Thursday, December 7, 2023

Pep Guardiola: Saya Bakal PENSIUN Kalau Manchester City


 berita bola - Pep Guardiola 'bersumpah' akan pensiun sebagai manajer jika Manchester City mengulang pencapaian mereka.

APA YANG TERJADI?

Pep Guardiola memandu Manchester City menjuarai Liga Champions pertama mereka musim lalu, sembari menggondol trofi Liga Primer Inggris dan Piala FA. Kendati demikian, Guardiola tahu betul betapa sulitnya mengulangi kesuksesan semasif itu di musim 2023/24 dan menekankan bahwa menggapai treble secara beruntun adalah sesuatu yang mustahil.

KATA PEP GUARDIOLA

Mantan bek Man City, Gael Clichy, bertanya pada Guardiola soal pendekatan yang ia gunakan musim ini dan apakah ia dan pemainnya berambisi meraih treble lagi. Pelatih asal Spanyol itu menjawab: "Tidak, tidak, menurut saya itu adalah sebuah kesalahan. Treble? Lupakan saja. Kalau kami menang treble lagi, saya pensiun. Titik."

Eniola Aluko menimpali: "Pep, omongan Anda masuk TV, lho."

Guardiola lantas menambahkan: "Itu benar-benar sulit. Ada berapa banyak tim yang sehebat itu di Inggris? Cuma sekali bersama Sir Alex [Ferguson] dan musim lalu kami [juga meraih treble]. Pesan saya untuk pemain hanyalah bersiaplah dengan baik."

"Kita lihat nanti seperti apa level kami. Persaingannya yang akan mendikte seperti apa level kami. Tantangannya makin berat. September, Oktober, November, sudah bicara soal juara? Lupakan saja, itu kesalahan besar."

SITUASINYA

Man City sedang terseok-seok. Mereka mencatatkan tiga hasil imbang beruntun di Liga Primer Inggris, dan terakhir dibungkam Aston Villa 1-0, Kamis (7/12). Rentetan hasil buruk ini mendepak mereka ke peringkat empat, enam poin di bawah Arsenal sang pemuncak klasemen. Kendati demikian, catatn mereka di Liga Champions masih sempurna dengan lima kemenangan dalam lima pertandingan.

SELANJUTNYA UNTUK MANCHESTER CITY?

Guardiola masih pede Man City bisa mengukir sejarah dengan menjuarai empat Liga Primer Inggris beruntun musim ini. Mereka akan berusaha kembali ke jalur kemenangan saat melawat ke markas Luton Town, Minggu (10/12), mendatang.


Wednesday, December 6, 2023

Penyesalan Besar Manchester United: Rekrut Erik Ten Hag & Biarkan Mauricio Pochettino Latih Chelsea


 berita bola - Andai 'timing'-nya pas, mungkin Pochettino yang duduk di sudut merah, saat Manchester United menjamu Chelsea besok Kamis (7/12).

"Sepakbola adalah tentang 'timing'. Momen-momen di mana kebetulan terjadi, dan perkawinan itu terjadi. Kadang memang cuma soal waktu. Saya tak percaya pada ungkapan 'kesempatan tidak datang dua kali'. Saya rasa terkadang kita harus memiliki kesabaran yang diperlukan dan harus tahu caranya menunggu. 'Timing' ditangani oleh sepakbola."

Begitulah reaksi Mauricio Pochettino pada November 2022 setelah ia diabaikan Manchester United. The Red Devils menunjuk Erik ten Hag pada April 2022, hanya tiga bulan sebelum Pochettino dipecat Paris Saint-Germain. Waktu itu, mantan bos Tottenham tersebut santer difavoritkan untuk menduduki kursi panas Old Trafford, tetapi Man United lebih memilih Ten Hag karena terkesan dengan proses wawancaranya.

Tiga belas bulan berselang, Pochettino kini mempersiapkan Chelsea asuhannya untuk menghadapi United-nya Ten Hag; dua tim yang sama-sama babak belur dihajar transisi, namun bergerak ke dua arah yang bertolak belakang. Andai 'timing'-nya pas, mungkin Poch yang duduk di sudut merah, dan melihat Ten Hag yang makin hari makin terperosok, insan-insan Old Trafford mungkin akan selamanya menyesali 'timing' tersebut.

