berita bola - Zidane sudah mengoleksi tiga trofi Liga Champions dan dua gelar La Liga, tapi Pirlo diyakini bisa melampaui sang pelatih Madrid.
Pelatih baru Juventus Andrea Pirlo punya segala syarat untuk bisa melewati prestasi Zinedine Zidane di Real Madrid. Demikian opini yang diungkapkan legenda Juventus Alessandro Del Piero.
Sabtu (8/8) kemarin, Pirlo ditunjuk sebagai pelatih Juventus untuk menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat menyusul eliminasi mengejutkan di babak 16 besar Liga Champions dari Olympique Lyon.
Padahal, pekan lalu Pirlo baru saja diumumkan sebagai pelatih Juventus U-23, tapi pihak klub langsung mempromosikannya sebagai allenatore di tim utama. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Del Piero.
Meski begitu, Del Piero meyakini eks rekan setimnya di timnas Italia ini punya potensi sangat besar, bahkan bisa melampaui pencapaian Zidane. Seperti diketahui, Zidane sejauh ini sudah mengoleksi tiga trofi Liga Champions dan dua gelar La Liga Spanyol dalam karier melatihnya di Madrid yang terbilang masih hijau.
"Memang bukan perbandingan yang adil, karena Zizou sudah bekerja di akademi Real Madrid dan juga sempat menjadi asisten Carlo Ancelotti," kata Del Piero kepada Sky Sport Italia.
"Namun, Pirlo punya segala syarat untuk bisa membuat pencapaian yang lebih baik dari Zidane."
"Dia sudah memahami seluk-beluk klub, dari para pemain hingga direktur. Jadi saya rasa mereka akan mampu berkomunikasi dengan sangat jelas."
"Jujur, saya sendiri tidak menyangka dia menjadi pelatih yang dipilih Juventus. Saya sudah senang ketika mendengar kabar dia akan melatih tim U-23 karena itu adalah jalur yang tepat untuknya, tapi sekarang dia melewati tahapan itu. Jadi saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya."
Del Piero juga menilai, ada perubahan persepsi di Italia terkait eks pemain yang merintis karier menjadi pelatih. Dari yang dahulu harus melatih tim-tim kecil dan berproses cukup lama untuk mencari pengalaman, kini banyak dari mereka yang langsung melatih tim-tim besar.
"Dalam beberapa tahun terakhir kita sudah melihat Filippo dan Simone Inzaghi, lalu kemudian Gennaro Gattuso. Mereka dahulu adalah pemain hebat dan sekarang bisa langsung melatih tim-tim top," pungkasnya.
Juventus finis pertama di Serie A Italia dalam musim perdana bersama Sarri untuk mengklaim Scudetto kesembilan secara beruntun. Meski begitu, mereka harus susah payah untuk mengamankan gelar itu dan hanya terpaut satu poin dari peringkat kedua Inter Milan.
Sunday, August 9, 2020
Saturday, August 8, 2020
RESMI: Juventus Pecat Maurizio Sarri
berita bola - Sarri dipecat setelah Juventus tersingkir di Liga Champions di tangan Lyon.
Juventus telah memecat Maurizio Sarri dari posisinya sebagai pelatih setelah Bianconeri tersingkir di babak 16 besar Liga Champions di tangan Olympique Lyon, demikian rilis klub pada Sabtu (8/8) hari ini.
Petinggi Juventus menggelar sebuah pertemuan menyusul kegagalan klub untuk lolos ke babak perempat-final Liga Champions, dengan masa depan Sarri menjadi satu-satunya poin dalam agenda rapat.
Hasil pertemuan adalah bahwa Sarri resmi dipecat sebagai pelatih karena gagal memenuhi ambisi klub untuk bisa kembali berjaya di Liga Champions.
Perekrutan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dua tahun lalu sebenarnya menunjukkan bahwa Si Nyonya Tua berambisi bisa memenangkan Liga Champions lagi setelah bertahun-tahun gagal.
"Juventus mengumumkan bahwa Maurizio sarri telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih tim utama," demikian pernyataan Juventus.
"Klub mengucapkan terima kasih kepada pelatih karena telah menulis halaman baru dalam sejarah Juventus dengan kemenangan kejuaraan yang kesembilan secara berturut-turut, puncak dari perjalanan pribadi yang membawanya mendaki semua divisi sepakbola Italia."
