Monday, December 21, 2020

Deposit Bosku Sudah Kami Proses^^Selamat Bermain Semoga Menang Banyak Bosku


 berita bola - Bintang The Reds asal Mesir itu diklaim sedang mempertimbangkan masa depannya usai frustrasi dengan situasi di Anfield.

Mohamed Salah kini tidak bahagia di Liverpool dan The Reds mungkin akan menjual bintang mereka asal Mesir itu, menurut mantan rekan internasionalnya, Mohamed Aboutrika.

Aboutrika mengatakan winger 28 tahun itu sangat frustrasi karena tidak dipercaya menjadi kapten tim untuk pertandingan Liga Champions melawan FC Midtjylland, meski pun tampaknya ada alasan lain mengapa ia tidak lagi bahagia di Anfield.

"Saya menelepon Salah dan bertanya tentang situasinya di Liverpool dan ia kesal, namun itu tidak akan pernah mempengaruhi penampilannya di lapangan," kata Aboutrika kepada beIN Sports.

"Saya tahu Salah tidak bahagia di Liverpool, ia memberi tahu saya alasan mengapa dirinya tidak bahagia namun itu rahasia kami dan saya tidak bisa membicarakannya di depan umum. Salah satu alasan yang membuat Salah marah adalah karena ia tidak dipercaya menjadi kapten melawan Midtjylland."

Salah secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya setelah tidak diberi ban kapten melawan Midtjylland, mengatakan kepada AS bahwa dirinya "sangat kecewa" dengan keputusan tersebut.

Eks penyerang AS Roma dan Chelsea itu sempat diyakini akan diberi tugas sebagai kapten karena statusnya sebagai pemain yang paling berpengalaman di tim, namun ternyata kalah dari Trent Alexander-Arnold yang terpilih meski baru berusia 22 tahun.

Salah kemudian dicadangkan saat Liverpool bertandang ke markas Crystal Palace dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (19/12) kemarin, dengan Jurgen Klopp berdalih melakukan rotasi. Meski tampil sebagai pengganti, Salah tetap bersinar dan mencetak dua gol yang mewarnai kemenangan telak Liverpool 7-0 atas Palace.

Dalam wawancara yang sama, Salah juga menegaskan kekagumannya kepada Real Madrid dan Barcelona, dua klub yang memang sering dikaitkan dengan rumor transfer dirinya.

Aboutrika meyakini sahabat sekaligus mantan rekannya di tim nasional Mesir itu akan pindah ke salah satu raksasa La Liga tersebut, suatu hari nanti, mengatakan bahwa Liverpool tidak akan sanggup menolak tawaran mewah.

"Jika Salah adalah seorang pemain Real Madrid atau Barcelona, dan bermain di level yang sama dengan Liverpool, ia akan memenangkan Ballon d'Or, dan normal bagi sebuah surat kabar Spanyol untuk bertanya kepada Salah tentang Real Madrid dan Barcelona," lanutnya.

"Menurut saya, Liverpool sedang mempertimbangkan untuk menjual Salah karena faktor finansial."

"Saya tidak memiliki pengaruh apa pun atas keputusan Salah, ia adalah sahabat dan saudara saya, dan ia cukup pandai untuk mengetahui apa yang terbaik untuknya."

Sunday, December 20, 2020

Cristiano Ronaldo Capai Prestrasi Serie A Italia Yang Terakhir Terlihat 59 Tahun Lalu


 berita bola - Ronaldo mencetak dua gol lawan Parma sehingga menyamai rekor Sivori, pemain terakhir yang mencetak 33 gol Serie A dalam satu tahun kalender pada 1961.

Cristiano Ronaldo menjadi hanya pemain keempat yang mencetak sedikitnya 33 gol Serie A Italia dalam satu tahun kalender dengan menyumbang dua gol dalam kemenangan Juventus 4-0 atas Parma, Minggu (20/12) dini hari WIB.

Ronaldo mencetak gol di masing-masing babak, dan dengan kemenangan ini Bianconeri memiliki poin yang sama dengan Inter Milan dan hanya tertinggal satu angka dengan AC Milan, namun kedua rival masih menyimpan satu pertandingan di tangan.

Dengan prestasi itu, Ronaldo menyamai catatan gol mantan striker Juventus, Omar Sivori, yang bertahan sejak 1961. Bintang asal Portugal berusia 35 tahun itu bergabung sebagai peringkat ketiga yang mencetak gol terbanyak dalam satu tahun di belakang Gunnar Nordahl (36 pada 1950) dan Felice Borel (41 pada 1933).

