Tuesday, October 31, 2023
BEDAH BUKTI: Harusnya Sneijder, Iniesta, Lewandowski, Haaland! Benarkah Messi 'PERAMPOK' Ballon D'Or Terbesar Dalam Sejarah?
berita bola - Jika pertimbangannya gelar, Sneijder, Iniesta, Lewandowski dulu layak rengkuh Ballon d'Or, bahkan Haaland. Tapi, regulasi punya caranya sendiri.
Satu nama yang selalu disorot tajam ketika malam gala Ballon d'Or dalam beberapa musim terakhir adalah Lionel Messi. Perdebatan dan ragam klaim 'teori konspirasi' pun mencuat ketika sang megabintang Argentina berhasil memenangkannya.
Lebih dari sedekade lalu, Messi secara kontroversial memenangkan penghargaan paling bergengsi bagi pesepakbola itu dengan mengalahkan Wesley Sneijder yang nyata-nyata saat itu menyingkirkan Barcelona-nya La Pulga untuk meraih treble winners historis bersama Inter Milan.
Demikian juga kala legenda Barcelona yang tak lain adalah eks rekan Messi di klub Catalans, Andres Iniesta, membuat pencapaian yang seolah semesta mendukungnya untuk keluar sebagai pemenang, tapi akhirnya juri menetapkan Messi adalah yang terbaik di edisi Ballon d'Or 2012.
Kisah menggetirkan yang kurang lebih serupa dialami Robert Lewandowski. Bahkan di musim terbaiknya sepanjang barkarier pada 2020, Ballon d'Or ditiadakan dengan alasan pandemi Covid-19, tapi semusim berselang Lewy yang membuat total 50 gol di seluruh ajang hanya dalam 46 penampilan juga harus duduk sebagai runner-up untuk melihat Messi lagi-lagi dianugerahi penghargaan prestisius itu.
Hari ini, fans sepakbola berbondong-bondong seolah bersepakat, Messi kembali 'merampok' Ballon d'Or yang semestinya dimenangkan Erling Haaland setelah nama terakhir menorehkan treble winners historis bersama Manchester City ditambah angka-angka gila yang mengiringi performanya sepanjang musim lalu.
Lantas, benarkah Ballon d'Or kedelapan Messi diraih dengan cara culas? Dianakemaskan FIFA? Apakah hanya karena juara Piala Dunia 2022 lantas mengabaikan gebrakan sensasional para rivalnya setahun ke belakang? Mari kita buktikan.
Regulasi Ballon d'Or
Untuk mendudukkan perdebatan di atas, perlu diketahui dulu tiga regulasi yang telah ditetapkan sebagai alat ukur juri -- yang merupakan jurnalis sepakbola dari negara-negara yang berada di ranking 100 besar FIFA -- dalam menentukan siapa yang layak memenangkan penghargaan ini.
Mengapa Messi kembali juara Ballon d'Or kalahkan Haaland?
Sebagaimana bila ditinjau dari tiga aspek di atas, Ballon d'Or lebih menitikberatkan pada sisi keunggulan pribadi dibanding prestasi yang dibuat oleh seorang pemain dalam hitungan kalender musiman. Namun, bukan berarti raihan gelar juara tidak dipertimbangkan.
Musim lalu, Messi memang jelas kalah telak dengan jumlah gol yang dikoleksi Haaland. Bintang muda Norwegia itu mencetak 36 gol plus 8 assist di Liga Primer Inggris 2022/23. Sedangkan Messi, membuat 16 gol berikut 16 assist.
Sayangnya, mencetak gol bukanlah representasi dari etos kerja terbaik seorang pemain di atas lapangan. Jika jumlah gol yang dijadikan tolok ukur utama, apa kabar Fabio Cannavaro atau Luka Modric kala memenangkan Bola Emas ini? Tapi, bagaimana kontribusi selama 90 menit, serta aksi-aksi individual maupun kolektif yang memiliki bobot poin tersendiri.