Meski berhasil membawa Juventus meraih gelar yang kesembilan secara beruntun, masa depan Sarri kerap diperbincangkan, apalagi mantan bankir itu mengakui kalau ia harus berjuang untuk menerapkan gaya 'Sarriball' yang terkenal ke dalam skuad.
Setelah kekalahan di leg pertama lawan Lyon, Sarri menyatakan metode kepelatihannya dianggap menggerakkan bola terlalu lambat, namun ia akan terus berusaha bersama para pemainnya untuk "cepat atau lambat konsp ini akan masuk ke kepala mereka."
Pengakuan itu rupanya membuat petinggi klub mempertimbangkan opsi mereka, dianggap pelatih berusia 61 tahun itu gagal mengatasi para pemainnya.
Sejumlah nama dikait-kaitkan dengan Juventus untuk menggantikan posisi Sarri. Ada Simone Inzaghi yang sukses bersama Lazio. Zidane Zidane, yang masih terikat kontrak di Real Madrid, juga diyakini masuk bursa calon pelatih.
Mauricio Pochettino, yang saat ini masih "menganggur" setelah dipecat pada 2019 meski membawa Tottenham Hotspur ke final Liga Champions musim lalu, juga bisa digadang-gadang sebagai suksesor Sarri.
Mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri dan Antonio Conte, juga dikait-kaitkan dengan kemungkinan akan kembali melatih klub. Demikian halnya Andrea Pirlo, yang baru-baru ini memerankan kepelatihan pertamanya bersama Juve U-23.
Juventus telah memecat Maurizio Sarri dari posisinya sebagai pelatih setelah Bianconeri tersingkir di babak 16 besar Liga Champions di tangan Olympique Lyon, demikian rilis klub pada Sabtu (8/8) hari ini.
Petinggi Juventus menggelar sebuah pertemuan menyusul kegagalan klub untuk lolos ke babak perempat-final Liga Champions, dengan masa depan Sarri menjadi satu-satunya poin dalam agenda rapat.
Hasil pertemuan adalah bahwa Sarri resmi dipecat sebagai pelatih karena gagal memenuhi ambisi klub untuk bisa kembali berjaya di Liga Champions.
Perekrutan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dua tahun lalu sebenarnya menunjukkan bahwa Si Nyonya Tua berambisi bisa memenangkan Liga Champions lagi setelah bertahun-tahun gagal.
"Juventus mengumumkan bahwa Maurizio sarri telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih tim utama," demikian pernyataan Juventus.
"Klub mengucapkan terima kasih kepada pelatih karena telah menulis halaman baru dalam sejarah Juventus dengan kemenangan kejuaraan yang kesembilan secara berturut-turut, puncak dari perjalanan pribadi yang membawanya mendaki semua divisi sepakbola Italia."
Meski berhasil membawa Juventus meraih gelar yang kesembilan secara beruntun, masa depan Sarri kerap diperbincangkan, apalagi mantan bankir itu mengakui kalau ia harus berjuang untuk menerapkan gaya 'Sarriball' yang terkenal ke dalam skuad.
Setelah kekalahan di leg pertama lawan Lyon, Sarri menyatakan metode kepelatihannya dianggap menggerakkan bola terlalu lambat, namun ia akan terus berusaha bersama para pemainnya untuk "cepat atau lambat konsp ini akan masuk ke kepala mereka."
Pengakuan itu rupanya membuat petinggi klub mempertimbangkan opsi mereka, dianggap pelatih berusia 61 tahun itu gagal mengatasi para pemainnya.
Sejumlah nama dikait-kaitkan dengan Juventus untuk menggantikan posisi Sarri. Ada Simone Inzaghi yang sukses bersama Lazio. Zidane Zidane, yang masih terikat kontrak di Real Madrid, juga diyakini masuk bursa calon pelatih.
Mauricio Pochettino, yang saat ini masih "menganggur" setelah dipecat pada 2019 meski membawa Tottenham Hotspur ke final Liga Champions musim lalu, juga bisa digadang-gadang sebagai suksesor Sarri.
Mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri dan Antonio Conte, juga dikait-kaitkan dengan kemungkinan akan kembali melatih klub. Demikian halnya Andrea Pirlo, yang baru-baru ini memerankan kepelatihan pertamanya bersama Juve U-23.
Friday, August 7, 2020
Manuel Neuer Minta Thiago Tak Gabung Liverpool
berita bola - Neuer berharap Thiago bertahan di Bayern sejalan dengan rumor transfer yang menyebutkan sang gelandang diminati Liverpool.