Ronaldo memiliki peluang untuk naik peringkat karena Juventus masih memiliki satu pertandingan tersisa pada 2020, yakni menjamu Fiorentina, Rabu (23/12) dini hari WIB.

Andrea Pirlo memberi pujian untuk Ronaldo, dan sang pelatih juga mengaku senang dengan performa tim secara keseluruhan.

"Malam ini adalah Juventus yang ingin saya lihat. Kami perlu memenangkan pertandingan ini. Striker-striker kami, Cristiano dan Alvaro [Morata] perlu kembali ke jalur mencetak gol. Kami perlu bekerja sebagai kolektif dan Aaron Ramsey juga memiliki permainan yang sangat bagus," ujar Pirlo kepada wartawan.

"Kami perlahan-lahan mencapai apa yang kami semua inginkan, bukan hanya saya, tapi juga para pemain. Saya suka utamanya tekanan tinggi ketika lawan memiliki bola, kami bisa memenangkan kembali dengan cepat dan itu memungkinkan kami untuk mengontrol permainan. Semangat itu masuk ke dalam diri para pemain dan kami meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan lain."

"Kami sekarang sadar bahwa kami berada di jalur yang tepat, bahkan kami akan memiliki sikap ini di setiap pertandingan apakah kami melawan Parma atau Barcelona. Kami harus menekan dengan tinggi, menjadi agresif, dan memenangkan kembali bola sehingga kami bisa mengontrol permainan."

Ronaldo mencetak 33 gol dari 174 upaya, 67 lebih banyak dari pemain mana pun. Ia mencetak gol-gol itu dengan rincian 27 gol dengan kaki kanan, empat dengan kaki kiri, dan dua dengan sundulan kepala.

Robert Lewandowski, yang mendapat penghargaan Pemain Terbaik FIFA, mencetak 32 gol di ajang Bundesliga Jerman sejak 1 Januari, sedangkan bintang Barcelona Lionel Messi hanya mencetak 18 gol di La Liga Spanyol pada tahun yang sama.

Saturday, December 19, 2020

Ole Gunnar Solskjaer: Manchester United Bikin Saya Ubanan!


 berita bola - Solskajer mengakui pekerjaannya melatih Setan Merah telah membuat rambutnya cepat memutih.

Jelang peringatan dua tahun melatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa pekerjaannya ini telah menghasilkan banyak uban pada rambutnya.

Tingkat stres tinggi memang jadi dampak tak terelakkan dari seorang pelatih sepakbola, terlebih jika harus menangani klub sekaliber Man United. Itulah yang dirasakan oleh Solskjaer, yang pada Sabtu (19/12) besok merayakan peringatan dua tahun melatih Setan Merah.

Meski mengaku menikmatinya, Solskjaer tak membantah jika pekerjaan ini sering membuatnya pusing. Terbaru, Solskjaer harus memutar otak saat United sempat tertinggal melawan Sheffield United sebelum akhirnya menang 3-2.

"Saya benar-benar menikmati dua tahun terakhir ini, meski laga seperti ini membuat rambut saya memutih secara cepat," kata Solskjaer.

"Saya tidak suka berbicara tentang apa yang telah kami capai atau tentang di posisi mana kami berada. Saya tidak menikmatinya sedikit pun."

"Saya lebih suka menatap ke depan dan saya tahu masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk bisa mencapai standar yang saya inginkan. Itulah yang terus kami upayakan setiap hari."

United akan menghadapi Leeds United di Old Trafford pada Minggu (20/12) mendatang. Laga ini tadinya boleh disaksikan 2000 penonton, tapi akhirnya ditunda setelah pemerintah Inggris memasukkan kota Manchester ke dalam kategori tiga zona restriksi Covid-19.

Solksjaer pun menilai perubahan kebijakan ini bakal menguntungkan Leeds. "Kami tidak sabar untuk melihat fans kembali. Ini akan jadi keuntungan buat mereka [Leeds] karena siapa pun menyukai dukungan dari fans. Mari kita tunggu, semoga di kesempatan berikut fans boleh diizinkan masuk."

Laga melawan Leeds ini menandai duel kedua tim untuk pertama kali di Liga Primer Inggris sejak 2004.

Namun, Setan Merah diragukan menang lantaran punya rekor buruk di Old Trafford, dengan baru menang sekali dalam enam laga kandang di EPL musim ini. Hal ini berbanding terbalik dengan rekor tandang mereka di mana Bruno Fernandes dkk. mengukir rekor 100 persen kemenangan.