Misalnya untuk urusan tembakan ke gawang, Messi rerata membuat 4 shots, mengalahkan jumlah rerata tembakan Haaland [3,5] selama semusim. Messi juga rajin membagi bola untuk rekan-rekannya, dengan itu terangkum dalam 2,9 umpan kunci yang dihasilkannya per pertandingan, bandingkan milik Haaland yang hanya 0,9.
Haaland memang jago mencetak gol, tapi dia lagi-lagi kalah telak dari Messi soal dribel. La Pulga rerata membuat 3,2 dribel per laga, bandingkan dengan Haaland yang hanya melakukan 0,3 dribel per 90 menit.
Rata-rata operan bola yang dihasilkan Haaland juga terbilang rendah, hanya menyentuh 13,7 per laga. Sedangkan Messi, mampu mengalirkan bola sebanyak 60,3 per 90 menit.
Akurasi umpan Messi juga jauh lebih presisi ketimbang Haaland, dengan 83,1% berbanding 74,8%. Bagaimana dengan umpan jauh dan terobosan? Lagi-lagi Messi mengungguli Haaland.
Messi rerata melepaskan long ball 2,7 per laga, sementara Haaland hanya menyentuh 0,1. Nama pertama juga membaut 1,2 umpan terobosan setiap pertandingan, sedangkan Haaland masih di angka 0,1.
Bicara mengenai komparasi gelar juara? Siapa pun bisa bersepakat, Haaland sungguh fenomenal, di usia 23 tahun telah mempersembahkan treble winners bersejarah bagi Man City.
Tapi, apakah itu cukup untuk mengalahkan Messi, yang dia pun bukannya tanpa trofi di musim lalu? Megabintang 36 tahun itu juga meraih 'triple' gelar di level klub dan negara.
Usai memberi gelar ganda bagi PSG, yakni juara Trophee des Champions dan Ligue 1 di edisi 2022/23, Messi bak menamatkan sepakbola dengan membawa Argentina secara dramatis juara Piala Dunia 2022, dengan di akhir turnamen dia diganjar penghargaan Bola Emas alias predikat pemain terbaik turnamen.
Torehan Piala Dunia tentu jadi kepingan puzzle tersisa dalam perjalanan karier sepakbola fantastis Messi selama ini setelah dirinya meraih seluruh gelar juara yang tersedia di kancah klub.
Jadi, apakah Messi 'perampok' terbesar Ballon D'Or?
Bagaimana cara Messi mengalahkan Haaland tahun ini, begitulah La Pulga mengalahkan nama-nama mentereng macam Sneijder, Iniesta, Lewandowski hingga Cristiano Ronaldo di masa lalu untuk bisa menjadi kolektor Ballon d'Or yang di lemari pribadinya kini terpampang 8 Bola Emas.
Namun, haters akan tetap menjadi haters. Tinta emas yang telah digoreskan Messi dalam sejarah sepakbola modern, akan tetap menjadi satu pemandangan kontroversial bagi mereka yang kontra.
Perdebatan sampai kapan pun akan tetap ada, namun superstar Inter Miami itu akan mengakhiri perjalanan panjang sepakbolanya dengan sangat paripurna!
Monday, October 30, 2023
Roy Keane: Pep Guardiola & Erling Haaland Cuma Pura-Pura Cekcok Padahal Senang Bantai Manchester United!
berita bola - Roy Keane mengecam Pep Guardiola atas apa yang dia anggap sebagai diskusi sia-sia antara Erling Haaland dan bos Manchester City.
APA YANG TERJADI? Di Old Trafford, Haaland mencetak dua gol dalam kemenangan meyakinkan 3-0. Pemain Norwegia itu mencetak gol pertamanya di babak pertama dari titik penalti, dan jika Andre Onana tidak melakukan penyelamatan bagus sebelum turun minum, dia mungkin bisa menambah gol kedua. Setelah jeda, pemain berusia 23 tahun itu akhirnya mencetak gol keduanya, mengirimkan sundulan melewati Onana sebelum memberi umpan kepada Phil Foden untuk gol ketiga. Guardiola menarik Haaland untuk berbincang dan tampak seperti cekcok ringan menyusul kemenangan meyakinkan tersebut, di mana mereka membahas perbedaan antara sundulannya di babak pertama dan kedua. Keane mengecam pelatih Catalan itu atas apa yang dia lihat sebagai tindakan teatrikal ketika dia ditanyai tentang hal ini di studio.