Manuel Neuer berharap Thiago Alcantara dapat dibujuk untuk bertahan di Bayern Munich dengan menyebut sang bintang sebagai mesin lini tengah tim.
Jelang berduel lawan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions, Neuer menegaskan betapa pentingnya mantan pemain Barcelona tersebut untuk Bayern.
Thiago menyisakan satu tahun kontrak dan klub tidak mau kehilangan sang pemain tanpa kompensasi apapun pada musim panas tahun depan.
Menjual Thiago di musim panas ini jadi opsi menarik dan Liverpool dikabarkan bersedia mendatangkannya ke Anfield.
Bos Liverpool Jurgen Klopp pernah memuji Thiago sebagai pemain hebat namun dia tidak mau terlibat dalam spekulasi transfer.
"Saya harap musim ini bukan yang terakhir bagi Thiago bersama kami," kata Neuer.
"Dia sempat dioperasi namun sekarang dalam kondisi 100 persen. Thiago sangat berharga bagi kami terutama dalam penguasaan bola. Dia sangat penting bagi kami, dia adalah mesin lini tengah tim."
Bayern unggul 3-0 atas Chelsea di leg pertama dan dengan keuntungan tampil di kandang sendiri akan memudahkan mereka untuk lolos ke babak delapan besar.
Neuer menegaskan Bayern membidik treble setelah memenangkan Bundesliga dan DFB-Pokal.
"Kami punya musim yang bagus dan sukses," ujarnya.
"Tetapi kami masih haus juara dan berkomitmen. Sekarang kami punya tujuan lain di depan."
"Kami ingin mewujudkan target di depan tetapi pertama kami harus melewati tantangan Chelsea. Mereka klub besar dan bisa memanfaatkan setiap kesempatan. Kami harus fokus."
Manuel Neuer berharap Thiago Alcantara dapat dibujuk untuk bertahan di Bayern Munich dengan menyebut sang bintang sebagai mesin lini tengah tim.
Jelang berduel lawan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions, Neuer menegaskan betapa pentingnya mantan pemain Barcelona tersebut untuk Bayern.
Thiago menyisakan satu tahun kontrak dan klub tidak mau kehilangan sang pemain tanpa kompensasi apapun pada musim panas tahun depan.
Menjual Thiago di musim panas ini jadi opsi menarik dan Liverpool dikabarkan bersedia mendatangkannya ke Anfield.
Bos Liverpool Jurgen Klopp pernah memuji Thiago sebagai pemain hebat namun dia tidak mau terlibat dalam spekulasi transfer.
"Saya harap musim ini bukan yang terakhir bagi Thiago bersama kami," kata Neuer.
"Dia sempat dioperasi namun sekarang dalam kondisi 100 persen. Thiago sangat berharga bagi kami terutama dalam penguasaan bola. Dia sangat penting bagi kami, dia adalah mesin lini tengah tim."
Bayern unggul 3-0 atas Chelsea di leg pertama dan dengan keuntungan tampil di kandang sendiri akan memudahkan mereka untuk lolos ke babak delapan besar.
Neuer menegaskan Bayern membidik treble setelah memenangkan Bundesliga dan DFB-Pokal.
"Kami punya musim yang bagus dan sukses," ujarnya.
"Tetapi kami masih haus juara dan berkomitmen. Sekarang kami punya tujuan lain di depan."
"Kami ingin mewujudkan target di depan tetapi pertama kami harus melewati tantangan Chelsea. Mereka klub besar dan bisa memanfaatkan setiap kesempatan. Kami harus fokus."
Thursday, August 6, 2020
Dijual Valencia Ke Manchester City, Ferran Torres Geram
berita bola - Torres sejatinya ingin bertahan dan ia pun tidak menutupi hubungannya yang kurang harmonis dengan kapten klub Dani Parejo.
Rekrutan anyar Manchester City Ferran Torres mengungkapkan rasa frustrasinya kepada petinggi Valencia soal bagaimana mereka menangani kepergiannya, dan pada 2019 lalu pernah diberi tahu pihak klub bahwa dia merupakan winger pilihan kelima.
Pada Selasa kemarin klub Liga Primer Inggris City mengonfirmasi keberhasilannya mendapatkan tanda tangan Torres, yang dipandang sebagai salah satu bakat top Eropa, setelah menebusnya di angka 21 juta poundsterling.
