Champions, sementara Milan senang bisa kembali ke kompetisi tersebut.

Bagaimanapun, hasil matchweek pertama menghasilkan emosi yang jelas berbeda untuk kedua belah pihak.

PSG meraih satu poin melawan Club Brugge tetapi dikecam karena penampilan mereka yang lembek, apalagi trio bintang Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe gagal mencetak gol.

Sementara itu, Milan tampil garang pada comeback-nya di Liga Champions, membuat Liverpool harus berjuang sampai titik darah penghabisan di Anfield.

Rossonerri memang tak diunggulkan di laga itu, teteapi pasukan Stefano Pioli mampu membalikkan permainan dengan dua gol cepat sebelum turun minum dan menambah tekanan di akhir laga sebelum akhirnya menyerah pada kekalahan 3-2.

Tentu saja ada banyak hal positif yang bisa diambil Pioli dari pertandingan tersebut, salah satunya adalah Maignan, yang sudah disebut sebagai 'Magic Mike' oleh beberapa media Italia.

Selain menggagalkan tendangan penalti Salah pada saat Milan sudah tertinggal 1-0, bahkan selalu tertekan, Maignan juga melakukan lima penyelamatan lainnya.

"Dia membuat Diavolo tetap hidup," tulis dalam Gazzetta dello Sport. "Dia menunjukkan penampilan yang solid dan berada di posisi yang tepat. Dia mengarahkan pertahanannya dan menampilkan konsentrasi yang luar biasa."

"Seperti yang terlihat, mengingat efisiensi dan konsistensinya, dia adalah rekrutan terbaik Milan musim panas ini."

Sekali lagi, ini masih awal, tetapi mengontrak pemain internasional Prancis yang membantu Losc Lille memenangkan Ligue 1 musim lalu hanya dengan €13 juta itu, tampak menjadi bisnis luar biasa lainnya oleh direktur teknis Milan, Maldini.

Akankah Rossonerri lebih suka mempertahankan pahlawan lokal Donnarumma? Itu jelas, tak bisa diragukan lagi. Tapi Milan saat ini tidak memiliki kekhawatiran untuk pilihan kiper utama di skuad yang ada saat ini.

Semua euforia positif Milan sangat berbanding terbalik dengan rival mereka di Italia, Juventus, yang keduanya bertemu pada lanjutan Serie A, Senin (20/9) dini hari WIB.

Malam sebelum Milan dan PSG memulai perjalanan mereka di Liga Champions masing-masing, Si Nyonya Tua membuka dengan kemenangan 3-0 atas Malmo.

Itu adalah kemenangan yang menggembirakan dan sangat dibutuhkan bagi Juve, yang hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan Serie A pertama Massimiliano Allegri pada periode keduanya di Turin.

Sang manajer sangat senang dengan cara bertahan timnya di Swedia, namun mengatakan bahwa ini bukan hanya clean sheet pertama Juve musim ini - tapi itu adalah yang pertama di kompetisi selain Serie A sejak awal Maret lalu.

Sekarang, Bianconeri jelas memiliki beberapa masalah untuk diselesaikan di lini belakang, tetapi tidak diragukan lagi bahwa Wojciech Szczesny adalah masalah utama.

Setelah awalnya melakukan pekerjaan yang baik untuk menggantikan Gianluigi Buffon yang legendaris sebagai kiper nomor satu, pemain internasional Polandia itu sekarang berada di bawah tekanan yang kuat setelah serangkaian kesalahan yang harus dibayar mahal oleh timnya.

Musim lalu, keraguan telah muncul karena kemampuannya menangani tembakan jarak jauh, yang paling jelas adalah kegagalannya menahan tendangan bebas Sergio Oliviera yang luar biasa dalam kekalahan di babak 16 besar Liga Champions dari FC Porto.

Dalam hasil imbang 2-2 di Udineses pada laga pembuka mereka di Serie A, Szczesny melanggar Tolgay Arslan di kotak penalti dan eksekusi dari Roberto Pereyra mampu mengecohnya.

Tak hanya itu, gol kedua Udinese pada tujuh menit sebelum waktu normal berakhir juga disebabkan oleh sang kiper. Pemain berusia 31 tahun tersebut gagal melakukan operan sempurna yang membuat Gerard Deulofeu mencetak gol penyeimbang.

Allegri dengan cepat memberikan dukungan untuk Szczesny, mengatakan kepada wartawan: "Dia adalah penjaga gawang yang hebat. Ini bukan masalah teknik atau kesalahan teknis, tetapi lebih merupakan masalah pemahaman momen dan bahwa tidak ada yang memalukan tentang membuang bola ke arah tribun."

Namun, kemampuan Szczesny dipertanyakan lagi akhir pekan lalu, dengan mantan pemain Arsenal tersebut gagal menahan upaya melengkung dari Lorenzo Insigne - atau setidaknya menangkisnya ke tempat yang aman dan Matteo Politano memanfaatkan bola rebound saat Napoli mampu comeback dari kekalahan 1-0 menjadi kemenangan 2-1.

Jadi, cleansheet di Swedia tidak bisa menutup kepedihan Szcsesny, meskipun sebenarnya Malmo tidak terlalu membuat sang kiper kerja keras. Dan Milan menunjukkan perbedaan 180 derajat dari apa yang dilakukan Juve.

Rossonerri telah membuat awal musim yang mengesankan di Serie A dan sekarang mereka duduk di tempat kedua dan belum meraih hasil minor, hanya kalah selisih gol dari pemuncak klasemen Inter Milan.

Mengingat pentingnya bagi kedua tim, untuk alasan yang sangat berbeda, pertarungan Milan melawan Juve di Turin menjadi pertandingan besar, Senin (20/9) dini hari WIB - yang berakhir imbang 1-1.

Bahkan sebelum Raiola membuat keributan pada hari Jumat dengan melakukan wawancara bersama RAI Sport, di mana dia mencoba menggunakan Donnarumma untuk membuat dua raksasa Italia tersebut merasa buruk tentang diri mereka sendiri.

"Saya kecewa dengan bagaimana Gigio diperlakukan," kata sang agen, menyinggung kritik yang diterima Donnarumma atas kepergiannya dari San Siro. "Dia membuat pilihan hidup. Tidak ada yang dikhianati. Dia bisa saja pergi empat tahun lalu tapi dia tidak melakukannya."

Raiola kemudian mengonfimasi bahwa Juve berada dalam posisi untuk mengontrak Donnarumma dengan menambahkan: "Saya pikir mereka masih memiliki penyesalan besar karena tidak mendapatkannya."

Meski menjengkelkan bagi mereka, banyak fans Juve yang tidak setuju dengan Raiola.

