Monday, December 7, 2020
'Sempurna, Kan?' - Jurgen Klopp Girang Suporter Liverpool Kembali Ramaikan Anfield
berita bola - The Reds menang dengan skor besar di hadapan kembalinya suporter setelah Anfield ditutup selama berberapa bulan terakhir.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp tampak girang bukan main setelah melihat suporter The Reds kembali meramaikan Anfield, Senin (7/12) dini hari WIB.
Sekelompok kecil atau sekitar 2.000 pendukung diizinkan untuk kembali menghadiri pertandingan Liga Primer Inggris melawan Wolverhampton Wanderers dan pasukan Klopp menghadiahi mereka dengan kemenangan telak 4-0.
Mohamed Salah membuka skor pada menit ke-24 sebelum Georginio Wijnaldum dan Joel Matip mencetak gol di babak kedua dan gol bunuh diri Nelson Semedo menutup kemenangan besar Liverpool.
Selain puas dengan performa solid timnya, Klopp juga dibuat girang dengan kembalinya fans ke Anfield, yang ditanggpinya begitu emosional.
"Permainannya, atmosfernya, sangat menyenangkan. Saya merinding. Mereka mulai menyanyi 'You'll Never Walk Alone' - sangat menyenangkan. Saya tak pernah tahu rasanya sebagus itu," kata Klopp kepada BBC.
"Ini [fans dilarang hadir di stadion] dimulai pada Februari dan kami menunggu semuanya kembali normal," lanjutnya. "Situasi normal itu bagus - saya rasa kami tidak terlalu menghargainya. Itu sangat menyentuh."
"Bukankah ini malam yang sempurna? Entah bagaimana pun cuacanya di luar sana, di dalam stadion ada sinar matahari."
"Ada beberapa tantangan sebelum pertandingan - Wolves memainkan sistem yang berbeda. Saya memberi informasi kepada para pemain tentang cara menekan mereka. Para pemain luar biasa dengan cara mereka menangani mereka - ini hasil terbaik kami melawan Wolves."
Kemenangan atas Wolves membuat Liverpool mantap di posisi kedua klasemen Liga Primer musim ini dengan koleksi 24 poin, sama dengan Tottenham Hotspur yang ada di puncak dengan keunggulan selisih gol.
Sunday, December 6, 2020
Atasi West Ham United, Manchester United Catat Rekor Comeback Liga Primer Inggris
berita bola - Lagi dan lagi, United bangkit dari situasi tertinggal yang membawa mereka mengukir rekor baru.
Manchester United kembali menambah catatan mereka di buku rekor Liga Primer Inggris berkat kemenangan comeback 3-1 atas West Ham United, Minggu (6/12) dini hari WIB.
Kemenangan itu membuat United jadi tim EPL yang paling banyak mengoleksi poin dari situasi tertinggal.
Menurut catatan Opta, United sudah mengoleksi 385 poin dari keadaan tertinggal, jumlah yang melebihi tim mana pun di era EPL.
Ketika bertandang ke London Stadium, pasukan Ole Gunnar Solskjaer kebobolan lebih dulu lewat Tomas Soucek dan harus mengakhiri babak pertama dengan skor 1-0.
Solskjaer memang mengistirahatkan pemain andalannya seperti Bruno Fernandes dan Marcus Rashford, mengingat laga lebih krusial melawan RB Leipzig dan Manchester City menanti mereka pada pekan depan.
Pada akhirnya, kedua pemain pilar tersebut diturunkan di babak kedua dan terbukti mampu mengubah permainan. Paul Pogba menyamakan skor, disusul Mason Greenwood, sebelum Rashford menyempurnakan kemenangan atas The Hammers.
United kini telah memenangi seluruh lima partai tandang EPL di musim 2020/21. Di musim ini, mereka juga mengoleksi 15 poin setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Pencapaian apik ini membuat mereka duduk di posisi teratas dalam deretan klub EPL sebagai pengoleksi poin terbanyak dari situasi tertinggal.
Torehan ini membuat publik teringat dengan United di era Sir Alex Ferguson yang identik dengan spirit kebangkitan dan kisah dramatis.
Meski begitu, Untied masih punya banyak pekerjaan rumah. Catatan tandang mereka memang sempurna, tapi performa mereka masih jeblok di kandang. Di EPL musim ini, mereka sudah kalah tiga kali dan hanya menang sekali di Old Trafford
United kini duduk di peringkat keempat klasemen, tertinggal tiga angka dari Chelsea di puncak, tapi The Red Devils masih menyimpan satu pertandingan.
Dalam sepekan ke depan, United bakal menghadapi partai hidup-mati di Liga Champions melawan RB Leipzig sebelum melakoni derbi kontra Manchester City.
Saturday, December 5, 2020
Imbas Kasus Proyek Transfer Luis Suarez, Direktur Sepakbola Juventus Fabio Paratici Diperiksa
berita bola - Jika terbukti bersalah, berlebihan kah jika Juve kembali didegradasikan ke Serie B?
Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici, menghadapi penyelidikan kriminal terkait tuduhan mencurangi tes naturalisasi striker asal Uruguay, Luis Suarez (33 tahun).
Juventus hampir mendatangkan Suarez pada bursa transfer musim panas lalu. Tapi, urung kejadian lantaran kasus naturalisasi yang coba diakali pihak klub tercium otoritas setempat.