Torres kemudian mengungkapkan situasi yang ia hadapi dengan raksasa LaLiga tersebut dan memutuskan pergi setelah pihak klub memberi tahu bahwa mereka takkan lagi menghitungnya sebagai pemain tim utama jelang musim 2019/20 kemarin.
Ditanya Marca soal apa yang melandasi kepergiannya, Torres mengatakan: “Saya mulai memikirkan itu di musim panas tahun lalu setelah Euro U-19. Pihak klub memberi tahu saya secara pribadi bahwa mereka takkan memperhitungkan saya. Mereka berkata bahwa saya adalah winger pilihan kelima di skuad, menimbang adanya rekrutan baru dan pemain dari posisi lain yang berada di depan saya.
“Itu merupakan pukulan yang sangat berat untuk saya, namun yang lebih buruk adalah ketika mereka menempatkan saya dalam daftar jual dan menawarkan saya ke klub lain di Spanyol. Ada banyak panggilan dari 12 klub LaLiga, termasuk Levante dan klub Divisi Segunda. Itulah ketika saya mulai memikirkan untuk hengkang.
“Masalahnya adalah di sana ada orang dalam klub dan beberapa jurnalis yang ingin merusak citra saya. Saya tidak ingin pergi dengan kondisi yang buruk karena saya adalah penggemar Valencia.
“Ketika pihak klub memutuskan untuk menempatkan saya di tim utama, saya langsung menerima tekanan dan kritikan. Itu bukan hanya saya, namun mereka juga ingin mencelakakan perwakilan dan keluarga saya.
“Orang yang sama yang sekarang menentang saya pada waktu itu berkata bahwa saya akan gagal, dan itu sangat melukai saya yang baru 17 tahun. Saya harus katakan bahwa di sana ada beberapa jurnalis yang memperlakukan saya dengan cinta dan respek. Namun, ada karyawan klub yang juga bekerja untuk mencoreng citra saya.
“Saya yakin saya bisa [kembali ke Valencia suatu hari nanti]. Saya menolak untuk berpikir hal sebaliknya. Sekali pun di sana ada orang yang suka curang. Banyak dari mereka takkan berada di sana dalam beberapa tahun ke depan dan saya akan menunjukkan bahwa saya layak kembali.”
Torres, yang mencatatkan 44 penampilan di semua kompetisi untuk Los Che selama musim 2019/20, juga mengungkap kondisi perpanjangan kontraknya dengan klub penghuni Mestalla tersebut, sebelum akhirnya mencapai kesepakatan untuk pindah ke City.
Dia mengatakan: “Itu untuk [pemilik Valencia] Peter Lim yang terlibat [upaya perpanjangan kontrak] sehingga saya tahu saya adalah pemain penting, yang lain adalah untuk menjadi kapten tim seperti yang saya lihat di klub lain, [Atletico Madrid] dengan Fernando Torres, contohnya, dan ketiga adalah menjadi salah satu pemain bergaji tertinggi. Saya ingin menjadi dua dari ketiga itu, namun tidak ada yang dipenuhi.
“Saya sebenarnya ingin bertahan dan saya mengajukan sejumlah kondisi untuk melakukan itu. Itu tidak melebihi kemampuan klub. Saya tahu mereka tidak di posisi seperti klub Eropa lainnya, namun saya bisa memimpin proyek ini dan ingin diperlakukan seperti demikian. Pihak klub justru tidak ingin mempertahankan saya.”
Pemuda 21 tahun itu menjelaskan soal hubungannya yang kurang harmonis dengan kapten klub Dani Parejo. Ia menambahkan: “Setelah tiga tahun saya menjadi lebih matang dan lebih kuat secara mental, namun saat usia 17, tidak. Dia [Parejo] adalah pemain hebat namun saya tidak pernah punya hubungan [yang bagus] dengan dia.
“Ketika saya bergabung ke tim utama di usia 17, beberapa pekan berlalu sebelum dia akhirnya berkata hal yang sederhana ‘selamat pagi’ kepada saya. Dia bukan kapten yang bagus untuk saya. Yang terburuk dari itu terjadi setelah [mantan pelatih Valencia] Marcelino didepak dan waktu itu [Lee] Kang-In serta saya dipandang sebagai kambing hitam di ruang ganti dan mereka berhenti berbicara dengan kami selama berminggu-minggu.”
Rekrutan anyar Manchester City Ferran Torres mengungkapkan rasa frustrasinya kepada petinggi Valencia soal bagaimana mereka menangani kepergiannya, dan pada 2019 lalu pernah diberi tahu pihak klub bahwa dia merupakan winger pilihan kelima.
