Friday, January 8, 2021

RESMI: Arsenal Tebus Murah Eks Manchester City Omar Rekik Di Angka £540 Ribu


 berita bola - Rekik memutuskan untuk kembali ke Inggris dengan mengamankan transfer ke Arsenal dari Hertha Berlin.

Arsenal telah menuntaskan transfer Omar Rekik dari klub Bundesliga Hertha Berlin, Kamis (7/1) malam waktu setempat.

Pemain berusia 19 tahun itu diproyeksikan bermain untuk tim U-23 setelah meneken kontrak profesional dengan klub penghuni Emirates Stadium tersebut.

Media Jerman Bild melaporkan bahwa Arsenal sepakat membayar Hertha di angka £540.000 untuk si pemain, yang pernah bermain di akademi Feyenoord, PSV, Manchester City dan Marseille sebelum bergabung dengan tim Jerman

Manajer Arsenal Mikel Arteta mengonfirmasi kedatangan bek asal Tunisia itu, dengan mengatakan: "Dia adalah bakat muda yang telah kami ikuti selama beberapa waktu yang kami yakini memiliki masa depan yang sangat cerah,” ujarnya kepada wartawan pada konferensi pers.

Pemain internasional Tunisia U-21 itu belum mengukir debut seniornya, setelah bermain secara reguler di divisi empat sepakbola Jerman bersama Hertha Berlin II musim ini, tetapi ia adalah pemain cadangan yang tidak dimainkan dalam tiga pertandingan Bundesliga musim lalu.

"Rasanya luar biasa berada di sini setelah sekian lama bekerja keras. Rasanya luar biasa. Saya pindah tiga pekan lalu dan saya berada di karantina, jadi saya tidak sabar untuk memulai," kata Rekik kepada laman resmi Arsenal.

"Kehangatan orang-orang dan minat yang mereka tunjukkan pada saya, dan tentu saja, ketika klub seperti Arsenal tertarik, saya rasa tidak perlu berpikir dua kali.

"Saya seorang pemenang. Saya selalu ingin menang, dan itu berkaitan dengan segalanya, bukan hanya sepakbola, sejak saya masih kecil. Gaya permainan saya? Saya seorang bek tengah dan saya suka bermain dengan bola, saya Saya suka bermain dari belakang, dan saya pikir struktur klub ini sangat cocok [dengan gaya saya]."

Rekik melanjutkan bahwa gaya bermain Arsenal memainkan peran kunci dalam keputusannya untuk melanjutkan karier di London utara.

"Dengan Mikel Arteta, jika Anda menonton pertandingan, dia bukan pelatih yang berpikir cepat untuk memainkan bola panjang. Tentu saja, saat dibutuhkan, Anda harus melakukannya, tapi menurut saya gaya permainannya pas," tambahnya.

"Sebagai pemain muda, Anda perlu bermain di suatu tempat di mana mereka tidak takut memberi Anda kesempatan dan Anda bisa melihat banyak pemain muda berhasil menembus [tim utama] di sini, dan saya ingin menjadi yang berikutnya."

Rekik, yang merupakan rekrutan pertama klub London utara itu pada jendela transfer Januari, sudah dikaitkan dengan kepindahan ke ibu kota Inggris pada jendela transfer musim panas, tetapi transfer itu tidak terwujud.

The Gunners baru-baru ini meminjamkan bek William Saliba, yang telah bergabung dengan Nice untuk sisa musim ini.

Thursday, January 7, 2021

"Dia Jujur, Tak Seperti Pemain Itu!" - Jose Mourinho Sindir Paul Pogba?


 berita bola - Sabtu lalu, Pogba tertangkap kamera tengah berikan isyarat kepada Luke Shaw untuk meminta sang rekan lakukan “diving” di kotak penalti Aston Villa.

Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, melontarkan pernyataan bersayap saat menyinggung pergerakan penyerang Brentford, Brian Mbeumo, yang memilih tidak melakukan “diving” di kotak penalti.

Terbaru, Spurs sukses mengalahkan klub Divisi Championship, Brentford, dengan skor 2-0 pada semi-final Piala Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (6/1) dini hari WIB.

Gol kemenangan sang tuan rumah masing-masing dicetak oleh Moussa Sissoko pada menit ke-12 dan Son Heung-min pada menit ke-70.

Brentford sebetulnya punya peluang emas untuk samakan skor pada menit ke-49. Mbeumo mampu menerobos sisi kiri pertahanan Spurs dan pergerakannya di kotak penalti nyaris dilanggar bek Davinson Sanchez.

Ketimbang “diving”, Mbeumo memilih melepaskan operan ke Ivan Toney yang sepakannya di mulut gawang Hugo Lloris diblok dengan brilian oleh Serge Aurier.

