Saturday, July 31, 2021

Siapa Itu Kaide Gordon? Wonderkid Liverpool Yang Membuat Jurgen Klopp Terpesona


 berita bola - Gordon tampil impresif di pramusim tim utama Liverpool setelah tiba dari Derby County pada Januari lalu.

Tidak butuh waktu lama bagi Kaide Gordon untuk membuat jejak di Liverpool.

Gordon baru bergabung ke Anfield pada Januari lalu, tapi pemain berusia 16 tahun itu sudah bisa membuat Jurgen Klopp memperhitungkan dirinya.

Gordon tentu saja terkesan setelah dipanggil ke skuad senior Klopp untuk kamp platihan pramusim di Austria. Setelah tampil dalam pertandingan mini 30 menit lawan FC Wacker Innsbruck pada pekan lalu, ia kembali menarik perhatian saat bermain selama 45 menit lawan tim Bundesliga Jerman, Mainz, pada Jumat, bersama pemain-pemain seperti Divock Origi, Takumi Minamino, dan Curtis Jones.

"Pemain yang tepat", adalah bagaimana salah satu sumber di Anfield menggambarkan sang remaja. Gordon adalah pemain sayap yang lincah dan terampil dengan sentuhan pertama yang harus, keseimbangan yang sangat bagus, dan kecenderungan untuk bermain dengan kepala tegak. Tidak heran kalau Klopp menyukai dia.

Dan tidak heran juga, bahwa Liverpool sangat ingin mengontraknya dari klub Championsip, Derby County, dalam kesepakatan yang pada akhirnya menelan biaya sebesar £3 juta ($4 juta).

"Kekalahan kami jelas merupakan keuntungan Liverpool," ujar Darren Wassall, direktur akademi Derby, kepada Goal.

"Kaide adalah talenta spesial, dan senang melihat dia sudah melakukannya dengan bagus dan memberi kesan yang baik. Semua orang di sini membicarakan dia."

Wassal melihat perkembangan Gordon dari dekat di Derby, dan ia sangat mengenal keluarga yang juga bekerja dengan masing-masing dari tiga saudara laki-lakinya.

"Ada Kellan, yang bermain di [klub League Two] Mansfield," katanya. "Lalu, ada Keldon, yang meninggalkan kami di U-16 dan sekarang bermain di non-liga."

"Setelah itu ada Kaide, dan akhirnya Chase, yang bersama kami di U-14. Ini pastinya adalah keluarga sepakbola."

Kaide adalah seseorang yang muncul paling cepat. Ia sudah bermain di Championship, tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Birmingham City pada Desember lalu.

"Ia pantas mendapatkannya," ujar bos Derby Wayne Rooney, salah satu pahlawan masa kecil Gordon.

"Saya membawanya berlatih selama sepekan untuk melihat bagaimana dia bereaksi dan dia adalah salah satu pelatih terbaik."

"Ia telah berlatih di level yang sama - jika tidak ke level yang lebih baik - ketimbang banyak pemain lain."

Sebulan kemudian, Gordon menuju Merseyside.

"Kami semua hancur ketika dia memberitahu kami kalau dirinya akan pergi," ujar Wassal. "Karena ia bukan hanya anak yang hebat, tapi dia juga menyenangkan untuk ditonton."

"Ia membuat Anda bersemangat sebagai pemain, dan mereka adalah tipe orang yang Anda inginkan sebagai pelatih."

Gordon tidak butuh waktu lama untuk menemukan kakinya di Liverpool. Ia beradaptasi dengan baik bersama tim U-18 besutan Marc Bridge-Wilkinson, dengan mencetak enam gol dari empat penampilan di akhir musim, dan dia mengakhiri musim dengan tampil untuk tim U-23 besutan Barry Lewtas di Leicester City.

"Anak itu bisa bermain," demikian vonis Lewtas ketika berbicara dengan Goal setelah itu.

Kini, ia bersama tim utama, bertemu dengan orang-orang seperti Mo Salah, Sadio Mane, dan Virgil van Dijk setiap hari. Kabar dari Austria adalah bahwa pemain muda ini telah membebaskan dirinya dengan baik, dalam beberapa pekan yang intens.