Pada Selasa kemarin klub Liga Primer Inggris City mengonfirmasi keberhasilannya mendapatkan tanda tangan Torres, yang dipandang sebagai salah satu bakat top Eropa, setelah menebusnya di angka 21 juta poundsterling.
Torres kemudian mengungkapkan situasi yang ia hadapi dengan raksasa LaLiga tersebut dan memutuskan pergi setelah pihak klub memberi tahu bahwa mereka takkan lagi menghitungnya sebagai pemain tim utama jelang musim 2019/20 kemarin.
Ditanya Marca soal apa yang melandasi kepergiannya, Torres mengatakan: “Saya mulai memikirkan itu di musim panas tahun lalu setelah Euro U-19. Pihak klub memberi tahu saya secara pribadi bahwa mereka takkan memperhitungkan saya. Mereka berkata bahwa saya adalah winger pilihan kelima di skuad, menimbang adanya rekrutan baru dan pemain dari posisi lain yang berada di depan saya.
“Itu merupakan pukulan yang sangat berat untuk saya, namun yang lebih buruk adalah ketika mereka menempatkan saya dalam daftar jual dan menawarkan saya ke klub lain di Spanyol. Ada banyak panggilan dari 12 klub LaLiga, termasuk Levante dan klub Divisi Segunda. Itulah ketika saya mulai memikirkan untuk hengkang.
“Masalahnya adalah di sana ada orang dalam klub dan beberapa jurnalis yang ingin merusak citra saya. Saya tidak ingin pergi dengan kondisi yang buruk karena saya adalah penggemar Valencia.
“Ketika pihak klub memutuskan untuk menempatkan saya di tim utama, saya langsung menerima tekanan dan kritikan. Itu bukan hanya saya, namun mereka juga ingin mencelakakan perwakilan dan keluarga saya.
“Orang yang sama yang sekarang menentang saya pada waktu itu berkata bahwa saya akan gagal, dan itu sangat melukai saya yang baru 17 tahun. Saya harus katakan bahwa di sana ada beberapa jurnalis yang memperlakukan saya dengan cinta dan respek. Namun, ada karyawan klub yang juga bekerja untuk mencoreng citra saya.
“Saya yakin saya bisa [kembali ke Valencia suatu hari nanti]. Saya menolak untuk berpikir hal sebaliknya. Sekali pun di sana ada orang yang suka curang. Banyak dari mereka takkan berada di sana dalam beberapa tahun ke depan dan saya akan menunjukkan bahwa saya layak kembali.”
Torres, yang mencatatkan 44 penampilan di semua kompetisi untuk Los Che selama musim 2019/20, juga mengungkap kondisi perpanjangan kontraknya dengan klub penghuni Mestalla tersebut, sebelum akhirnya mencapai kesepakatan untuk pindah ke City.
Dia mengatakan: “Itu untuk [pemilik Valencia] Peter Lim yang terlibat [upaya perpanjangan kontrak] sehingga saya tahu saya adalah pemain penting, yang lain adalah untuk menjadi kapten tim seperti yang saya lihat di klub lain, [Atletico Madrid] dengan Fernando Torres, contohnya, dan ketiga adalah menjadi salah satu pemain bergaji tertinggi. Saya ingin menjadi dua dari ketiga itu, namun tidak ada yang dipenuhi.
“Saya sebenarnya ingin bertahan dan saya mengajukan sejumlah kondisi untuk melakukan itu. Itu tidak melebihi kemampuan klub. Saya tahu mereka tidak di posisi seperti klub Eropa lainnya, namun saya bisa memimpin proyek ini dan ingin diperlakukan seperti demikian. Pihak klub justru tidak ingin mempertahankan saya.”
Pemuda 21 tahun itu menjelaskan soal hubungannya yang kurang harmonis dengan kapten klub Dani Parejo. Ia menambahkan: “Setelah tiga tahun saya menjadi lebih matang dan lebih kuat secara mental, namun saat usia 17, tidak. Dia [Parejo] adalah pemain hebat namun saya tidak pernah punya hubungan [yang bagus] dengan dia.
“Ketika saya bergabung ke tim utama di usia 17, beberapa pekan berlalu sebelum dia akhirnya berkata hal yang sederhana ‘selamat pagi’ kepada saya. Dia bukan kapten yang bagus untuk saya. Yang terburuk dari itu terjadi setelah [mantan pelatih Valencia] Marcelino didepak dan waktu itu [Lee] Kang-In serta saya dipandang sebagai kambing hitam di ruang ganti dan mereka berhenti berbicara dengan kami selama berminggu-minggu.”