Dua pendekatan berbeda

Seiring berjalannya waktu, semakin kentara bahwa kedua manajer ini memiliki gaya man-management yang sangat berbeda, dan sekarang Ten Hag mulai menerima konsekuensi dari gaya yang ia adopsi. Menurut kabar, mantan bos Ajax itu menjadi manajer kesekian yang tak lagi dipercaya oleh ruang ganti Man United. Kemungkinan besar, hal itu disebabkan oleh pendekatan Ten Hag yang, menurut pengakuannya sendiri, bisa "sangat keras".

Memang, tak sedikit pemain Man United yang bangor di eranya, dan ia layak diberi kredit atas ketenangannya menghadapi wawancara bombastis Cristiano Ronaldo. Tapi cara Ten Hag menavigasi situasi Jadon Sancho dan Antony layak dikecam; ia bersikeras mengasingkan nama pertama sampai detik ini gegara ia tak mau meminta maaf atas kritik terbukanya di media sosial, yang mana menimbulkan friksi di skuad MU, sedangkan Antony disambutnya dengan tangan terbuka meski merupakan seorang terduga pelaku KDRT.

Sementara itu, Pochettino dikenal sebagai seorang man-manager andal, ia berusaha mengenal pemain-pemainnya dan memilih melakukan pendekatan secara langsung, agar bisa memberikan apa yang tiap-tiap individu perlukan untuk mencapai kesuksesan. Ia pun selalu mendisiplinkan pemainnya secara privat, jauh dari mata media. Noni Madueke kena marah beberapa waktu lalu karena ketahuan dugem saat masih dalam proses pemulihan cedera, tetapi dramanya tak melebar ke mana-mana.

Ya, setelah Ten Hag resmi ditunjuk, GOAL mengabarkan bahwa Pochettino-lah pelatih pilihan para pemain Man United, dan mungkin sekarang mereka sedang meratapi takdir dan 'timing' saat itu.

Dua kepribadian berbeda

Mengingat begitu banyak kesulitan yang harus ia hadapi dalam masa tugasnya yang relatif masih singkat ini, tidak heran jika Ten Hag dimusuhi sana-sini. Tapi meski musim lalu Ten Hag lumayan sukses – mempersembahkan satu trofi, sempat jadi penantang gelar, dan finis empat besar – sebagian suporter, pemain-pemain tertentu, serta pihak-pihak di luar klub masih belum sudi menerimanya.

Kepribadiannya yang tajam tentu menjadi faktor, dan makin ke sini ia semakin kalah dalam perang pencitraan, yang mana sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari menjadi seorang manajer Manchester United. Berbalas kata-kata tajam di konferensi pers sudah menjadi hal lumrah di masa tugasnya, dan keputusannya untuk memboikot empat media menjelang laga versus Chelsea kemungkinan besar cuma akan semakin menodai citranya.

Tantangan Pochettino di Stamford Bridge adalah merebut hati para suporter yang memandangnya sebagai pahlawan dari salah satu musuh bebuyutan Chelsea, yakni Tottenham. Ia memang belum sepenuhnya berhasil memenangkan hati fans Chelsea, tetapi sikapnya yang hangat dan ramah sangat membantu mengubah persepsi para loyalis The Blues – sikapnya yang konfrontasional serta menolak diinjak-injak wasit juga disambut baik, sekalipun hasil di papan skor masih kerap tak sesuai selera fans.

Tekanan yang dihadapi seorang manajer United memang tidak main-main, tetapi rasanya sulit membayangkan Pochettino tidak lebih baik dari Ten Hag dalam hal mengeruk simpati dari berbagai pihak.

Kesempatan yang terlewat

Melihat situasi sekarang, bursa transfer musim panas kemarin akan dianggap sebagai sebuah kegagalan monumental bagi The Red Devils. Bagaimana tidak? Semua rekrutan mahal yakni Mason Mount, Andre Onana, dan Rasmus Hojlund (yang mana merupakan pemain incaran Ten Hag) gagal memenuhi ekspektasi.