Namun, perlu dicatat bahwa ketika sang agen mengungkapkan hal tersebut, di hari yang sama Si Nyonya Tua juga mengumumkan rekor kerugian klub yang mencapai €210 juta untuk musim 2020/21, yang dengan mudah membantu menjelaskan mengapa Juve tidak dalam posisi untuk memenuhi tuntutan upah sang kiper.

Seperti yang dikatakan direktur sepakbola Juve Federico Cherubini kepada Tuttosport: "Kami memiliki kiper dengan kontrak jangka panjang (hingga 2024) yang masih kami percaya."

"Karena keputusan yang kami buat [untuk menyeimbangkan perekonomian], tidak masuk akan untuk melakukan apa yang telah dilakukan PSG [untuk merekrut Donnarumma]."

"Ini bukan waktu yang tepat untuk menciptakan situasi di mana kami memiliki dua kiper hebat dalam satu skuad yang sama."

Tentu saja, pertanyaannya adalah, apakah Juve memiliki kiper hebat sekarang?

PSG tentu, dan sudah jelas bahwa dua kiper mereka adalah penjaga gawang top. Dan mungkin Milan juga akan memilikinya

Sunday, September 19, 2021

"Hoaks!" - Gaji Lionel Messi Di PSG Bukan Rp500 Miliar


 berita bola - Direktur PSG, Leonardo, mengecap rincian kontrak Messi yang diedarkan surat kabar Prancis sebagai berita palsu

Direktur olahraga Paris Saint-Germain, Leonardo, mengecap berita yang melaporkan bahwa Lionel Messi digaji €30 juta (Rp500 miliar) per tahun sebagai "sama sekali salah" dan "tak dapat diterima".

PSG bisa dibilang melakukan bisnis terbaik pada bursa transfer musim panas dengan mendatangkan Messi, yang dilepas Barcelona gara-gara pihak klub tersandung masalah finansial.

Pemain 34 tahun itu meneken kontrak dua tahun bersama Les Parisiens, namun L'Equpe melaporkan bahwa ia dijanjikan kontrak di tahun ketiga hingga €40 juta (Rp660 miliar) plus bonus tahunan €15 juta (Rp250 miliar).

Namun, Leonardo menepis klaim surat kabar Prancis itu dalam sebuah konferensi pers Sabtu (18/9) waktu setempat, dan menegaskan bahwa Messi hanya dikontrak hingga 2023 di bawah kondisi kesepakatan yang ada.

"Kami tidak terima," ujar Leonardo kepada reporter. "Ini tidak bisa diterima. Itu berita yang sama sekali salah... Menurut saya itu adalah sebentuk kurangnya rasa hormat dan kami tak menyukainya. Saya tak memahami timing-nya. Jauh sekali dari kebenaran, baik durasi maupun angkanya."

"Ada klausul kerahasiaan, tapi saya bisa bilang kalau itu tidak benar. Durasi kontraknya dua tahun. Mereka salah, dan kami tak menyukainya."
Sebagus apa Messi di PSG?

Messi tak langsung mengikuti awal musim 2021/22 PSG karena belum melakoni pramusim sejak menjuarai Copa America bersama Argentina Juli kemarin.

Peraih lima Ballon d'Or itu kembali bugar perlahan-lahan, dan akhirnya debut bagi pasukan Mauricio Pochettino dari bangku cadangan saat mengalahkan Reims 2-0 29 Agustus lalu.

Suporter PSG menyaksikan start pertama Messi di partai pembuka putaran grup Liga Champions saat melawan Club Brugge pekan ini, tetapi justru tampil antiklimaks dan raksasa Ligue 1 ditahan imbang 1-1 di Stadion Jan Breydel.

Messi masih berkesempatan membuka keran golnya saat PSG menyambut Lyon ke Parc des Princes, Senin (20/9) dini hari WIB.

Saturday, September 18, 2021

Cristiano Ronaldo Ogah Antonio Conte Ke Manchester United


 berita bola - Ronaldo disebut pernah memblokir Conte saat ingin ditunjuk kembali jadi pelatih Juventus, dua tahun lalu.

Antonio Conte dikabarkan masuk bursa manajer baru Manchester United di tengah tekanan kepada Ole Gunnar Solskjaer.

Solskjaer kembali jadi sorotan pasca-kekalahan Man United dari wakil Swiss, Young Boys, dengan skor 2-1 pada laga Liga Champions tengah pekan ini.

Terlepas dari kartu merah yang diterima Aaron Wan-Bissaka sejak menit ke-35, United tampil jekel dan keputusan pergantian pemain sang pelatih jadi sasaran kritik.

Seruan Ole mundur kembali terdengar di tengah catatan rekor buruk Setan Merah di UCL dengan tujuh kekalahan dari 11 pertandingan.

Wartawan terkenal Italia, Gianluca Di Marzio, pun mengindikasikan bahwa Conte bakal dengan senang hati mengambil tawaran Man United.

“Saya tidak berpikir dia [Conte] akan menerima tawaran Arsenal dan itulah mengapa dia mengatakan tidak kepada Tottenham Hotspur,” ucap Di Marzio, baru-baru ini.

“Saya pikir dia hanya akan menerima jika Manchester United yang menelepon,” tambahnya.

Meski begitu, Man United tidak dalam posisi ingin memecat Ole. Pelatih berusia 48 tahun itu pun baru meneken kontrak hingga Juni 2024.

Namun dengan status Conte yang masih menganggur, eks bos Chelsea tersebut pasti akan dikaitkan dengan United setiap kali tim gagal menang.

Seperti dilansir dari Express, satu pemain yang mungkin keberatan dengan potensi penunjukkan Conte sebagai pengganti Ole adalah Ronaldo.

Friday, September 17, 2021

Cetak Banyak Gol, Striker Inter Miami Gonzalo Higuain Heran Kenapa Dulu Real Madrid Boyong Karim Benzema


 berita bola - Penyerang asal Argentina itu buka suara tentang kepergiannya dari Santiago Bernabeu pada tahun 2013 lalu.

Striker Inter Miami Gonzalo Higuain mengatakan bahwa salah satu kepergiannya adalah datangnya Karim Benzema dan Ricardo Kaka ke Real Madrid pada 2009 silam.

Kedatangan Benzema dan Kaka membuat mantan pemain internasional Argentina tersebut bertanya-tanya, dengan dia telah menjalani beberapa musim produktif bersama Los Blancos.

Higuain tiba di Santiago Bernabeu dari River Plate 14 tahun lalu dan menghabiskan lebih dari enam musim bersama Madrid, dengan dia mencatatkan 264 penampilan di semua kompetisi, menyarangkan 121 gol dan memberikan 56 assist.

Apa yang dikatakan?

Pada sesi latihan pertama, saya ingat bahwa [Fabio] Capello memilih saya," kata Higuain dilansir dari Diario AS.