“Pertahanan kami bagus. Kami selalu memegang kendali,” ucap Mourinho selepas pertandingan.

“Selain satu gol yang dianulir, mereka melakukan satu penetrasi melalui sisi kanan dan Davinson Sanchez sangat cerdas untuk tidak menyentuhnya dan dia [Mbeumo] sangat jujur,” tutur mantan pelatih Manchester United itu.

“Dia tidak memilih untuk melakukan ‘diving’ seperti yang dilakukan beberapa pemain lain,” pungkas Mou sembari memberikan isyarat menjatuhkan diri dengan tangannya.

Kebetulan akhir pekan lalu, mantan anak asuh Mou, Paul Pogba, tertangkap kamera tengah memberikan isyarat tersebut kepada Luke Shaw untuk memintanya “diving” di kotak penalti saat laga kontra Aston Villa, yang dimenangkan Man United 2-1.

Baru-baru ini, manajer Liverpool, Jurgen Klopp, dan bos United, Ole Gunnar Solskjaer, juga terlibat perang kata-kata di media terkait jumlah penalti yang dianggap terlalu mudah didapat Man United.

Adapun Spurs melaju ke final Piala Liga Inggris yang digelar di Wembley pada 25 April mendatang untuk menghadapi pemenang pada laga semi-final lainnya antara Man United versus Man City di Old Trafford, Kamis (7/1) dini hari WIB.

Wednesday, January 6, 2021

Balas Sindiran Jurgen Klopp Soal Penalti, Ole Gunnar Solskjaer: Yang Ngomong Seperti Itu Biasanya Coba Pengaruhi Wasit!


 berita bola - Klopp sebelumnya mempertanyakan jumlah penalti yang diberikan kepada Setan Merah, tak lama setelah Liverpool kalah di markas Southampton.

Ole Gunnar Solskjaer menanggapi cibiran Jurgen Klopp yang menyebut Manchester United sering diuntungkan penalti, dengan ia menyatakan bahwa manajer yang mengungkit itu biasanya sering mencoba memengaruhi wasit.

Klopp mempermasalahkan rekor penalti United setelah timnya kalah 1-0 di kandang Southampton dalam lanjutan Liga Primer Inggris pada Selasa (5/1) dini hari WIB kemarin.

"Saya sekarang mendengar bahwa Manchester United mendapat lebih banyak penalti dalam dua tahun [bersama Ole] ketimbang yang saya alami dalam lima setengah tahun," kata manajer Liverpool itu. "Saya tidak tahu apakah itu salah saya, atau bagaimana itu bisa terjadi."

United sendiri mendapatkan 11 penalti di semua kompetisi musim ini, dengan enam di antaranya terjadi di liga, sementara tim Klopp mendapatkan lima penalti di liga - selisihnya tipis.

Membalas cibiran Klopp, Ole mengatakan: “Saya tidak menghitung berapa banyak penalti yang mereka [Liverpool] miliki. Jadi, jika mereka ingin menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan kami dilanggar di kotak, saya tidak mau memusingkannya,” jelasnya.

Klopp bukan manajer pertama yang menyoroti rekor penalti Setan Merah.

Manajer Chelsea Frank Lampard pernah mengemukakannya di sesi konferensi pers menjelang semi-final Piala FA musim lalu dan Ole yakin pernyataan semacam itu bisa memengaruhi pengambilan keputusan Mike Dean selama pertandingan, karena menurutnya Anthony Martial seharusnya dapat tendangan penalti setelah dilanggar Kurt Zouma.

"Saya tidak bisa berbicara atas nama manajer lain, mengapa mereka mengatakan hal-hal seperti ini," kata Ole. “Jelas saya merasa itu berhasil tahun lalu di semi-final Piala FA karena Frank membicarakannya dan kami harusnya mendapatkan penalti yang justru tidak kami dapatkan.

"Jadi mungkin itu adalah cara [yang biasa digunakan] untuk memengaruhi wasit. Saya tidak tahu, tapi saya tidak risau tentang itu. Ketika mereka melanggar pemain kami, itu penalti. [Itu terjadi] hanya jika ada di dalam kotak.”

Ole akan memiliki kesempatan untuk membalas tingkah laku Klopp ketika Setan Merah bertandang ke Anfield pada 17 Januari mendatang, selagi timnya berpeluang naik ke puncak klasemen andai mampu mengalahkan Burnley pada akhir pekan nanti.

Tuesday, January 5, 2021

AC Milan Versus Juventus, Siapa Yang Didukung Filippo Inzaghi?


 berita bola - Pelatih Benevento tersebut juga menyesali kekalahan timnya dari Milan yang ia sebut memberi hadiah dua gol kepada Rossoneri.