Nasib United bisa sangat berbeda jika Pochettino yang memimpin, apalagi dalam hal mengejar Harry Kane. Bukan rahasia bahwa bomber Inggris itu ingin meninggalkan Tottenham, tetapi Man United mundur teratur gara-gara jiper dengan harga £100 juta yang dipatok Spurs dan malah menghabiskan £72 juta untuk memboyong striker yang minim pengalaman dalam diri Hojlund. Kane pun hijrah ke Bayern Munich, dan kini bergelimang gol bersama The Bavarians.

Menurut kabar, Kane sebenarnya lebih memilih menetap di Inggris, dan kehadiran Pochettino di Old Trafford mungkin sudah cukup untuk mewujudkan transfer ini.

Ten Hag juga tak cuma gagal dalam hal mendatangkan pemain, menjual pun ia tak becus. Pochettino menunjukkan bahwa ia bisa kejam ketika diperlukan dengan membantu The Blues merampingkan skuad habis-habisan, sementara relik-relik era kegagalan masih saja mendiami Old Trafford.

Potensi yang terabaikan

Man United sering terseok-seok musim ini, tapi Ten Hag masih saja ragu untuk mengandalkan pemain akademi. Baru akhir-akhir ini Alejandro Garnacho (19) mendapat tempat di starting XI, sementara Kobbie Mainoo (18) langsung diparkir lagi di laga krusial versus Galatasaray meski memberikan masterclass kontra Everton.

Keduanya terbukti cukup bagus untuk menjadi pemain reguler di dua posisi yang sangat kering untuk United. Rasanya, jika Pochettino yang melatih, maka mereka berdua akan menjadi pemain andalannya. Sejak di Tottenham, manajer asal Argentina itu memiliki reputasi dermawan memberi kesempatan bagi pemain muda, dan ia mendapat ganjaran setimpal dengan memercayai pemain seperti Kane, Dele Alli, bahkan Eric Dier.

Pochettino pernah berkata: "Saya tidak takut memainkan mereka. Jika pemain pantas bermain, tak peduli usianya 17, 18, 19, atau 20, itu tak ada bedanya. Jika mereka pantas bermain dan menunjukkan karakter serta kedewasaan untuk diberi tanggung jawab [maka saya tidak takut memainkan mereka]. Tapi untuk melakukan itu, Anda harus mengembangkan pemainnya."

Memang, tekanan di Man United berbeda, begitu pula di Chelsea, tapi ketika pemain senior yang sudah mendapat banyak kesempatan ternyata tetap mengecewakan, seharusnya ada jalan bagi pemain akademi untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

"Attack, attack, attack!"

Begitu bunyi chant yang bergemuruh dari tribun Old Trafford di masa jaya Sir Alex Ferguson, dan itulah yang diinginkan fans Setan Merah dari klub kesayangan mereka: sepakbola menyerang nan menghibur yang membuat mereka bangun dari kursi.

Namun di bawah Ten Hag, Man United malah krisis identitas; mereka tak mampu memainkan sepakbola menyerang yang kohesif dengan pertahanan yang rentan dijebol. Seolah tak ada visi taktik yang jelas. Ten Hag memang layak diberi kredit karena menghadirkan intensitas pada permainan MU, tetapi jika mengingat ia adalah seorang pelatih beraliranTotal Football-nya Belanda dan penggemar sepakbolanya Pep Guardiola, maka kinerja yang ditunjukkan anak asuhnya di Old Trafford sejauh ini sangatlah mengecewakan.

Man United memang masih di masa transisi, tapi sulit rasanya membela Ten Hag jika melihat dampak instan yang diberikan manajer lain di Liga Primer Inggris bagi klub masing-masing. Lihat saja Tottenham racikan Ange Postecoglou, Brighton-nya Roberto De Zerbi, serta kegarangan Aston Villa asuhan Unai Emery.

Awal karier Pochettino di Chelsea sama sekali tak bisa dibilang mulus, tapi setidaknya ada tanda-tanda kemajuan, ada tanda-tanda bahwa ia berhasil menerapkan idenya serta menyulap cara bermain Raheem Sterling cs - meski hasilnya masih acak-acakan. The Blues berubah dari salah satu tim paling mandul di EPL menjadi tim yang haus darah, meski harus diakui bahwa pertahanan mereka jadi lebih keropos.

Yang jelas, fans United pasti kangen dengan sepakbola "menyerang atau mati!" yang demikian di Old Trafford, dan mereka bakal berharap tak menjadi korban keganasan Chelsea-nya Pochettino besok Kamis.