"Ini bukan karena masalah mental," imbuh Solskjaer. "Terkadang, segalanya tergantung pada detail kecil. Besok Minggu, kami akan menghadapi lawan yang akan menyulitkan kami, tapi ini akan menjadi laga yang terbuka. Leeds adalah tim yang sangat menghibur."

Friday, December 18, 2020

Alvaro Morata Bikin Andrea Pirlo Marah Saat Juventus Ditahan Atalanta, Ada Apa?


 berita bola - Pirlo frustrasi Bianconeri gagal meraih hasil sempurna di kandang saat menghadapi Atalanta.

Andrea Pirlo mengakui kegagalan besar Alvaro Morata dalam memanfaatkan peluang dalam duel antara Juventus dan Atalanta yang berakhir imbang 1-1 membuatnya sangat marah.

Juve gagal meraih kemenangan kelima secara beruntun di semua kompetisi setelah Remo Freuler membatalkan keunggulan Bianconeri lewat tembakan indah Federico Chiesa dalam lanjutan Serie A di Allianz Stadium, Kamis (17/12) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo juga menyia-nyiakan kesempatan untuk menyegel tiga poin karena gagal mengeksekusi penalti di babak kedua, itu merupakan kegagalannya keempatnya menembak bola dari titik putih dari total 30 penalti bagi Juve di semua kompetisi.

Pirlo tidak terlalu mempermasalahkan kegagalan Ronaldo, namun ia tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas kecerobohan Morata di awal babak pertama.

Striker internasional Spanyol, yang telah membukukan sembilan gol di semua kompetisi musim ini, secara aneh melakukan tendangan tumit yang melebar dari gawang yang kosong setelah sebelumnya memberikan umpan yang buruk kepada Ronaldo.

Soal gagal penalti Ronaldo, Pirlo mengatakan kepada media: "Sangat disayangkan karena itu akan membantu kami untuk terus melaju, tapi hal-hal seperti ini bisa terjadi."

"Kegagalan Morata membuat saya sangat marah, itu adlah sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Peluang itu bisa mengubah jalannya pertandingan ke arah tertentu. Sebagai pemain harusnya memiliki kejelasan untuk membuat pilihan yang tepat dan ia tidak melakukannya. Terlepas dari itu, ia menunjukkan penampilan yang hebat. Kebetulan terkadang gol tidak bisa dicetak."

Selain membuang-buang peluang, Juve juga harus menghadapi kegemilangan kiper Atalanta, Pierluigi Gollini yang selain sukses menghentikan penalti Ronaldo juga mampu meredam aksi-aksi Morata dan Weston McKennie.

Hasil imbang lawan Atalanta membuat Juventus memiliki enam hasil seri dari 12 pertandingan awal Serie A musim ini, catatan pertama sejak 1984/85 ketika mereka finis keenam.

Thursday, December 17, 2020

Jose Mourinho Mengeluh: Jika Saya Bertingkah Seperti Jurgen Klopp, Pasti Langsung Diusir!


 berita bola - Mourinho menilai tidak ada standar yang jelas ketika menyangkut sikap seorang manajer di pinggir lapangan setelah timnya dibekuk Liverpool di Anfield.

Pelatih kepala Tottenham Hotspur Jose Mourinho merasa diperlakukan berbeda dari manajer Liga Primer Inggris lainnya, mengklaim dia akan diusir jika berperilaku seperti juru taktik Liverpool Jurgen Klopp.

Anak asuh Mourinho kalah 2-1 dari The Reds secara dramatis pada Kamis (17/12) dini hari WIB tadi, ketika sundulan Roberto Firmino pada menit ke-90 menghadirkan gol kemenangan untuk tim tuan rumah, sekaligus membuat mereka menguasai puncak klasemen.

Spurs hanya memiliki 24 persen penguasaan bola dan dua tembakan tepat sasaran dibandingkan dengan 11 yang dilakukan Liverpool, tetapi mereka harusnya bisa meraih satu poin atau bahkan tiga jika Steven Bergwijn dan Harry Kane menyelesaikan peluang bagusnya di babak kedua.

Di akhir pertandingan, Mourinho dan Klopp terlihat berbincang di pinggir lapangan. Ketika ditanya oleh Amazon apa yang diobrolkan, Mourinho menekankan kepada Klopp bahwa Spurs pantas memenangkan pertandingan dan ada standar ganda dalam hal bereperilaku di ‘touchline’.