Pelatih Benevento, Filippo Inzaghi, menatap salah satu pertandingan krusial Serie A Italia musim ini ketika AC Milan bertemu Juventus pada Kamis (7/1) dini hari.

Sosok asal Italia tersebut bersinar dengan kedua klub itu saat menjalani karier sebagai pemain, berstatus top skor Juve selama tiga musim dalam empat tahun sebelum hengkang ke Milan dan bertahan selama 11 tahun.

Siapa yang didukung Inzaghi dalam laga nanti? "Jelas Milan, karena klub itu telah memberi saya banyak hal. Saya berada di sana selama 15 tahun, ada ikatan spesial," ujarnya kepada Sky Sports Italia.

Inzaghi melihat anak asuhnya dibekap Rossoneri yang bermain dengan sepuluh pemain dengan skor 2-0, ia menyanjung performa kiper Gianluigi Donnarumma yang membuat timnya tidak bisa berbuat banyak meski unggul jumlah pemain.

"Jika kami pergi dengan kekalahan melawan pemuncak klasemen dan menyesalinya, itu menunjukkan seberapa jauh kami berkembang," ujarnya.

"Kami menghadapi Donnarumma, kiper terbaik di Eropa menurut saya, dan tim yang memberikan segalanya. Ini mengecewakan, karena setelah performa yang bagus, Anda mengharap hasil yang berbeda.

"Kami baru di Serie A, jadi kemasukan gol naif seperti ini akan membantu kami dewasa. Kami tidak bisa menghadiahkan dua gol seperti itu ke Milan. Saya tidak bisa komplain, Benevento bermain luar biasa dan kami patut bangga.

"Bermain dari balakang berarti mengambil resiko, tetapi jika kami tidak berusaha memainkan bola dan menyerang, maka kami bisa mengucap selamat tinggal pada asa selamat (dari degradasi)."

Monday, January 4, 2021

Manajer Chelsea Frank Lampard: Saya Pernah Tertekan, Tapi Angkat Trofi Di Akhir Musim


 berita bola - Mantan pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, mulai kencang dikaitkan sebagai calon kuat pengganti Lampard.

Manajer Chelsea, Frank Lampard, memberikan pembelaannya pasca-kekalahan terbaru sekaligus tren jelek The Blues sebulan terakhir.

Dini hari tadi WIB, Chelsea tampil buruk saat dikalahkan Manchester City dengan skor 3-1 pada pekan ke-17 Liga Primer Inggris di Stamford Bridge.

Cesar Azpilicueta dkk tertinggal tiga gol pada babak pertama masing-masing via Ilkay Gundogan (18’), Phil Foden (21’), dan Kevin De Bruyne (34’). Sedangkan sebiji gol sang tuan rumah baru tercipta pada menit ke 90’+2 lewat pemain pengganti, Callum Hudson-Odoi.

Hasil negatif ini menjadi kekalahan keempat Chelsea dalam enam laga terakhir di EPL. Sementara dua lainnya masing-masing berakhir dengan kemenangan dan hasil imbang.

Lampard pun mulai berada dalam tekanan berkaca transfer besar-besaran yang dilakukan Chelsea musim ini. Tapi, pelatih berusia 42 tahun itu menggambarkan pengalamannya mampu keluar dari masa-masa sulit kala masih aktif sebagai pemain The Blues.

“Saat ini, kami berada dalam periode singkat [yang buruk], lima, enam pertandingan yang tidak seorang pun dari kami yang menginginkannya,” ucap Lampard dalam sesi jumpa pers pasca-laga.

“Jika Anda kembali ke tahun pertama Man City atau Liverpool dengan pelatih masing-masing saat ini, Anda juga melalui musim dengan tidak mudah. Keberhasilan bisa datang dengan meninjau laga ini dan kami bisa bereaksi lebih baik.”

“"Jika Anda pelatih yang punya pengalaman bermain sepakbola selama ini—dan saya mengatakan ini kepada para pemain saat jeda—saya mengalami masa-masa seperti ini. Saya duduk di ruang ganti, menjalani hari-hari itu, dan mengangkat trofi di akhir tahun.”

“Saya ingat kami dikalahkan Middlesbrough, dua atau tiga nol, [Mark] Viduka dan [Aiyegbeni] Yakubu di lini depan lawan, dan tim kami kehilangan semangat. Kemudian kami mampu bangkit dengan keinginan kuat dengan pemain-pemain berkualitas,” pungkasnya.

Laga yang dimaksud Lampard adalah pada EPL musim 2005/06. Kala itu, Chelsea ditekuk tuan rumah Middlesbrough—salah satu tim yang terdegrasi pada musim tersebut—dengan skor 3-0.

Pada akhir musim, Jose Mourinho sukses mengantarkan Chelsea meraih gelar EPL untuk kedua kalinya secara beruntun.