"Setelah satu tahun saya mencetak 27 gol, Cristiano 26...dan di musim panas memang mereka mendatangkan Benzema dan Kaka."

"Saya berkata: 'Ada apa ini? Berapa banyak gol yang telah saya cetak? Saya pencetak gol dan Anda memberi saya Benzema dan Kaka'."

"Karim bergabung dengan tim dan dia mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan menyaingi saya, bahkan menyingkirkan saya. Bersama Benzema terjadi kompetisi yang sehat [dalam perebutan tempat sebagai seorang striker utama]."

"Mereka melihat bahwa dia adalah striker yang brilian. Sayangnya, kami tidak sering bermain bersama."

Catatan Higuain di Inter Miami

Saat ini Higuain tergabung bersama klub MLS Inter Miami, yang telah dia bela sejak awal musim lalu setelah dilepas tim Italia Juventus.

Bersama Miami, striker berusia 33 tahun tersebut telah mencetak sembilan gol dari 20 penampilan.

Dan sekarang ambisinya adalah membantu timnya untuk merangsek ke papan atas MLS wilayah timur, dengan mereka sekarang berada di peringkat kedelapan klasemen setelah mengumpulkan 32 poin dari 23 pertandingan.

Pada pertandingan selanjutnya, Higuain cs akan berhadapan dengan New York Red Bulls di Stadion DRV PNK, Sabtu (18/9) WIB.

Wednesday, September 15, 2021

Bos Barcelona: Halo Cules, Saya Juga Merasa Sakit & Terhina


 berita bola - Laporta meminta fans agar tetap menaruh kepercayaan kepada dirinya dalam mengelola klub.

Presiden Barcelona Joan Laporta meminta fans Blaugrana tetap tenang setelah mereka menelan kekalahan telak 3-0 pada matchday pertama Liga Champions Eropa, Rabu (15/9) dinihari WIB, di Nou Camp.

Sejak Liga Champions berubah era di tahun 1997, Barcelona belum pernah menelan kekalahan di kandang. Torehan itu membuat fans Barcelona merasa resah, dan menganggap klub kesayangannya mereka mengikuti jejak tim Liga Primer Inggris, Arsenal.

Laporta pun berusaha menenangkan fans dengan menyatakan kekalahan itu telah membuat dirinya juga merasa tersakiti dan terhina. Laporta menegaskan, Barcelona akan segera bangkit untuk mendapatkan hasil bagus di masa mendatang.

“Halo Cules (sebutan fans Barca), saya juga merasa sakit dan terhina seperti kalian. Apa yang terjadi adalah salah satu skenario yang kami renungkan,” ujar Laporta dalam keterangannya melalui tayangan video yang diwartakan laman AS.

“Saya meminta kesabaran kalian, dan kalian tetap memberikan dukungan untuk tim. Saya juga meminta kepercayaan Anda pada kami dalam mengelola klub. Kami membutuhkan kepercayaan itu. Tak perlu diragukan lagi: kami akan segera memperbaikinya.”

Krisis finansial telah memaksa Barcelona merombak skuad mereka, termasuk melepas Lionel Messi, karena terkendala batasan gaji di La Liga. Emerson Royal dijual ke Tottenham Hotspur pada tenggat bursa transfer padahal baru didatangkan dari Real Betis. Antoine Griezmann dipaksa pulang ke Atletico Madrid dengan status pinjaman guna mengurangi tagihan gaji.

Sementara sederet pemain baru yang masuk seperti Memphis Depay, Sergio Aguero dan Eric Garcia praktis tidak membebani keuangan klub karena mereka direkrut secara gratis. Pun demikian dengan Luuk de Jong yang sekadar dipinjam dari Sevilla.

Pelatih Ronald Koeman pun mengakui materi pemain yang dimiliki Barcelona tidak segemerlap sebelumnya. Namun ia meminta fans untuk memahami situasi yang dialami klub.

“Kami menyadari kekurangan pemain di sektor penyerangan. Kami sudah menghabiskan waktu selama beberapa minggu untuk mendapatkan beberapa kemungkinan, dan berusaha mempercepat [pemahaman permainan tim],” ucap Koeman.

“Saya tidak ingin membuat alasan, atau apa yang hilang dari kami. Tapi semua orang tahu siapa saja yang ada di tim. Anda harus bisa menerima kondisi ini, dan terus bekerja keras.”

Tuesday, September 14, 2021

Ketimbang Jules Kounde, Romelu Lukaku Rekomendasikan Marina Granovskaia Dua Bek Inter Milan Ini


 berita bola - Lukaku memberitahu sang ahli transfer Chelsea Marina Granovskaia untuk sebaiknya mendatangkan dua bek berbakat Inter Milan ini ketimbang Kounde.

Romelu Lukaku dilaporkan telah merekomendasikan juru transfer Chelsea Marina Granovskaia untuk mencomot dua bek andalan Inter Milan di bursa transfer berikutnya.

Setelah gagal mendaratkan Jules Kounde dari Sevilla, Lukaku pun meminta agar manajemen The Blues melupakannya dan fokus untuk memboyong mantan rekannya di Giuseppe Meazza.

Siapa dua bek yang dimaksud Lukaku?

Menurut Sportmediaset, adalah Alessandro Bastoni dan Milan Skriniar. Dalam pandangan Lukaku, keduanya akan cocok berada di bawah sistem manajer Thomas Tuchel.

Penyerang internasional Belgia itu sangat menganjurkan Marina untuk bergerak mendatangkan Bastoni dan Skriniar jika memang tim sedang mencari defender baru, ketimbang mengupayakan Kounde.

Bastoni saat ini baru berusia 22 tahun, dan tengah menikmati musim ketiganya di tim utama Inter. Dia juga baru-baru ini meneken kontrak baru yang akan mengikat dia di Nerazzurri hingga musim panas 2024.

Sementara, Skriniar telah lama dikaitkan dengan kompetisi Liga Primer Inggris dalam beberapa musim ke belakang setelah dirinya mampu tampil impresif selama berkarier di Serie A Italia.

Bek berusia 26 tahun itu telah mencatatkan 170 penampilan di tim utama Inter dan telah menjadi pemain kunci di level internasional bersama Slovakia.

Skriniar juga membantu negaranya itu tampil di ajang Kejuaraan Eropa lalu.

Lukaku sendiri meninggalkan Inter di musim panas ini setelah diboyong kembali Chelsea dengan nilai transfer fantastis yang hampir mencapai Rp 2 triliun.

Monday, September 13, 2021

Cristiano Ronaldo: Pulang Ke Man United Keputusan Terbaik Yang Pernah Saya Buat, Siap Beri Trofi!


 berita bola - Cristiano Ronaldo merasa pulang ke Manchester United adalah keputusan terbaik yang pernah dilakukan dalam hidupnya.