Monday, August 3, 2020
Chelsea Butuh Bek Sekuat Virgil van Dijk
berita bola - Bek sekaliber bintang Liverpool Van Dijk dibutuhkan oleh Chelsea.
Chelsea harus mendatangkan pemain sekaliber Virgil van Dijk, demikian dilontarkan Frank Leboeuf yang mendesak Frank Lamaprd untuk mendatangkan pemain top untuk disimpan di benteng pertahanan pada bursa transfer musim panas ini.
The Blues telah berinvestasi besar dengan mendatangkan Timo Werner dan Hakim Ziyech namun kita juga bisa memprediksi jika aktivitas transfer di Stamford Bridge belum akan selesai seiring keberhasilan the Blues mengakhiri kompetisi di empat besar.
Playmaker Bayer Leverkusen Kai Havertz menjadi salah satu target transfer mereka, begitu juga dengan bek kiri milik Leicester City Ben Chilwell namun Leboeuf menyebut bek tengah seharusnya jadi prioritas transfer.
"Lampard harus memperbaiki semua sektor, ini jadi masalah," buka mantan bintang Blues tersebut pada ESPN FC.
"Kiper adalah isu besar, tetapi Anda harus menuntaskan masalah utama yaitu bek tengah."
"Kurt Zouma melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi saya tidak yakin pada Antonio Rudiger. Saya tidak percaya pada Andreas Christensen. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Fikayo Tomori tetapi jelas, Chelsea butuh pemain besar."
"Anda lihat apa yang terjadi dengan Liverpool setelah mendapatkan Virgil van Dijk. Dia mengubah segalanya. Bahkan Lovren dan Gomez terlihat lebih baik saat bermain dengannya."
"Anda butuh pemain besar yang dapat memimpin lini belakang. Lihat Sergio Ramos. Raphael Varane adalah pemain fantastis ketika bermain untuk Prancis tetapi jauh lebih baik lagi bersama Ramos di Real Madrid."
"Chelsea butuh pemain besar di sektor tengah pertahanan," tandasnya.
Chelsea harus mendatangkan pemain sekaliber Virgil van Dijk, demikian dilontarkan Frank Leboeuf yang mendesak Frank Lamaprd untuk mendatangkan pemain top untuk disimpan di benteng pertahanan pada bursa transfer musim panas ini.
The Blues telah berinvestasi besar dengan mendatangkan Timo Werner dan Hakim Ziyech namun kita juga bisa memprediksi jika aktivitas transfer di Stamford Bridge belum akan selesai seiring keberhasilan the Blues mengakhiri kompetisi di empat besar.
Playmaker Bayer Leverkusen Kai Havertz menjadi salah satu target transfer mereka, begitu juga dengan bek kiri milik Leicester City Ben Chilwell namun Leboeuf menyebut bek tengah seharusnya jadi prioritas transfer.
"Lampard harus memperbaiki semua sektor, ini jadi masalah," buka mantan bintang Blues tersebut pada ESPN FC.
"Kiper adalah isu besar, tetapi Anda harus menuntaskan masalah utama yaitu bek tengah."
"Kurt Zouma melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi saya tidak yakin pada Antonio Rudiger. Saya tidak percaya pada Andreas Christensen. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Fikayo Tomori tetapi jelas, Chelsea butuh pemain besar."
"Anda lihat apa yang terjadi dengan Liverpool setelah mendapatkan Virgil van Dijk. Dia mengubah segalanya. Bahkan Lovren dan Gomez terlihat lebih baik saat bermain dengannya."
"Anda butuh pemain besar yang dapat memimpin lini belakang. Lihat Sergio Ramos. Raphael Varane adalah pemain fantastis ketika bermain untuk Prancis tetapi jauh lebih baik lagi bersama Ramos di Real Madrid."
"Chelsea butuh pemain besar di sektor tengah pertahanan," tandasnya.
Sunday, August 2, 2020
Arsenal Juara Piala FA, Mikel Arteta Bikin Sejarah
berita bola - Arteta adalah orang pertama yang membawa Arsenal juara Piala FA sebagai pemain dan manajer.
Mikel Arteta melakukan perayaan yang unik ketika musim debutnya berakhir dengan membawa Arsenal meraih kemenangan atas Chelsea di final Piala FA di Wembley, Minggu (2/8) dini hari WIB.