"Saya mengatakan kepadanya tim terbaik yang kalah dan dia tidak setuju, tapi itu pendapatnya," kata Mourinho tentang Klopp. "Jika saya berperilaku seperti dia di pinggir lapangan, saya tidak akan bertahan di sana [saya pasti diusir]. Kok bisa begitu? Untuk sejumlah alasan, saya dianggap berbeda."

Berbicara kepada BBC, Mourinho menambahkan bahwa dia merasa Klopp dan bangku cadangan Liverpool memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada ofisial untuk mencoba membuat Giovani Lo Celso menerima kartu kuning kedua, yang lantas memaksanya untuk mengeluarkan pemain Argentina itu setelah menit ke-58.

"Pertandingan selalu dalam kendali. Saya merasa ini adalah hasil yang sangat tidak pantas, tapi itulah sepakbola," tambah Mourinho. "Pada jeda babak pertama kami sedikit mengubah strategi, tetapi secara keseluruhan permainan selalu terkendali dan saya sangat senang dengan performa yang ditunjukkan.

“Pergantian yang dilakukan adalah untuk menemukan situasi serangan balik yang kami lakukan dengan segera, tetapi dengan kartu kuning Gio dan tekanan luar biasa yang diberikan orang-orang ini di pinggir lapangan pada ofisial, saya takut dengan kartu kuning [tambahan] dan saya harus menariknya keluar. Saya bukan orang yang akan berbicara dengan kolega saya tentang perilaku mereka di pinggir lapangan.”

Spurs kini turun ke posisi kedua seturut kekalahan dari juara bertahan, yang unggul tiga poin di puncak klasemen. Meski begitu, Mourinho merasa lawannya pada malam tadi tidak menunjukkan diri sebagai pemegang gelar.

"Performa yang sangat bagus, tentu saja ada beberapa kesalahan, beberapa hal untuk ditingkatkan, hasil yang sangat tidak adil. Tim saya mengatakan kepada saya bahwa saya benar ketika saya mengatakan sejak awal musim kami menjalani setiap pertandingan untuk menang. Kami bermain melawan juara di stadion mereka dan kami memiliki peluang terbaik untuk menang," tambah Mourinho kepada Amazon.

"Tim ini brilian. Hari ini Liverpool tidak terlihat seperti tim berstatus juara; juara Eropa, juara dunia - itu tidak terlihat di lapangan."

Wednesday, December 16, 2020

Jose Mourinho: Harusnya Manchester United Beri Saya Lebih Banyak Waktu


 berita bola - Mourinho menilai ia tidak diberi waktu yang cukup untuk menjalankan proyeknya selama menjadi manajer di Old Trafford.

Jose Mourinho yakin bisa bertahan di Tottenham Hotspur untuk jangka panjang setelah merasa tidak diberi cukup waktu untuk menyelesaikan proyeknya di Manchester United.

Mourinho, yang baru-baru ini merayakan satu tahun kepemimpinannya di Spurs setelah menggantikan Mauricio Pochettino musim lalu, sukses membawa Spurs terbang tinggi di awal musim 2020/21.

Spurs menempati urutan pertama di tabel klasemen Liga Primer dengan unggul selisih gol atas Liverpool, yang akan mereka hadapi di pekan ke-13 pada Kamis (17/12) dini hari WIB nanti.

Mourinho bergabung dengan Spurs 11 bulan seusai dipecat Setan Merah, meninggalkan klub tersebut setelah hanya bertugas selama dua setengah tahun.

Dengan pengalamannya mendulang sukses yang relatif cepat bersama beberapa klub di awal kariernya, Mourinho mengatakan bahwa United adalah proyek jangka panjang yang justru dipotong lebih cepat saat dia dipecat.

"Dalam periode tertentu dalam karier saya, dengan profil klub yang saya pegang, kami tidak membutuhkan banyak waktu untuk meraih kesuksesan," kata Mourinho.

"Kami melakukannya di Porto, Inter, Real [Madrid], Chelsea, dua kali, kami melakukannya tanpa perlu waktu lama dan juga keinginan saya untuk mencoba hal yang berbeda dan keinginan gila saya untuk pergi ke banyak negara, dan mencoba untuk menjadi juara, dan mencoba untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda di banyak negara yang berbeda, itu sempurna karena semuanya tentang menang dan perpisahan, dan mari kita coba hal lain.