Cristiano Ronaldo menyatakan, kembali ke Manchester United adalah keputusan terbaik yang pernah dia buat dalam hidupnya.

Megabintang Portugal itu melakukan comeback impian di Old Trafford seiring dia mencetak sepasang gol saat debut kedua bagi The Red Devils, yang membantai Newcastle United 4-1.

Ronaldo, 36 tahun, didatangkan dari Juventus di hari tenggat transfer, memastikan pahlawan mereka tidak membelot ke rival sengit, Manchester City, yang sempat diduga bakal pelabuhan berikutnya sang superstar.

Mantan pilar Real Madrid itu mengakui, segala sesuatunya berjalan dengan baik di periode kedua dia berseragam Man United dan dia pun berharap mempersembahkan trofi bagi klub di musim ini.

"Ini adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat. Ini waktu yang tepat," tutur Ronaldo dalam wawancaranya dengan Telefoot.

"Saya ingin menciptakan sejarah, membantu Manchester meraih hasil-hasil bagus dan memenangkan beragam trofi," seru Ronaldo.

Kepulangan Ronaldo ke Old Trafford berarti dia reuni dengan bek Raphael Varane, yang juga hijrah ke Manchester dari Real Madrid di musim panas ini.

Keduanya menghabiskan kebersamaan di Santiago Bernabeu selama tujuh tahun sebelum Ronaldo angkat kaki ke Juventus. Sang defender mengaku bahagia bisa kembali bahu-membahu bersama kapten Portugal itu.

"Bermain dengan pemain terbaik adalah satu kesenangan yang luar biasa. Cristiano adalah profesional yang hebat, secara fisik dia selalu berada pada bentuk terbaik. Dia selalu memiliki kualitas dalam penyelesaian akhir," kata Varane.

"Apa yang dia hadirkan di tim ini adalah kengototannya untuk meraih kemenangan, mentalitas kemenangan yang dimilikinya," tegas sang bek.

Man United kini mengalihkan fokus mereka pada Liga Champions, di mana mereka akan berkunjung ke Swiss untuk meladeni Young Boys di laga pertama fase grup.

Sunday, September 12, 2021

"Inilah Theatre Of Dreams" - Cristiano Ronaldo Tegaskan Kehebatan Manchester United Setelah Lakoni Debut Kedua


 berita bola - Bintang asal Portugal itu menjalani pertandingan pertamanya bersama Setan Merah setelah 12 tahun meninggalkan Old Trafford dengan sangat luar biasa.

Cristiano Ronaldo berhasil mencetak brace pada debut keduanya bersama Manchester Untied dan membantu Setan Merah menang 4-1 atas Newcastle, Sabtu (11/9) WIB.

Pertandingan pertamanya bersama United setelah 12 tahun pergi menjadi sangat spesial karena laga yang digelar di Old Trafford itu sudah dipenuhi dengan para penggemar, membuat CR7 merayakan golnya bersama para penonton di stadion.

Setelah laga, Ronaldo mengatakan bahwa dirinya sangat gembira dan dia percaya bahwa Setan Merah akan kembali meraih kesuksesan.

Apa yang dikatakan?

"Kembalinya saya ke Old Trafford hanyalah pengingat mengapa stadion ini dikenal sebagai Theatre of Dreams," Tulis Ronaldo dalam unggahan di Instagram pribadinya.

"Bagi saya, itu selalu menjadi tempat ajaib di mana Anda dapat mencapai semua yang Anda inginkan."

Ronaldo menambahkan bahwa dukungan dari para penggemar bisa menambah rasa optimisme tim untuk meraih hal-hal positif kedepannya.

Namun di samping itu, pemain internasional Portugal tersebut juga sangat senang bisa membantu tim meraih kemenangan.

"Bersama dengan semua rekan tim saya dan dengan dukungan luar biasa yang selalu kami dapatkan dari tribun, kami melihat ke depan dengan rasa percaya diri dan optimisme bahwa kami semua akan merayakan kesuksesan bersama pada akhirnya."

"Bangga bisa kembali ke Man United dan bermain di Liga Primer sekali lagi, tapi yang terpenting, senang bisa membantu tim. Ayo, Setan!"

Apa selanjutnya untuk Ronaldo?

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan melakoni pertandingan pembuka fase grup Liga Champions dengan melawan wakil Swiss Young Boys, Selasa (14/9) dini hari WIB.

Ronaldo tentu saja akan tetap menjadi andalan Ole pada laga tersebut, dengan pemain berusia 36 tahun itu siap melakoni debut 'keduanya' di Liga Champions bersama Setan Merah.

Setelah itu, United akan bertandang ke markas West Ham dalam lanjutan Liga Primer, Minggu (19/9) WIB, sebelum berhadapan lagi dengan The Hammers di Piala Liga, empat hari kemudian.

Saturday, September 11, 2021

Brace Debut Cristiano Ronaldo Bawa Manchester United Langkahi Newcastle


 berita bola - Brace debut Cristiano Ronaldo membawa Manchester United mengalahkan Newcastle 4-1 di Old Trafford, Sabtu (11/9) malam.

Raphael Varane nyaris membuka keunggulan saat bola tandukannya hasil sepak pojok Luke Shaw melebar tipis dari gawang Freddy Woodman di menit ke-19.

Paruh pertama debut kedua CR7 tak berakhir antiklimaks setelah penyerang Portugal itu dengan mudah melesakkan bola ke gawang The Magpies dari jarak dekat.

Mason Greenwood memotong dari kanan sebelum tendangan kerasnya tak bisa dihalau Woodman dengan sempurna. Bola liar memantul ke kaki Ronaldo dan sang debutan memberikan keunggulan bagi Setan Merah pada menit tambahan kedua.

Paruh kedua dimulai kurang baik bagi tuan rumah dengan Javi Manquillo menyamakan kedudukan di menit ke-56.

Lewat sebuah serangan balik ciamik, Miguel Almiron membawa bola dari tengah lapangan. Umpannya kepada Allan Saint-Maximin diteruskan ke Manquillo, yang tendangannya tak bisa dihalau David de Gea.

Skor tak bertahan lama setelah Ronaldo kembali menjebol gawang Newcastle di menit ke-62.

Luke Shaw bebas berlari dari tengah lapangan setelah menerima umpan Paul Pogba. Bek kiri itu lantas mengirim bola ke kaki Ronaldo yang mampu lolos dari kawalan Isaac Hayden untuk mengembalikan keunggulan United.

Satu-dua Joelinton dan Matt Ritchie nyaris membuahkan gol di menit ke-67, namun sepakan nama pertama bisa dihalau dengan impresif oleh De Gea.

Bruno Fernandes tak ingin kalah saing dengan kompatriotnya dengan menggandakan keunggulan Setan Merah di menit ke-80.