Mantan kapten The Gunners itu ditunjuk sebagai pengganti Unai Emery pada Desember 2019, dengan klub harus berjuang di papan tengah menyusul start yang mengecewakan di Liha Primer Inggris musim 2019/20 ini.
Arteta, mantan asisten Pep Guardiola di Manchester City, akhirnya membawa Arsenal finis di peringkat kedelapan, di luar kualifikasi Eropa.
Namun, Arsenal akhirnya bisa memastikan tempat di Liga Europa musim depan dengan kemenangan 2-1 atas Chelsea di Piala FA.
Christian Pulisic sempat membawa The Blues unggul ketika pertandingan baru berjalan lima menit, namun Pierre-Emerick Aubameyang menyamakan kedudukan lewat penalti jelang akhir babak pertama.
Aubameyang kemudian memastikan kemenangan Arsenal dengan gol keduanya di babak kedua.
Chelsea harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Mateo Kovacic mendapat kartu merah. Frank Lampard juga kehilangan Cesar Azpilicueta, Pulisic, dan Pedro karena cedera.
Tidak ada orang sebelum Arteta yang membawa Arsenal meraih gelar Piala FA, sekaligus sebagai kapten dan manajer. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya pernah dua kali mengangkat trofi ini sebagai pemain.
Arteta juga menjadi manajer Arsenal pertama yang merasakan kesuksesan di musim debutnya di bangku cadangan sejak George Graham, yang meraih Piala Liga Inggris setelah penunjukannya pada musim 1986/87.
Kemenangan Arsenal itu mengonsolidasikan status mereka sebagai klub paling sukses dalam sejarah kompetisi, unggul dua atas Manchester United dengan 14 trofi sepanjang sekarah Piala FA.
Arsenal mungkin jauh dari kata dalam kondisi terbaik dalam beberapa musim terakhir, namun rekor mereka menarik: dalam tujuh penampilan final Piala FA sejak 2002, mereka selalu memenagkan setiap pertandingan.
Mikel Arteta melakukan perayaan yang unik ketika musim debutnya berakhir dengan membawa Arsenal meraih kemenangan atas Chelsea di final Piala FA di Wembley, Minggu (2/8) dini hari WIB.
Mantan kapten The Gunners itu ditunjuk sebagai pengganti Unai Emery pada Desember 2019, dengan klub harus berjuang di papan tengah menyusul start yang mengecewakan di Liha Primer Inggris musim 2019/20 ini.
Arteta, mantan asisten Pep Guardiola di Manchester City, akhirnya membawa Arsenal finis di peringkat kedelapan, di luar kualifikasi Eropa.
Namun, Arsenal akhirnya bisa memastikan tempat di Liga Europa musim depan dengan kemenangan 2-1 atas Chelsea di Piala FA.
Christian Pulisic sempat membawa The Blues unggul ketika pertandingan baru berjalan lima menit, namun Pierre-Emerick Aubameyang menyamakan kedudukan lewat penalti jelang akhir babak pertama.
Aubameyang kemudian memastikan kemenangan Arsenal dengan gol keduanya di babak kedua.
Chelsea harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Mateo Kovacic mendapat kartu merah. Frank Lampard juga kehilangan Cesar Azpilicueta, Pulisic, dan Pedro karena cedera.
Tidak ada orang sebelum Arteta yang membawa Arsenal meraih gelar Piala FA, sekaligus sebagai kapten dan manajer. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya pernah dua kali mengangkat trofi ini sebagai pemain.
Arteta juga menjadi manajer Arsenal pertama yang merasakan kesuksesan di musim debutnya di bangku cadangan sejak George Graham, yang meraih Piala Liga Inggris setelah penunjukannya pada musim 1986/87.
Kemenangan Arsenal itu mengonsolidasikan status mereka sebagai klub paling sukses dalam sejarah kompetisi, unggul dua atas Manchester United dengan 14 trofi sepanjang sekarah Piala FA.
Arsenal mungkin jauh dari kata dalam kondisi terbaik dalam beberapa musim terakhir, namun rekor mereka menarik: dalam tujuh penampilan final Piala FA sejak 2002, mereka selalu memenagkan setiap pertandingan.
Saturday, August 1, 2020
Kalahkan Cristiano Ronaldo & Robert Lewandowski, Ciro Immobile Raih Sepatu Emas
berita bola - Immobile menyabet penghargaan Sepatu Emas dengan catatan 35 gol sejuah ini di Serie A.