Mampukah Poch bikin MU lebih baik?

Penyesalan selalu datang belakangan, dan bicara retrospeksi memang gampang. Mudah sekali berandai-andai Pochettino akan sukses di Manchester United, tapi hal serupa toh juga digembor-gemborkan sebelum Ten Hag memulai masa baktinya di MU.

Kubu Old Trafford tentu akan sedikit menyesali fakta bahwa bukan Pochettino yang memimpin mereka di era transisi yang berat ini, tetapi awal karier Poch di Chelsea menunjukkan bahwa dia juga bukan seorang pelatih ajaib dengan tangan Midas.

Ten Hag memang punya kekurangan dan kelemahan, dan ia wajib merenungkan kembali man-management, strategi transfer, serta susunan pemainnya, tapi harus dikatakan bahwa kinerjanya selama ini turut dirusak oleh masalah struktural dan sistemik di tubuh Manchester United yang tidak akan kelar setidaknya sampai proses takeover selesai. Sebelum ada perombakan total di hierarki klub, maka – tak peduli siapa pelatihnya, tak peduli siapa pemainnya – kembali ke masa jaya Fergie hanyalah angan-angan belaka.

Tuesday, December 5, 2023

Manchester City Favorit Boyong Bintang Piala Dunia U-17 Indonesia! 'Reinkarnasi Lionel Messi' Jadi Rebutan City, Real Madrid, & Barcelona


 berita bola - Manchester City disebut mengungguli Real Madrid & Barcelona merekrut Claudio Echeverri, yang digadang-gadang sebagai 'reinkarnasi Lionel Messi'.

APA YANG TERJADI?

Manchester City difavoritkan untuk memboyong wonderkid River Plate dan Argentina, Claudio Echeverri. Bintang 17 tahun tersebut dilirik oleh raksasa-raksasa Eropa lain seperti Real Madrid, Barcelona, hingga Paris Saint-Germain, namun The Citizens diunggulkan memenangkan persaingan transfer ini mengingat mereka memiliki hubungan yang baik dengan River Plate setelah berkat transfer Julian Alvarez pada 2022, menurut Mirror.

BINTANG PIALA DUNIA U-17 INDONESIA

Echeverri terhitung tajam bagi seorang gelandang. Ia merupakan bagian dari skuad Albiceleste yang mencapai semi-final Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Echeverri adalah top skor kedua Argentina di Indonesia dengan lima gol, yang mana termasuk hat-trick-nya ke gawang Brasil, sang rival bebuyutan, di babak perempat-final.

REINKARNASI MESSI

Seperti youngster-youngster Argentina kebanyakan, Echeverri mengidolakan Lionel Messi sejak kecil dan mengungkapkan pada sebuah wawancara sebelum Piala Dunia U-17 digelar bahwa ia ingin mengikuti jejak sang legenda dan bergabung dengan Barcelona. Echeverri bahkan telah mendapatkan julukan 'reinkarnasi Messi' berkat kepiawaiannya menjebol gawang lawan.

SELANJUTNYA UNTUK MANCHESTER CITY?

Alvarez terbukti rekrutan yang sukses bagi Man City, dan menjadi pilar skuad Pep Guardiola selama satu setengah musim di Etihad Stadium. Ia selalu starter di 14 pertandingan Liga Primer Inggris 2023/24 ini, dengan koleksi empat gol dan enam assist. Kesuksesan striker Argentina tersebut tentunya bisa menjadi dorongan bagi petinggi Man City untuk berbisnis dengan River Plate lagi demi mendapatkan tanda tangan Echeverri.

Monday, December 4, 2023

Rating Pemain Barcelona Vs Atletico Madrid: Joao Felix Cemerlang! Hantui Klubnya Dengan Penampilan Bintang Saat Blaugrana


 berita bola - Rekrutan termahal Atletico ini menunjukkan penampilan yang cemerlang untuk menjaga Barca tetap berada dekat dengan pemuncak klasemen liga.

Itu pasti Joao Felix. Pada hari Senin (3/12) dini hari WIB, pemain pinjaman Barcelona ini menunjukkan dengan tepat mengapa ia masih dinilai sangat tinggi meskipun banyak hal yang terjadi dalam kariernya yang naik turun. Bermain klubnya, Atletico Madrid, Felix menunjukkan performa terbaiknya untuk Tim Catalan hingga saat ini, dan mengantongi gol kemenangan dalam kemenangan tipis 1-0 untuk tim asuhan Xavi Hernandez.