“Klub pertama di mana saya merasa membutuhkan waktu tetapi waktu justru tidak diberikan adalah di Manchester United, karena saya merasa bahwa saya pergi di tengah proses, tetapi saya belajar sejak dini untuk menghormati keputusan, dan itu saya lakukan di United.

"Kami melakukan apa yang kami lakukan, kami melakukan apa yang mungkin untuk dilakukan, dan kami terus maju ke depan. Saya bahagia, mereka bahagia, dan kami memiliki hubungan yang hebat, yang merupakan sesuatu yang selalu saya banggakan, ketika saya meninggalkan klub. Saya menjaga hubungan yang sangat baik dengan semua orang, dan United adalah satu lagi contohnya."

Mourinho sekarang telah menjadi manajer selama lebih dari 20 tahun, mencapai kesuksesan besar hampir di mana pun dia berada. Dengan usianya yang sekarang menginjak 57 tahun, dia yakin bisa bertahan di Spurs untuk jangka panjang.

“Sekarang, di Tottenham saya tahu profil pekerjaan yang saya miliki, dan sampai sekarang saya sangat, sangat menikmati pekerjaan di klub, saya yakin klub ini senang bekerja dengan saya, jadi saya melihat diri saya bertahan untuk waktu yang lama, tetapi jika kami dapat mempercepat prosesnya, seperti kami berakselerasi, dan melakukan hal-hal baik seperti yang kami lakukan, tentu kami tidak akan membuang-buang waktu,” tutup Mourinho.

Tuesday, December 15, 2020

Neymar: Tuhan Selamatkan Saya...


 berita bola - Sang bintang PSG lega setelah mengetahui cederanya saat melawan Lyon tidak separah yang diperkirakan banyak orang.

Bintang Paris Saint-Germain, Neymar bersyukur kepada Tuhan karena menyelamatkan dirinya dari cedera serius setelah klub Ligue 1 itu menyatakan masalah pergelangan kakinya tidak parah.

Penyerang asal Brasil itu ditandu keluar lapangan sembari menangis kesakitan beberapa saat sebelum duel lawan Lyon yang berakhir dengan kekalahan 1-0 untuk PSG berakhir. Ia mendapat terjangan dari Thiago Mendes, yang kemudian dikartu merah usai tinjauan VAR.

Meski pun Neymar tampak begitu kesakitan saat dibawa keluar lapangan, kampiun Prancis mengungkapkan bahwa pemeriksaan pada pergelangan kakinya hanya menunjukkan sekadar keseleo, bukannya patah tulang seperti perkiraan.

Pemain berusia 28 tahun itu mengatakan Tuhan telah menyelamatkannya dan berjanji untuk bangkit dari masalah tersebut secepat mungkin.

"Bisa jadi lebih buruk, tapi sekali lagi Tuhan menyelamatkan saya dari sesuatu yang serius. Tangisan saya adalah kesakitan, putus asa, ketakutan, kesedihan, operasi, kruk dan kenangan mengerikan lainnya," tulis Neymar di Instagram.

"Saya berharap untuk pulih dan kembali secepat mungkin."

Neymar harus berjuang melawan beberapa cedera serius sepanjang kariernya di PSG, termasuk patah tulang metatarsal pada 2017/18 dan 2018/19 yang membuatnya absen total selama lebih dari 30 pertandingan dalam beberapa periode.

Ayahnya, Neymar Sr., meyakini putranya tidak mendapat perlindungan yang cukup dari wasit di lapangan dan seringkali menjadi korban cedera.

"Sial... berapa lama lagi? Kami telah membicarakan hal ini begitu sering, kami telah menggarisbawahi ekses kekerasan," tulis Neymar Sr. di Instagram.

"Mengapa tidak mengentikannya sejak awal, ketika pelanggaran pertama, mengapa menunggu hingga pelanggaran ketujuh, kedelapan, kesembilan?"

"Tidak ada tindakan yang diperlukan sepanjang pertandingan, di mana Neymar sering dilanggar dan menjadi sasaran kekerasan."

"Itu membuat para pemain tidak takut dan terus bersikap seperti itu [keras]. Jika hal-hal semacam ini dibiarkan terus berlanjut, sepakbola akan benar-benar mengalami kerugian besar."

"BERAPA LAMA LAGI KORBAN CEDERA MENJADI PIHAK YANG SALAH?"

Neymar selanjutnya akan berpacu dengan waktu dalam menjalani pemulihan cederanya sebelum bisa tampil menghadapi mantan klubnya, Barcelona di babak 16 besar Liga Champions pada Februari.