Adapun Chelsea arahan Lampard kini merosot ke urutan kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 26 poin. Sedangkan Man City naik ke ranking kelima dengan 29 poin, plus dua laga tunda.

Sunday, January 3, 2021

Veteran Juventus Gianluigi Buffon Terpilih Sebagai Kiper Terbaik Dunia Sepanjang Masa


 berita bola - Gianluigi Buffon didaulat sebagai kiper terbaik dunia sepanjang masa, mengalahkan sosok legenda besar macam Dino Zoff dan Lev Yashin.

Bintang veteran Juventus Gianluigi Buffon dinobatkan sebagai kiper terbaik dunia sepanjang masa oleh panelis yang merupakan kolega pria Italia tersebut.

Gazzetta dello Sport menghubungi 18 penjaga gawang, mewakili 18 negara untuk memintai mereka pertimbangan dan penilaian soal siapa kiper terhebat yang ada di jagat raya saat ini.

Tujuh suara dari 18 panelis itu menunjuk Buffon sebagai juaranya

Yang menarik, legenda besar sekaligus kiper ikonik Italia Dino Zoff, hanya mendapatkan dua suara.

Sementara itu, penjaga gawang legendaris sekelas Lev Yashin juga hanya dipilih oleh lima panelis. Praktis, nama Buffon pun tak tertandingi di posisi teratas.

Nama-nama beken di bawah mistar gawang macam Gordon Banks, Sepp Maier, Ladislao Mazurkiewicz, Rogerio Ceni, Claudio Taffarel, Peter Schmeichel hingga Iker Casillas, cuma meraih satu suara.

Salah satu panelis yang juga kiper andalan timnas Jerman dan Bayern Munich, Manuel Neuer, memberikan alasan kenapa dirinya memberikan suaranya pada Buffon.

"Gigi adalah sosok yang luar biasa, dan dia selalu menjadi teladan bagi saya," tutur Neuer.

Neuer berpendapat, Buffon adalah sebuah contoh yang paling layak dijadikan teladan inspirasi bagi para kiper-kiper di masa kekinian.

"Tidak hanya aksinya di lapangan dan berbagai gerakan reflek dia yang sangat fenomenal, tapi juga karakter yang dimiliki dirinya," jelas kiper yang musim lalu meraih treble winners bersama The Bavarian itu.

Di usia 42 tahun, Buffon belum menunjukkan akan pensiun dalam waktu dekat, meski isu belakangan menyebut 2021 akan menjadi tahun terakhir sang kiper beraksi di bawah mistar gawang.

Saturday, January 2, 2021

Presiden Andrea Agnelli Akan Tinggalkan Juventus Gabung Ferrari?


 berita bola - Andrea Agnelli dilaporkan dalam waktu dekat bersiap untuk meninggalkan Juventus untuk bergabung dengan Ferrari.

Presiden Juventus Andrea Agnelli dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan klub, lalu merambah bidang lain

La Verita mengklaim, sang presiden saat ini sedang mempelajari posisi baru sebagai chief executive di Ferrari. Jika segala sesuatunya dirasa siap, Agnelli kabarnya akan segera meninggalkan klub Turin ini.

Beberapa laporan menyebut, ada sejumlah faktor yang membuat Agnelli ingin menanggalkan posisinya sebagai owner Bianconeri dan menatap kemungkinan merambah perusahaan mobil terkemuka tersebut.
Dalam enam bulan ke depan utang kotor Juventus berpotensi membengkak menjadi €600 juta, yang akan menempatkan klub di persimpangan.

Pilihannya kemungkinan hanya ada dua, yakni mendatangkan dana investasi asing dengan skala besar, sebagaimana kasus yang menimpa AC Milan beberapa tahun lalu.

Atau, memaksa induk perusahaan klub membuka dompet mereka kembali untuk menyuntikkan ratusan juta euro lagi, demi penguatan tim di masa yang akan datang.

Untuk rencana yang kedua, langkah paling awal yang sepertinya tak terelakkan adalah tidak memperpanjang kontrak Cristiano Ronaldo, yang nilainya cukup memberatkan manajemen klub.

Setelah hegemoni mereka di Serie A tak terbantahkan dalam sembilan musim berturut-turut, Juventus musim ini tampak kehabisan bensin di bawah komando pelatih baru Andrea Pirlo.

Menutup tahun 2020, Si Nyonya Tua harus tersesat di peringkat keenam klasemen sementara, tertinggal sepuluh angka dari rival sengit mereka, AC Milan, yang berada di tangga teratas.

Minggu akhir pekan ini, pasukan Pirlo akan melanjutkan petualangan mereka di Serie A dengan menghadapi Udinese di Allianz Stadium.