Striker Lazio Ciro Immobile mengalahkan Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski, dan Lionel Messi untuk meraih Sepatu Emas pada musim 2019/20.
Immobile menikmati musim yang luar biasa di depan gawang, dengan menampilkan performa terbaik di usia 30 tahun.
Immobile berada di urutan teratas dengan 35 gol di Serie A Italia, dengan para pesaingnya juga berusia di atas 30 tahun.
Lewandowski, yang mencetak 34 gol di Bundesliga Jerman bersama Bayern Munich. kini berusia 31 tahun, sedangkan peraih lima Ballon d'Or, Ronaldo, yang ada di urutan ketiga dengan 31 gol di Serie A bersama Juventus, berusia 35 tahun.
Superstar Barcelona Lionel Messi, yang mencetak 25 gol di La Liga Spanyol, berusia 33 tahun. Jamie Vardy dari Leicester City (23 gol) dan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal (22 gol), telah melewati ulan tahun yang ke-30.
Catatan gol Immobile sudah tidak lagi terkejar karena kompetisi Bundesliga sudah berakhir dan Ronaldo tidak masuk skuad Juventus untuk pertandingan pamungkas Serie A musim ini lawan AS Roma di Alliaz Arena, Minggu (2/8) dini hari WIB.
Maurizio Sarri mengambil keputusan untuk tidak menurunkan Ronaldo di laga lawan Giallorossi karena striker asal Portugal diharapkan bisa fit untuk pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions lawan Olympique Lyon pada 8 Agustus mendatang.
Immobile memiliki kesempatan untuk menambah golnya ketika Lazio tandang ke markas Napoli di pertandingan terakhir Serie A musim ini.
Immobile hanya membutuhkan satu gol lagi untuk bisa menyamai rekor 36 gol yang ditorehkan Gonzalo Higuain ketika masih di Naples pada musim 2015/16.
Satu-satunya anggota lain dalam posisi sepuluh besar yang masih bisa menambah jumlah gol mereka adalah striker Inter Milan Romelu Lukaku.
Lukaku, yang sudah mencetak 23 gol, berpeluang tampil lawan Atalanta dan menambah jumlah golnya.
Striker Lazio Ciro Immobile mengalahkan Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski, dan Lionel Messi untuk meraih Sepatu Emas pada musim 2019/20.
Immobile menikmati musim yang luar biasa di depan gawang, dengan menampilkan performa terbaik di usia 30 tahun.
Immobile berada di urutan teratas dengan 35 gol di Serie A Italia, dengan para pesaingnya juga berusia di atas 30 tahun.
Lewandowski, yang mencetak 34 gol di Bundesliga Jerman bersama Bayern Munich. kini berusia 31 tahun, sedangkan peraih lima Ballon d'Or, Ronaldo, yang ada di urutan ketiga dengan 31 gol di Serie A bersama Juventus, berusia 35 tahun.
Superstar Barcelona Lionel Messi, yang mencetak 25 gol di La Liga Spanyol, berusia 33 tahun. Jamie Vardy dari Leicester City (23 gol) dan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal (22 gol), telah melewati ulan tahun yang ke-30.
Catatan gol Immobile sudah tidak lagi terkejar karena kompetisi Bundesliga sudah berakhir dan Ronaldo tidak masuk skuad Juventus untuk pertandingan pamungkas Serie A musim ini lawan AS Roma di Alliaz Arena, Minggu (2/8) dini hari WIB.
Maurizio Sarri mengambil keputusan untuk tidak menurunkan Ronaldo di laga lawan Giallorossi karena striker asal Portugal diharapkan bisa fit untuk pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions lawan Olympique Lyon pada 8 Agustus mendatang.
Immobile memiliki kesempatan untuk menambah golnya ketika Lazio tandang ke markas Napoli di pertandingan terakhir Serie A musim ini.
Immobile hanya membutuhkan satu gol lagi untuk bisa menyamai rekor 36 gol yang ditorehkan Gonzalo Higuain ketika masih di Naples pada musim 2015/16.
Satu-satunya anggota lain dalam posisi sepuluh besar yang masih bisa menambah jumlah gol mereka adalah striker Inter Milan Romelu Lukaku.
Lukaku, yang sudah mencetak 23 gol, berpeluang tampil lawan Atalanta dan menambah jumlah golnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