"Ia pastinya tidak akan merasa kagum," ujar Wassal. "Karena kemampuannya, ia memiliki keyakinan bahwa dia merasa harus bergaul dengan yang terbaik. Ia tidak malu atau gugup, dia menerima tantangan itu."

"Bahkan, fakta bahwa ia bersedia pindah ke Liverpool, ketika dia masih di sekolah, memberitahu Anda sesuatu tentang dia. Ia mengetahui kemana ingin pergi, dan dia ingin sampai di sana secara cepat."

Jadi, apa yang menandai Gordon, yang baru berusia 17 tahun hingga Oktober, sebagai talenta yang spesial?

"Dalam hal kekuatan menyerang, ia sungguh memiliki segalanya," ujar Wassal. "Ia memiliki keseimbangan, kesadaran, sentuhan yang luar biasa. Pemilik tendangan kaki kiri sepertinya selalu diberkati dengan tongkat sihir, dan dia pasti mendapatkannya!"

"Ia sangat pendiam di luar lapangan, tapi di sana dia menjadi hidup. Ia hanya suka bermain sepakbola, dan ketika Anda melihat dia bermain, itu terlihat mudah."

"Anda tidak bisa melatih beberapa hal yang dia miliki. Ia memiliki otak sepakbola yang bagus, dan pengambilan keputusannya sangat bagus. Ada banyak pemain yang memiliki teknik atau kecepatan yang hebat, tapi mereka tidak mengetahui kapan harus memberi passing, kapan harus menggiring bola, kapan memainkan satu sentuhan. Kaide melakukan itu semua."

"Ia menjaga permainan tetap simpel, dengan mengetahui kalau dia memiliki segalanya di loker. Ia bisa melakukan apa saja dengan sepakbola, tapi dia membuat keputusan yang tepat lebih sering daripada tidak, itulah yang dilakukan pemain-pemain terbaik."

Wassal menambahkan: "Ia bisa bermain di mana saja di semua sisi serangan juga. Kami memainkan dia di kedua sayap dalam formasi 4-3-3, tapi dia pastinya bisa bermain sebagai No.10 atau No.8, karena dia adalah seorang atlet dan mengatasi bola dengan bagus. Ia bisa pergi dengan dua arah, yang merupakan aset besar bagi setiap pemain menyerang."

"Seorang prospek yang menarik, kemudian, buat fans Liverpool, meski adil untuk memperingatkan bahwa ada keajaiban remaja lainnya di Anfield dalam beberapa tahun terakhir yang belum cukup memenuhi tagihan besar.

Tidak semua orang adalah Rooney, Trent Alexander-Arnold, atau Steven Gerrard secara alami. Talenta di usia 16 tahun tidak selalu sama dengan kemajuan tim utama pada usia 21 tahun.

Potensi Gordon, bagaimana pun, sangat besar, dan Wassal percaya ada setiap peluang bagi dia untuk memiliki karier yang sangat kuat dalam permainan.

"Teruslah tantang dia, ujarnya. "Itulah masalah besar dengan pemain-pemain seperti Kaide. Mereka membutuhkan tantangan sepanjang waktu, jadi itu tidak mudah."

"Jika karena kemampuannya, maka Kaide akan memiliki karier yang sangat bagus. Sisanya terserah dia; bagaimana dia menangani dirinya sendiri, bagaimana dia menghadapi pujian dan kritik."

"Jika ia melakukannya dengan benar, maka bakatnya bisa membawa dia ke mana saja."

Untuk saat ini, fans Liverpool akan menikmati aksi cemerlang Gordon bersama tim utama, mengetahu bahwa ia kemungkinan akan kembali ke akademi ketika musim dimulai pada bulan depan.

Setelah itu; siapa yang tahu? Mungkin lari di U-23, beberapa ekspos di Football League Trophy mungkin? Bahkan, mungkin kesempatan bersama di tim utama di Carabao Cup?

Wassal punya ide lain.

"Kami akan mendapatkannya dengan status pinjaman, jika Liverpool menyukainya! ujarnya sambil bercanda. "Itu akan bagus, bukan?"

No comments:

Post a Comment