Gelandang Portugal itu mengontrol bola kiriman Paul Pogba dengan apik, dan melesakkan tembakan yang tak bisa dijangkau Woodman.

Jesse Lingard menutup pesta kepulangan Ronaldo dengan gol cantik di menit tambahan paruh kedua, dan skor berakhir 4-1.

Dengan hasil ini, pasukan Ole Gunnar Solskjaer sukses mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan dan berhak merebut takhta puncak klasemen sementara EPL.
Susunan pemain

Manchester United (4-2-3-1): David de Gea; Aaron Wan-Bissaka, Raphael Varane, Harry Maguire, Luke Shaw; Paul Pogba, Nemanja Matic; Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Jadon Sancho; Cristiano Ronaldo.

Newcastle United (5-3-2): Freddy Woodman; Javier Manquillo, Isaac Hayden, Jamaal Lascelles, Ciaran Clark, Matt Ritchie; Joe Willock, Sean Longstaff, Miguel Almiron; Joelinton, Allan Saint-Maximin.

Friday, September 10, 2021

Lionel Messi Borong Gol & Cetak Rekor, Bolivia Remuk Di Tangan Argentina


 berita bola - Lionel Messi menjadi bintang kemenangan Argentina dengan parade gol yang ia cetak ke gawang Bolivia.

Argentina masih terlalu kuat untuk Bolivia ketika kedua tim bentrok pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL, Jumat (10/9) pagi WIB, di Stadion El Monumental, Buenos Aires, Argentina.

Lautaro Martínez dan Lionel Messi menjadi duo di lini depan tuan rumah, untuk menghadapi Bolivia yang di jantung pertahanan mengandalkan Adrián Jusino, Luis Haquin, dan Jairo Quinteros sebagai trio sentral bek.

Hanya saja, keperkasaan Messi dalam mengoprek lini belakang Bolivia tetap membuat mereka kewalahan. Pada menit ke-14 gol pembuka dipersembahkan Messi dengan indah, lewat tendangan melengkung ciri khasnya.

Setengah jam laga mau berjalan, Martinez sejatinya kembali menambah gol untuk Argentina, tapi dianulir karena offside. Beberapa peluang didapatkan striker milik Inter Milan, tapi nampaknya Martinez sedang jauh dari keberuntungan.

Jelang turun minum, Messi kembali menebar ancaman, dan kali ini tidak menemui sasaran. Babak pertama pun selesai dengan skor 1-0 untuk Argentina. Bolivia bukan tanpa peluang, Henry Vasca sempat memanfaatkan blunder Rodrigo De Paul, tapi tendangannya melambung.

Kombinasi apik terjadi antara Martinez dan Messi pada menit ke-64. Usaha tersebut dituntaskan dengan tendangan Lionel Messi yang berbuah gol, setelah tak dapat dijangkau oleh penjaga gawang Bolivia, Carlos Lampe.

Lionel Messi akhirnya mencetak hattrick pada pertandingan ini. Berawal dari kemelut di kotak penalti setelah sepakan Joaquin Correa bisa diatasi Lampe, bola yang mengarah ke Messi langsung diselesaikan dengan gol pada menit 88'.

Gol tersebut menjadi penutup pada pertandingan ini, dengan Messi menjadi aktor kemenangan utama berkat tiga gol yang ia jaringkan ke gawang Bolivia. Pundi-pundi gol Messi pun akhirnya menyamai legenda Brasil, Pele.

Sebelumnya Pele memegang rekor sebagai pemain Amerika Selatan dengan gol terbanyak di level internasional, berkat 77 gol yang ia cetak. Tapi rekor itu telah dilewati oleh Messi, karena tiga gol yang diciptakan La Pulga saat kontra Bolivia ini.

Tiga poin Argentina ini membuat mereka memiliki total 18 poin, dan berada di posisi dua klasemen CONMEBOL, dengan catatan delapan laga, lima menang dan tiga imbang, berada di bawah Brasil yang masih sempurna dengan delapan menang dari delapan tampil.

Thursday, September 9, 2021

'Bak Hadirkan Maradona Ke Naples' - Franck Ribery Langsung Bergelar 'Raja Salerno' Dengan Ke Salernitana


 berita bola - Kehadiran legenda Bayern Munich itu menimbulkan huru-hara di Salerno dengan meneken kontrak satu tahun bersama klub promosi kota tersebut

CR7 boleh pergi, tetapi FR7 telah kembali!

Hebatnya lagi, Franck Ribery menimbulkan kehebohan yang lebih dahsyat di Salerna jika dibandingkan hiruk-pikuk di Turin saat Cristiano Ronaldo bergabung ke Juventus dari Real Madrid tiga tahun yang lalu.

Fans Salernitana yang gembira bukan main langsung memborong jersey dengan nama pria Prancis itu bahkan sebelum kepindahannya resmi diumumkan. Hal ini memaksa pihak klub menebar ancaman gugatan, yang dengan tegas mewanti-wanti bahwa suvenir Granata hanya boleh dibeli dari toko resmi.

Sempat ada baku hantam antara dua fans sebelum Ribery dipresentasikan di Stadio Arechi Selasa siang, setelah seorang pria, yang dilaporkan membawa pisau, anehnya malah menghina-dina direktur olahraga Salernitana, Angelo Fabiani, yang mewujudkan transfer mengejutkan ini.

Namun sebagian besar dari 10.000 fans yang hadir hanya bisa tenggelam dalam sukacita dan rasa syok. Tak heran, saat Ribery membawa Bayern Munich meraih treble bersejarah 2013 lalu, Salernitana cuma mengarungi kasta keempat sepakbola Italia.

Ribery mungkin tak lagi sama dengan saat ia berbagi podium Ballon d'Or bersama Ronaldo dan Lionel Messi, sementara Salernitana memang baru saja kembali ke Serie A untuk pertama kalinya dalam 23 tahun.

Tetapi transfer ini memang kabar yang mahahebat. Fabiani sampai bereaksi dengan berlebihan, ia mengklaim bahwa perekrutan Ribery oleh Salernitana itu "bagai [Napoli] menghadirkan Diego Maradona ke Naples" pada 1984 lalu.

Tak ada yang pernah menduga transfer ini, apalagi karena Ribery punya pilihan lain.

Medhi Benatia berharap bisa membujuk mantan rekan satu timnya di Bayern untuk menyusulnya ke Liga Super Turki, ke Fatih Karagumruk, sedangkan Verona dan Torino juga tertarik.

Namun justru Salernitana lah yang mampu meyakinkan Ribery untuk melanjutkan kariernya di Stadio Arechi, mereka mengontrak pemain 38 tahun itu selama semusim dengan gaji €1,5 juta.