APA KATANYA: Dia menjelaskan kepada Sky Sports: "Ini semua untuk pertunjukan. Itu semua untuk pertunjukan. Anda bisa ngobrol di ruang ganti. Apa masalahnya? Sundulan yang bagus tapi Anda tidak perlu berada di lapangan membicarakan hal itu selama lima menit. Turun saja ke terowongan dan nikmati kemenangan kalian."
POIN KRUSIAL: Kemenangan ini mungkin akan menjadi tiga poin krusial dalam perebutan gelar juara Liga Primer musim ini, dan City tentu saja menikmati kemenangan mereka. The Citizens kini berada di peringkat kedua bersama Arsenal dan tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen Tottenham Hotspur.
APA SELANJUTNYA? Pasukan Guardiola tidak memiliki jadwal pertandingan di tengah pekan karena tersingkir dari Piala Carabao lebih awal. Mereka akan beraksi di akhir pekan saat menghadapi Bournemouth pada Sabtu, 4 November.
Sunday, October 29, 2023
Manchester Itu BIRU, Bung! Erling Haaland Bawa City Bantai Man United Di Old Trafford
berita bola - Manchester United dibantai City 3-0 lewat gol-gol Erling Haaland dan Phil Foden, Minggu (29/10).
APA YANG TERJADI?
The Citizens memecundangi The Red Devils dengan skor 3-0 pada derbi Manchester pertama musim 2023/24, Minggu (29/10). Brace Erling Haaland dan gol penutup Phil Foden memastikan armada Pep Guardiola meninggalkan Old Trafford dengan tiga poin.
Alih-alih pecah telur di Liga Primer Inggris, Rasmus Hojlund justru menyebabkan penalti bagi sang rival sekota. Tayangan ulang VAR menunjukkan bahwa ia menjatuhkan Rodri, dan wasit pun menunjuk titik putih. Haaland yang dipercaya sebagai eksekutor melaksanakan tugasnya dengan baik di menit 26.
Menjelang turun minum, Andre Onana melakukan penyelamatan kelas dunia dari jarak dekat, mencegah Haaland menggandakan skor The Citizens. Namun kegemilangannya itu sia-sia, karena bomber Norwegia tersebut kembali masuk papan skor empat menit setelah interval. Bernardo Silva melayangkan umpan silang ke kotak penalti United yang cukup kemelut, dan Haaland yang, entah bagaimana, lolos dari pengawasan semua bek MU menanduk bola ke gawang kosong dengan mudahnya.
Penderitaan pasukan Erik ten Hag kian paripurna setelah Foden menutup pembantaian City dengan gol ketiga di menit ke-80. Rodri melepaskan sepakan keras yang bisa ditepis Onana, tetapi bola rebound mengarah ke Haaland yang lalu dioper ke Foden untuk diselesaikan secara tap-in.
APA SELANJUTNYA UNTUK MAN UNITED & CITY?
The Red Devils akan kembali beraksi pada Kamis (2/11) dini hari WIB untuk menjamu Newcastle United di 16 besar Piala Liga Inggris. The Citizens, yang sudah tersingkir dari kompetisi tersebut, baru akan bertanding lagi pada Sabtu (4/11), menjamu Bournemouth di ajang Liga Primer Inggris.
Saturday, October 28, 2023
Manchester City Dijadikan Contoh, Pep Guardiola: Manchester United Tetap Kandidat Juara
berita bola - Guardiola menginginkan penggawa The Cityzen mempunyai mental yang bagus saat menghadapi Setan Merah di kandangnya.
Manajer Manchester City Pep Guardiola tetap menganggap rival satu kota, Manchester United, sebagai salah satu pesaing memperebutkan gelar juara Liga Primer Inggris, meski sedang mendapatkan hasil tak bagus di awal musim.
United sedang memperlihatkan performa mengecewakan, karena sudah menelan empat kekalahan dari sembilan laga Liga Primer. Mereka juga baru mendapatkan kemenangan pertama di Liga Champions muism ini.