Barca menciptakan sejumlah peluang sejak awal, dengan Raphinha dan Robert Lewandowski menyia-nyiakan peluang bagus untuk membawa mereka unggul. Bagaimanapun, Felix mencetak gol pembuka yang sangat pantas dia dapatkan, melesat ke kiri dan mencungkil bola melewati Jan Oblak - dan dia juga tidak menahan diri untuk melakukan selebrasi!

Pemain internasional Portugal tersebut menjadi penyalur utama di sisa pertandingan, saat ia melesat ke arah bek lawan, menimbulkan masalah di sektor sayap, dan membalas dengan serangan balik yang belum pernah ia lakukan sejak tiba di Catalan.

Meskipun Atletico kadang-kadang mampu memberikan tekanan, Blaugrana tampaknya tenang di area-area penting. Trio lini tengah mereka - Ilkay Gundogan, Pedri dan Frenkie de Jong - tak kesulitan mengontrol permainan, dan memastikan bahwa Barca tidak pernah benar-benar kehilangan kendali atas permainan.

Pada menit ke-76, Felix kelelahan, mengalami cedera hamstring dan setengah pincang ketika keluar lapangan. Untuk pertama kalinya sejak ia datang di akhir bursa transfer, para pendukung Barca berdiri dan bertepuk tangan atas penampilan spesialnya.

Sunday, December 3, 2023

Berbagi Poin, Son Heung-Min Cetak Gol Pembuka Tottenham Hotspur & Manchester City


 berita bola - City dan Tottenham saling kejar gol dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang ini.

APA YANG TERJADI?

Manchester City harus puas kehilangan dua poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Tottenham Hotspur di Stadion Etihad, Senin (4/12) dini hari WIB, dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2023/24.

Tottenham sudah membuka keunggulan ketika laga baru berjalan enam menit melalui gol Son Heung-min dalam sebuah serangan balik. Namun selang tiga menit kemudian, Heung-min mencetak gol bunuh diri ketika tendangan bebas Julian Alvares mengenai paha kananya.

City kemudian berbalik unggul setelah Phil Foden menjebol gawang Guglielmo Vicario pada menit ke-31. Tetapi Giovani Lo Celso menyamakan kedudukan di menit ke-69 setelah menuntaskan umpan Heung-min.

Jack Grealish kembali membawa City unggul di menit ke-81, tetapi Dejan Kulusevski menjadi penyelamat Tottenham lewat gol yang dilesakkannya menjelang pertandingan berakhir.

GAMBARAN BESAR

Kegagalan mendulang angka penuh ini membuat City harus puas merelakan tempat mereka di peringkat kedua dikangkangi Liverpool yang sebelumnya menaklukkan Fulham 4-3. City yang kini mengumpulkan 30 poin, tertinggal satu angka dari Liverpool.

Sedangkan Tottenham yang mengoleksi 27 poin kini naik ke peringkat lima menggusur Newcastle United dengan keunggulan satu angka.

TAHUKAH ANDA?

Heung-min menjadi pemain kedua yang mencetak gol pembuka dan bunuh diri di sepuluh menit pertama dalam satu pertandingan setelah Gareth Barry untuk Aston Villa ketika menghadapi Charlton pada Mei 1999. Rentang waktu Heung-min antara menjebol gawang lawan dan mencetak gol bunuh diri hanya 137 detik.

SUSUNAN PEMAIN

Man City: Ederson, Walker, Dias, Gvardiol, Rodri, Akanji, Alvarez, Bernardo, Foden, Doku, Haaland.

Tottenham: Vicario, Porro, E Royal, Davies, Udogie, Bissouma, Lo Celso, Johnson, Kulusevski, Gil, Son.

Saturday, December 2, 2023

Tawaran Terakhir Buat Kylian Mbappe! Real Madrid Akan Ajukan Proposal Terakhir Di Januari Untuk Rekrut Bintang PSG Secara Gratis Di Musim Panas 2024


 berita bola - Real Madrid akan mengirimkan tawaran terakhir kepada Kylian Mbappe pada bulan Januari untuk mengontraknya secara gratis pada musim panas 2024.