Tetapi Fabiani bersikeras bahwa bukan uang yang menjadi pemicu terwujudnya kesepakatan ini.

"Anda bisa mengukur seorang pria dari caranya tak membahas gaji, alih-alih ia malah menanyakan soal kotanya, menyaksikan keindahan Salerno dan juga menyempatkan menonton beberapa laga kami," jelasnya. "Mungkin ia dimantapkan dengan melihat sebuah klub yang mengembangkan sepakbolanya dalam beberapa tahun terakhir."

Ribery pasti akan merasa ia mengambil keputusan yang tepat setelah disambut bak bangsawan oleh suporter Salernitana yang bersukacita, dengan Corriere dello Sport mengklaim bahwa ia sudah ditahbiskan sebagai 'Raja Salerno'!

"Negosiasinya tidak butuh waktu lama," jelasnya kala dipresentasikan. "Saya berbicara kepada Fabiani dalam konferensi video dan ia menularkan semua motivasinya. Dan saya merasakan kecintaan fans bahkan sebelum tiba."

"Saya sudah merasa seperti di rumah. Rasanya seperti sudah di sini selama dua atau tiga tahun. Saya merasa baik, tetapi saya tak di sini untuk bersenang-senang. Saya masih harus membuktikan diri saya."

Mungkin tidak kepada insan sepakbola, tetapi kepada Fiorentina.

Yang memotivasi keputusan Ribery menetap di Serie A, alih-alih hijrah ke Timur Tengah atau Asia dengan digaji tinggi, dipercaya adalah hasratnya untuk membuat sang mantan menyesal telah memutusnya.

Memang, Ribery tidak senang dengan caranya berpisah dari I Viola. Ia tak malu-malu menyatakan keinginannya bertahan di Florence untuk musim ketiga dan mengklaim pihak klub membiarkan kontraknya habis tanpa menghubunginya sama sekali.

"Tak ada yang menghubungi saya dan itu artinya saya agak kurang dihormati," ujarnya kepada Toscana TV. "Tapi saya enggan menjelek-jelekkan siapa pun, apalagi pihak klub."

"Sayang tidak bisa lanjut [di sana], tapi begitulah hidup, begitulah sepakbola."

Karenanya, kini ia akan menghadapi tantangan baru, yang jelas tidak mudah.

Salernitana kalah di dua laga pertama Serie A musim ini, bahkan kebobolan tujuh kali.

Tak mengherankan sebagai sebuah tim promosi, pasukan Fabrizio Castori kekurangan materi pemain level kasta tertinggi. Namun mereka telah merekrut beberapa nama yang tak buruk-buruk amat musim panas ini, termasuk Matteo Ruggeri, Joel Obi, Federico Bonazzoli, dan Simy.

Nama terakhir menjadi salah satu yang paling dinanti-nanti, mengingat striker Nigeria itu mencetak 20 gol di Serie A bersama Crotone musim lalu.

Harapannya kelincahan dan kecerdikan Ribery bisa membantu Simy menjaga ketajamannya musim ini, dan eks-penggawa Prancis itu memang masih memiliki kemampuan fantastis untuk menciptakan ruang dengan visi umpan yang mematikan.

Ribery boleh jadi hanya mengemas lima gol dan sembilan assist dalam 50 penampilan bagi Fiorentina, tapi angka tersebut tak buruk-buruk amat bagi tim yang sedang terseok.

Penting untuk diingat ia juga impresif menghadapi raksasa, terutama saat menghadapi Inter Milan dan AC MIlan musim lalu, dan bahwa bekas bintang Fiorentina seperti Sebastian Frey dan Luca Toni menyayangkan kepergian Ribery dari Artemio Franchi musim panas ini.

Frey berbicara kepada Radio Toscana: "Saya rasa tak ada yang lebih sesuai daripada Ribery untuk membantu pertumbuhan pemain muda di Fiorentina."

Salernitana kini akan mengandalkan Ribery untuk bisa membawa dampak positif kepada skuad mereka yang terbilang masih hijau.

Ribery dan keluarganya memang akan pindah ke pesisir Amalfi, tetapi ia jelas tak menganggap kepindahan ini sebagai liburan semata dan, jika ia bisa mengangkat klub dari jurang degradasi, kontraknya akan diperpanjang satu tahun.

Namun tak sedikit yang curiga bahwa transfer ini lebih ke soal finansial semata.

"Saya hidup demi sepakbola," ujar Ribery kepada reporter. "Jika saya hidup demi uang, saya tak akan di sini."

Dengan pernyataan seperti itu, bisa dibayangkan bagaimana bisa fans Salernitana sudah amat menyayanginya.

Kisah ini mungkin bukanlah kisah cinta abadi seperti antara Maradona dan Naples, namun Ribery dan Salerno bisa menjadi sebuah kisah romansa yang mendebarkan.

Wednesday, September 8, 2021

Bintang Borussia Dortmund Erling Haaland Terus Menggila, Cetak Hat-Trick Untuk Norwegia Kontra Gibraltar


 berita bola - Erling Haaland mencetak trigol keduanya musim ini untuk membawa Norwegia menghantam telak Gibraltar di kualifikasi Piala Dunia.

Erling Haaland terus mempertontonkan performa tajam tak cuma di level klub tapi juga di panggung internasional.

Terbaru, penyerang muda milik Borussia Dortmund itu memborong tiga gol dalam kemenangan telak Norwegia 5-1 atas Gibraltar di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, Rabu (8/9) dini hari WIB.

Bertanding sebagai tuan rumah di Ullevaal Stadion, Oslo, Norwegia membuka skor di menit ke-23 melalui Kristian Thorstvedt, yang kemudian menyuplai assist buat Haaland untuk mengubah kedudukan jadi 2-0 hanya empat menit berselang.

Haaland menjaringkan gol keduanya enam menit jelang turun minum sebelum tendangan lob Reece Styche mengurangi defisit Gibraltar di babak kedua.

Alexander Sorloth masuk papan skor untuk mengembalikan margin tiga gol untuk keunggulan Norwegia, dan Haaland lantas melengkapi hat-trick-nya pada menit-menit penghabisan.

Dengan kontribusi terkininya, berarti Haaland sudah mengepak total 11 gol cuma dalam delapan laga untuk Dortmund dan Norwegia musim ini.

Adapun trigol ke gawang Gibraltar menandai hat-trick kedua pemuda 21 tahun itu di kampanye 2021/22. Sebelumnya ia membuka musim bersama Dortmund lewat gelontoran tiga gol ke gawang Wehen Wiesbaden di kancah DFB-Pokal.

Norwegia kini bertengger di posisi kedua klasemen Grup G Pra-Piala Dunia zona UEFA, mengumpulkan poin sama dengan pemuncak tabel Belanda.