Kendati demikian, Guardiola tetap mewaspadai United yang akan mereka hadapi, Minggu (29/10) malam WIB. Guardiola pun mencontohkan situasi hampir mirip dengan City ketika merebut gelar juara musim lalu.
“Masih terlalu dini. Semua tim adalah pesaing, karena tim-tim yang sedang tertinggal tidak terlalu jauh, bisa saja sampai [ke puncak],” ucap Guardiola dikutip laman Manchester Evening News.
“Ketika Anda hanya memainkan sembilan pertandingan, banyak hal bisa terjadi berdasarkan pengalaman saya. Kami tertinggal dengan sedikit poin pada bulan Februari dan Maret [musim lalu], dan pada akhirnya mampu juara.”
“Sepanjang waktu, ketika Anda mendapatkan jadwal pertandingan, United tetap salah satu pesaing. Ajukan pertanyaan kepada saya dengan sembilan pertandingan tersisa, dan saya akan bertanya apakah mereka adalah pesaing. Tetapi pada akhir Oktober, hal seperti itu tidak akan terjadi.”
Pernyataan itu disampaikan Guardiola disebabkan ia tidak menginginkan penggawa City memandang sebelah mata kepada United. Menurut Guardiola, tim besutannya perlu memiliki mental yang kuat kala menghadapi Setan Merah. Apalagi duel berlangsung di Old Trafford.
“Kami hanya perlu meningkatkan permainan dan mentalitas kami. Saya ingin melihat bagaimana mentalitas kami pada hari Minggu di Old Trafford. Kami beberapa kali, dan yang akan terjadi bukan soal menang sekarang,” tutur Guardiola.
“Bukan soal itu, saya ingin melihat tim saya dalam skenario besar seperti apa adanya. Mentalitas yang benar, cara yang benar. [Old Trafford] adalah tempat yang spesial, dan di sini spesial untuk para penggemar kami.”
“Namun pada akhirnya, ini hanyalah pertandingan sepakbola, tidak seperti final Piala FA atau salah satu pertandingan terakhir musim ini, di mana menang atau kalah bisa menentukan menjuarai Liga Primer atau tidak. Masih ada 87 poin yang harus diperebutkan. Kami harus fokus pada apa yang kami lakukan untuk mengalahkan mereka.”
Friday, October 27, 2023
Liverpool Sekarang Punya Seorang Petarung Cerdas Dalam Diri Wataru Endo
berita bola - Endo tampil dominan di lini tengah Liverpool saat membantai Toulouse 5-1.
APA YANG TERJADI? Liverpool pesta lima gol ke gawang Toulouse di lanjutan fase grup Liga Europa. Meski pertandingan sempat berjalan sama kuat selama setengah jam, namun The Reds pada akhirnya masih terlalu superior bagi duta Prancis tersebut.
Wataru Endo menjadi salah satu aktor penting di balik pembantaian ini. Sebagai gelandang bertahan, kehadiran bintang senior Jepang itu benar-benar menyeimbangkan skema manajer Jurgen Klopp, dan angka-angka yang dihasilkan pemain 30 tahun itu fantastis.
STATISTIK ENDO: Endo memenangkan 11 dari 15 duel [darat dan udara] dengan para pemain Toulouse, di mana itu merupakan yang tertinggi dibanding seluruh pemain yang berada di lapangan. Endo juga membuat tiga intesepsi dan empat recovery secara gemilang.
Sukses melepaskan akurasi umpan mencapai 96%, dia membuat dua kreasi peluang dan tentu saja mencetak satu gol dalam pesta lima bola Liverpool.
GAMBARAN BESAR: Empat gol Liverpool lainnya dicetak oleh Diogo Jota dan Darwin Nunez di babak pertama dan dilengkapi torehan Ryan Gravenberch dan Mohamed Salah di paruh kedua, dengan Toulouse hanya mencetak sebiji gol lewat Thijs Dallinga.
APA SELANJUTNYA? Endo tentu berharap kembali dipercaya tampil sebagai starter saat Liverpool melanjutkan perjuangan di Liga Primer, menghadapi Nottingham Forest, 29 Oktober mendatang.