APA YANG TERJADI?

Menjelang bursa transfer berikutnya, kisah Real Madrid-Kylian Mbappe kembali muncul. Dan kali ini, diyakini sedang dalam tahap terakhirnya - sekarang atau tidak sama sekali. Laporan dari Relevo mengklaim bahwa Los Blancos bakal mengajukan tawaran kepada pemenang Piala Dunia 2018 itu di awal tahun depan, memungkinkan Mbappe bergabung dengan Madrid sebagai agen bebas setelah kontraknya di Paris Saint-Germain berakhir.

SITUASINYA

Aturan FIFA melarang negosiasi dengan pemain yang masih terikat kontrak, hingga Januari atau enam bulan sebelum kontrak sang pemain berakhir. Hal ini membuat Madrid menolak pendekatan apa pun yang dilakukan terhadap pemain tersebut pada bulan November. Menjelang tahun baru, situasinya akan berubah karena Mbappe bakal berada di enam bulan terakhir kontraknya di PSG dan Los Blancos akan melakukan upaya terakhir untuk merekrut bintang asal Prancis tersebut - untuk mengakhiri pengejaran mereka yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun.

TAHUKAH ANDA?

Madrid memang mencoba melakukan operasi perburuan Mbappe pada musim panas 2023 namun kendala finansial menghalangi mereka untuk melakukan manuver. Dengan kesabaran, klub yakin semuanya sudah siap untuk kesuksesan transfer. Meskipun ada suasana optimisme yang terjadi di Santiago Bernabeu, mereka telah belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak mau lagi menunggu. Mereka sudah mengajukan tawaran dan tidak akan mengeluarkan semuanya karena mereka yakin dengan kekuatan skuad dan Endrick yang akan tiba di ibu kota Spanyol dari Palmeiras pada tahun 2024.

SELANJUTNYA BAGI MADRID & MBAPPE?

Madrid dilaporkan bersedia membayar €35 juta bersih per musim kepada Mbappe. Mereka juga mengincar Erling Haaland karena mereka diperkirakan memiliki dana 'perang' di bursa transfer senilai £342 juta ($429 juta) pada musim panas 2024.

Friday, December 1, 2023

Kai Havertz Jadi Gacor Untuk Arsenal, Mikel Arteta Beberkan Rahasianya


 berita bola - Kai Havertz menyumbang gol saat Arsenal membantai Lens 6-0, dan kini Mikel Arteta mengungkap rahasia di balik kegacoran bintang Jerman itu.

APA YANG TERJADI?

Kai Havertz mengawali kariernya di Arsenal dengan amat buruk. Performa bintang Jerman itu dinilai tak memuaskan secara keseluruhan dan ia hanya mampu mencetak sebiji gol dalam 19 pertandingan pertamanya untuk The Gunners usai diboyong dari Chelsea dengan harga £65 juta di bursa transfer musim panas.

Namun dalam beberapa laga terakhir, pemain 24 tahun itu nampak berkontribusi lebih bagi armada Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol itu pun mengungkap bahwa rasa percaya diri Havertz membaik sehingga penampilannya mengalami peningkatan. Ia menyumbang dua gol dalam dua laga terakhir, yakni gol kemenangan menit akhir versus Brentford di akhir pekan serta saat Arsenal membantai Lens 6-0 di Liga Champions, Kamis (30/11).

KATA ARTETA

"Dia semakin baik dan baik, dia lebih percaya diri," kata Arteta kepada media Arsenal soal Havertz. "Dua golnya adalah dua gol yang sangat penting. Yang satu memberi kami kemenangan, dan yang satu membuka keunggulan. Kontribusinya secara keseluruhan juga lagi-lagi amat sangat bagus."

SITUASINYA

Dalam pertandingan melawan Lens, Havertz juga melakukan dua umpan krusial dan memenangkan tiga dari empat duel udara. Kini setelah 21 laga, ia mengoleksi tiga gol dan satu assist.

SELANJUTNYA UNTUK ARSENAL & HAVERTZ?

Bintang timnas Jerman itu berharap bisa tampil ketika Arsenal berjumpa Wolves, Sabtu (2/12), dengan ambisi memperlebar keunggulan di puncak klasemen Liga Primer Inggris.