Juara grup berhak lolos otomatis ke putaran final di Qatar tahun depan, sementara runner-up mengikuti babak play-off.

Tuesday, September 7, 2021

Ronaldo: PSG Boyong Lionel Messi Jaminan Juara Liga Champions? Tunggu Dulu


 berita bola - Bomber legendaris itu memperingatkan Les Parisiens lewat pengalamannya yang serupa di Real Madrid

Legenda Brasil Ronaldo mewanti-wanti Paris Saint-Germain bahwa skuad bertabur bintang mereka bukanlah jaminan juara Liga Champions.

Raksasa Ligue 1 itu memoles skuad yang telah dilengkapi Kylian Mbappe dan Neymar dengan menambahkan Lionel Messi, Sergio Ramos, Georginio Wijnaldum, Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, dan Nuno Mendes, dengan kebanyakan fans akan merasa tim kesayangan mereka kini tak terbendung untuk meraih Si Kuping Besar.

Ronaldo paham betul bagaimana tekanannya. Antara 2002 hingga 2007, ia tergabung dalam Galacticos Real Madrid yang dibela Luis Figo, Zinedine Zidane, Raul, Roberto Carlos, hingga Iker Casillas - tim ini tidak cuma gagal meraih Liga Champions, mengendus final pun tidak.

"Terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan menjadi juara Liga Champions," ujar Ronaldo kepada DAZN. "Biasanya mulai terlihat begitu perempat-final."

"Paris Saint-Germain memang terdepan untuk memenangkannya, tetapi bicara itu satu hal, sementara bermain sudah lain lagi. Banyak faktor yang memengaruhi. Saya membela Real Madrid selama nyaris lima musim, dalam tim Galacticos, dan tak pernah menjuarai Liga Champions."

"Menang bukan tentang hitungan matematis, bahkan jika Anda memiliki yang terbaik di tim Anda, itu juga berlaku bagi PSG."

Level skuad mahadahsyat PSG akan diuji di Eropa selama beberapa bulan kedepan, dengan pasukan Mauricio Pochettino tergabung dalam grup berat yang dihuni Manchester City, RB Leipzig, dan Club Brugge.

Ronaldo berharap bisa menyaksikan sinar Mbappe, yang mengingatkannya kepada dirinya sendiri, di partai-partai tersebut.

"Ia punya karakteristik yang mirip dengan saya," imbuh Ronaldo. "Ia punya kualitas yang gila, dengan teknik ciamik yang bisa ia eksekusi dengan sangat cepat."

"Ia menyerang pemain bertahan dan penjaga gawang, dan meski masih sangat muda, ia sudah sangat sukses. Saya suka Mbappe."

Monday, September 6, 2021

Lionel Messi Meninggalkan Luka Dalam, Namun Cuci Gudang Brutal Joan Laporta Bisa Sembuhkan Barcelona


 berita bola - Hati fans Blaugrana masih tersayat setelah kepergian sang legenda, namun klub Catalunya itu mulai mampu mengendalikan situasi finansialnya

Jika musim kemarin Barcelona masih malu-malu mengelupas koreng dengan mendepak Luis Suarez, Ivan Rakitic, dan Arturo Vidal, tahun ini mereka meringis menahan perih dan mengupas tuntas luka tersebut.

Sayangnya masih ada satu luka sayatan mendalam yang mungkin tak akan pernah benar-benar sembuh: Blaugrana harus merelakan Lionel Messi ke Paris Saint-Germain secara cuma-cuma.

Namun dengan menendang Antoine Griezmann keluar Camp Nou, menolak disandera Ilaix Moriba lewat tuntutan gaji tinggi, sekaligus menyisihkan pemain-pemain buangan, Barcelona telah memulai kesembuhan finansialnya.

Absennya La Pulga akan terasa perih selama beberapa bulan -- mungkin tahun, mungkin abadi -- tetapi kepergian Griezmann juga meninggalkan pahit. Tentunya bukan karena jasanya di klub, dengan Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah Barcelona sedangkan Griezmann hanya seorang pemain 'flop' mahal seharga €120 juta, tetapi karena keduanya pergi gara-gara uang.

Barcelona ingin terbebas dari Griezmann yang tak kunjung tampil bagus, namun mereka kesulitan mencari klub yang sudi menampung gaji selangitnya (€30 juta per tahun). Barca sempat akan bertukar pemain dengan Atletico Madrid, dengan Saul Niguez ke Camp Nou, tetapi kesepakatan tersebut batal terwujud.

Untungnya, Chelsea meminjam Saul dan beban gaji Atletico berkurang €10 juta per musim, sehingga membukakan jalan bagi Griezmann ke Wanda Metropolitano di detik-detik terakhir tenggat bursa transfer.

Tapi ini bukan langkah yang bebas risiko. Kepergian Griezmann jelas tidak dilihat sebagai sebuah kehilangan, mengingat kontribusinya di Barca yang semenjana, namun mereka telah menguatkan rival domestik dan bisa dipaksa membayar lewat mata uang sepakbola.

Itulah yang terjadi dengan Suarez, yang memandu Atletico meraih gelar La Liga musim lalu. Griezmann yang terlepas dari tekanan nama besar Barcelona bisa saja kembali menemukan performanya di bawah Diego Simeone.

Sekalipun itu terjadi, melepas Griezmann tetap merupakan langkah tepat mengingat kondisi finansial Barca yang terbenam utang €1 miliar lebih. Barcelona menerima €10 juta biaya peminjaman plus €40 juta di kemudian hari, setelah memastikan ada klausul wajib beli dalam kesepakatan tersebut.

Kesalahan Barca yang sebenarnya justru adalah saat membelinya 2019 lalu, setahun setelah ia mempermalukan mereka dengan menolak pinangan klub lewat dokumenter La Decision.

Kepergian Ilaix sulit ditelan karena alasan yang berbeda. Pemain 18 tahun itu adalah salah satu gelandang muda paling menjanjikan saat ini.

Ronald Koeman menyukainya, ia bisa saja menjadi bintang Barca dalam satu dekade ke depan, tetapi lebih memilih menjajal Bundesliga bersama RB Leipzig.

Ilaix adalah atlet berkelas dengan teknik yang mumpuni, ia mengawinkan kekuatan fisik dengan kemampuan membawa bola dan mengumpan yang ditempa habis-habisan di La Masia.

Barcelona membuktikan betapa mereka menghargai Ilaix 2019 lalu saat menggajinya hingga €1 juta per tahun, membuatnya menjadi pemain muda dengan gaji tertinggi dalam sejarah klub.

Ia dan agennya ternyata ingin tiga kali lipat dari angka tersebut dan, mengingat betapa Koeman menyukainya, mungkin kenaikan tersebut bisa dibenarkan. Tetapi presiden Joan Laporta emoh membiarkan Barcelona disandera dengan permintaan semacam itu.