Thursday, October 26, 2023
Rasmus Hojlund: Saya Tahu Harga Mahal Saya, Saya Tahu Harus Gacor, Tapi Saya Baru 20 Tahun
berita bola - Hojlund coba menenangkan fans yang selalu menuntutnya untuk mencetak gol di setiap saat.
Striker Manchester United Rasmus Hojlund menyatakan, dirinya terus dalam proses meningkatkan performanya bersama tim barunya ini.
Pemain internasional Denmark itu lebih lanjut menyadari, banderol harganya yang terbilang mahal mesti dibuktikan dengan penampilan gacor di lapangan.
Akan tetapi, menurutnya, dirinya masih terhitung muda dan masih banyak ruang untuk berkembang dari laga ke laga.
Hojlund kembali dikritik karena penampilan lambannya saat Man United menaklukkan Copenhagen di lanjutan Liga Champions beberapa waktu lalu. Namun, sang striker membela diri.
"Saya tahu harga saya," tegas Hojlund.
"Saya tahu, saya harus gacor setiap saat karena saya bermain bagi Manchester United," sambungnya.
"Pada akhirnya, saya baru 20 tahun dan saya belum menyelesaikan kisah saya. Saya masih memiliki banyak hal untuk berkembang dan saya dalam proses ke sana setahap demi setahap," tegasnya.
Hojlud optimistis, cepat atau lambat, dirinya akan diandalkan Man United sebagai mesin gol baru tim, baik di kancah domestik dan Eropa.
"Saya menilai, saya telah membuat start yang bagus musim ini dan sekarang kami harus terus membangun, gol-gol itu akan tercipta di Liga Primer," pungkas eks bomber Atalanta tersebut.
Wednesday, October 25, 2023
Striker Manchester United Rasmus Hojlund: Saya Belum Tampilkan Yang Terbaik
berita bola - Rasmus Hojlund mengakui dia masih belum menunjukkan penampilan terbaiknya di Manchester United setelah kepindahannya senilai £72 juta dari Atalanta.
APA YANG TERJADI? Hojlund dan United mengalami awal yang sulit musim ini, namun tim asuhan Erik ten Hag kini telah memenangkan tiga pertandingan berturut-turut. Striker berusia 20 tahun itu telah mencetak tiga gol dalam 10 penampilan untuk United, namun menegaskan bahwa ia memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan.
APA KATANYA: “Tidak apa-apa [bagaimana dia memulai di United],” kata Hojlund setelah kemenangan 1-0 United di Liga Champions melawan FC Copenhagen, Rabu (25/10). "Saya sudah mencoba yang terbaik setiap kali saya bermain, dan saya masih perlu menemukan ritme. Kami sedikit kesulitan, tapi kami sedang mencapainya sekarang. Kami sudah meraih tiga kemenangan berturut-turut, jadi itu sangat positif."
“Yang pasti [masih beradaptasi dengan Liga Primer]. Saya berkembang setiap hari dan rekan satu tim saya juga mulai melihat pola saya dalam permainan, jadi ini menjadi lebih baik dan lebih baik setiap hari.”
TUNTUTAN BESAR: Hojlund juga mengakui bahwa bermain untuk klub sebesar United memiliki ekspektasi yang besar. "Saya tahu nilai saya. Saya tahu saya harus tampil setiap hari karena saya bermain untuk Manchester United. Pada akhirnya, saya baru berusia 20 tahun dan saya belum selesai. Masih banyak yang harus saya tingkatkan dan saya masih menuju ke sana perlahan-lahan. Saya rasa saya mengawali musim dengan baik dan sekarang kami harus terus membangun dan gol-gol akan tercipta di Liga Primer."
APA SELANJUTNYA UNTUK HOJLUND DAN UNITED?: Minggu (29/10), Hojlund akan merasakan derby Manchester untuk pertama kalinya ketika tetangganya City mengunjungi Old Trafford. Kemenangan akan membuat Setan Merah terpaut tiga poin dari juara Liga Primer.
Subscribe to:
Posts (Atom)