Barcelona tak sudi menyerah pada tuntutan Ilaix dan mengirim ultimatum kepada sang pemain yang kontraknya tinggal setahun: teken perpanjangan sesuai syarat klub, hengkang musim panas ini, atau pilih membusuk setahun di bangku cadangan.

Opsi terakhir terlalu berisiko bagi perkembangan seorang pemain muda, dan Ilaix akhirnya memilih pergi, ke Leipzig dengan mahar €16 juta.

Keputusan ini mungkin akan menghantui Barcelona. Namun langkah ini juga memberikan pelajaran kepada calon jebolan-jebolan La Masia: Barca tidak akan tunduk meski disandera dengan tuntutan uang.

Langkah ini bukan hanya sebagai ajang cuci gudang saja, tetapi juga sebagai cetak biru kebijakan keuangan yang lebih sehat bagi Barca.

Laporta, yang tampak lebih suka cara baik-baik, sampai harus menjadi 'penjahat' demi membersihkan kekacauan hasil kesembronoan Josep Maria Bartomeu.

Ia juga memilih langkah kejam meski menguntungkan soal nasib Emerson Royal. Barcelona mendatangkannya musim panas ini tetapi langsung melepasnya ke Tottenham, dan mengantongi untung hingga €9 juta, setelah membayarkan jatah mereka ke Real Betis.

Mimpi Emerson bermain bagi Blaugrana memang sudah terwujud, namun hanya tiga penampilan sebelum didepak oleh Laporta.

"Saya ingin datang dan merasakan rasanya bermain bagi Barcelona, itu mimpi saya," ujar Emerson kepada Marca. "Saya sakit hati dengan cara mereka. Seharusnya bisa dengan cara lain. Ada cara yang lebih baik untuk memperbaiki situasi."

"Saat tiba, saya yakin Barcelona tak ingin menjual saya, tetapi melihat apa yang terjadi saya tersadar saat mereka merekrut saya, mereka sudah memikirkan cara menjual saya."

Brutal mungkin bahkan tidak cukup untuk menggambarkannya, tetapi inilah cara Laporta mengobati pendarahan ekonomi Barcelona.

Meminjamkan Miralem Phanic ke Besiktas juga salah satu cara mereka melepas pemain yang tak dipakai Koeman tetapi bergaji selangit.

Barcelona belum bisa meminjamkan atau menjual Samuel Umtiti dan kiper cadangan Neto, tetapi berhasil memindahkan Junior Firpo, Jean-Clair Todibo, dan Carles Alena, plus meminjamkan Francisco Trincao ke Wolves.

Barca sampai memohon kepada Gerard Pique, Jordi Alba, dan Sergio Busquets untuk menurunkan gajinya, dan stasiun radio RAC1 telah melaporkan bahwa kini total beban gaji klub sudah turun hingga 85 persen dari pendapatan, padahal awal musim panas ini 110 persen.

Rekrutan anyar Memphis Depay, Sergio Aguero, dan Eric Garcia pun rela digaji lebih rendah, dan semuanya didatangkan secara gratis setelah kontrak mereka habis di klub masing-masing.

Barcelona juga meminjam Yusuf Demir dengan opsi pembelian €10 juta, dan bocah 18 tahun asal Austria itu diprediksi bisa masuk ke skuad utama Blaugrana musim ini.

Meski kepergian Messi, Griezmann, dan Ilaix meninggalkan luka dengan alasan berbeda, dan pemain seperti Emerson menjadi korban situasi, Laporta telah memulai perombakan yang Barcelona perlukan.

Sakit kronis ini memang butuh waktu lama untuk sembuh, tetapi setidaknya Barcelona sudah mulai menelan pil pahit untuk mengobati diri.

Sunday, September 5, 2021

Siap-Siap Kehilangan Pierre-Emerick Aubameyang & Alexandre Lacazette, Arsenal!


 berita bola - Seorang mantan pemain memperingatkan bahwa Arsenal bisa kehilangan duo strikernya

Nigel Winterburn merasa Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette bisa meninggalkan Arsenal begitu bursa transfer Januari dibuka.

Masa depan kedua striker The Gunners itu terus menjadi pertanyaan, apalagi jika mengingat performa buruk Arsenal yang membenamkan mereka di dasar klasemen.

Kontrak Lacazette tinggal satu tahun, sementara Aubameyang seolah tidak sama lagi sejak meneken kontrak baru pada 2020 kemarin, dan mantan bek Arsenal Winterburn mengaku keduanya bisa memikirkan rencana baru jika performa Si Meriam London tak kunjung membaik.

Winterburn menjawab Goal saat ditanya apakah duo striker itu akan menjadi incaran klub lain pada 2022 jika Arsenal tak mampu memperbaiki situasi: "Bisa jadi, tetapi sangat sulit karena Aubameyang meneken kontrak baru, saya akan kaget jika ia minta untuk dijual."

"Penampilannya tidak mumpuni musim lalu, dan ia perlu memperbaikinya dahulu."

"Yang kontraknya tinggal setahun adalah Lacazette, jadi bukan skenario mustahil jika ia pergi saat mendapat tawaran lain."

"Tergantung bagaimana posisi Arsenal di klasemen dan apakah mereka bisa menemukan pengganti."

"Jika mereka merelakan salah satu dari keduanya, maka kami akan kekurangan pemain lini depan."

"Saat ini serdadu kami di sektor tersebut sudah minim, tetapi saat kita tiba di [bursa] Januari nanti, rumor tersebut bisa beredar lagi dengan Arsenal mencoba mencari penggantinya."

Kabar beredar bahwa Lacazette dan Aubameyang bisa direbut dari pelukan Arsenal musim panas ini, namun Winterburn meragukannya.

Ia menambahkan: "Menurut saya itu bukan langkah yang bahkan dipertimbangkan Arsenal."

"Memang Tammy Abraham sempat disebut-sebut akan datang, tetapi saya rasa Arsenal tidak akan melepas pemain di sekotr tersebut tanpa mengamankan penggantinya."

"Kami kekurangan gol, jadi saya tak percaya jika Arsenal akan melepas striker mereka tanpa membeli pemain lain."

"Makin jelas bahwa kesepakatan itu tak akan terwujud, jadi saya tak pernah memercayai rumor itu."

"Lacazette dan Arsenal dikaitkan akan pergi, tetapi bagi saya tidak ada yang spesifik."

"Mustahil keduanya pergi kecuali jika Arsenal punya pengganti mereka."

Arsenal membutuhkan peran Aubameyang dan Lacazette untuk membangkitkan mereka setelah mampu mempertahankan keduanya, dengan pasukan Arteta masih belum menorehak satu poin dan gol pun di tiga laga Liga Primer musim 2021/22.