Kubu Si Nyonya Tua mendorong Suarez untuk mendapatkan kewarganegaraan Italia demi memuluskan transfer sang pemain sekaligus memastikan tidak melebihi kuota pemain non-Uni Eropa yang diizinkan.
Suarez dicurigai telah mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus dalam tes bahasa yang dilakukan di Universitas Perugia. Ia dilaporkan diluluskan setelah cuma menuntaskan bagian ujian lisan.
Alhasil, Suarez gagal ke Juventus dan akhirnya bergabung dengan Atletico Madrid setelah enam musim membela Barcelona. Pihak Juve pun membantah melakukan kecurangan.
“Juventus mengonfirmasi bahwa hari ini Fabio Paratici sudah diinformasikan tentang jaminan dan hak membela diri," begitu bunyi pernyataan resmi Juventus, Jumat (4/11).
"Klub menegaskan kembali kebenaran pekerjaan Paratici dan percaya diri bahwa penyelidikan yang berjalan akan membantu memperjelas posisinya dalam waktu yang dibutuhkan."
“Secara eksklusif, kejahatan yang dituduhkan oleh Kejaksaan Umum di Pengadilan Perugia adalah Pasal 371 KUHP."
Adapun pasal tersebut berjudul “Informasi palsu kepada jaksa atau jaksa Mahkamah Pidana Internasional”.
“Klub menegaskan kembali kebenaran Paratici dan yakin bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung akan membantu memperjelas posisinya dalam waktu yang wajar.”
Jika terbukti bersalah, Juve dikabarkan berpotensi menerima sejumlah hukuman, mulai dari denda, pengurangan poin, hingga lebih parahnya lagi, didegradasikan, layaknya kasus Calciopoli 2006.
Friday, December 4, 2020
Neil Lennon: Kualitas AC Milan Memang Top!
berita bola - Celtic sempat unggul 2-0 di San Siro namun di akhir laga dipaksa menelan pil pahit kalah 4-2 dari AC Milan.
Pelaih Celtic Neil Lennon memuji AC Milan yang mengalahkan timnya dengan skor 4-2 di San Siro pada lanjutan Liga Europa dini hari tadi.
Juara Skotlandia tersebut melangkah ke Italia dengan kondisi telah tersingkir dari kompetisi namun secara mengejutkan unggul cepat 2-0 berkat gol Tom Rogic dan Odsonne Edouard.
Akan tetapi Rossoneri bangkit dan mengakhiri babak pertama dengan skor imbang melalui aksi Hakan Calhanoglu dan Samuel Castillejo.
Laju tuan rumah di paruh kedua pertandingan tak tertahankan lagi, Jens Petter Hauge menambah gol ketiga dan pada menit 82 pemain pengganti Brahim Diaz ikut mencatatkan nama di papan skor untuk menyegel kemenangan timnya.
Setelah laga, Lennon menjelaskan timnya sudah memberikan yang terbaik namun harus mengakui keunggulan lawan dengan kualitas yang memang jauh lebih baik.
"Para pemain jelas kecewa karena merasa bisa memberikan perlawanan yang hebat di sepanjang pertandingan. Para pemain ini benar-benar pesepakbola profesional yang menginginkan kemenangan," ujar Lennon.
"Tetapi kita membicarakan AC Milan, di San Siro. Kami benar-benar kecewa gagal meraih sesuatu dari pertandingan."
"Pelajaran pasti dipetik. Orang lain mungkin menyebutnya kalah dan kebobolan empat. Saya mengerti itu, tetapi kualitas yang dimiliki Milan memang top!"
Berikutnya bagi Milan adalah tampil di kandang Sampdoria, Senin (7/12) dini hari WIB, dengan target meneruskan laju positif sekaligus mengukuhkan diri sebagai Capolista Serie A Italia.
Thursday, December 3, 2020
'Berikutnya 800 Gol!' - Bintang Juventus Cristiano Ronaldo Belum Puas Usai Cetak 750 Gol
berita bola - CR7 terus menampilkan performa luar biasa dalam urusan membobol gawang lawan meski usianya tidak lagi muda.
Cristiano Ronaldo berterima kasih kepada "para pemain, pelatih, dan lawan setia" setelah bintang Juventus itu mencetak gol ke-750 dalam kariernya yang luar biasa dan itu tidak lantas membuatnya puas.
Ronaldo mencapai tonggak sejarah itu dengan golnya pada menit ke-57 saat Juventus menang meyakinkan 3-0 atas Dynamo Kiev dalam pertandingan Grup G Liga Champions, Kamis (3/12) dini hari WIB.
Itu merupakan golnya yang ke-75 bersama Juventus, sejak bergabung pada 2018 dari Real Madrid - di mana ia mengoleksi 450 gol.
Penyerang 35 tahun, sekaligus pemenang lima Ballon d'Or, membukukan rekor gol tersebut bagi Madrid hanya dalam 438 penampilan di semua kompetisi, menyusul transfernya yang memecahkan rekor dunia dari Manchester United pada 2009.
Selama enam tahun di Old Trafford, Ronaldo mengemas 118 gol bersama Setan Merah.
Ronaldo, yang baru-baru ini melampaui total 100 gol bersama Portugal, menjadi pesepakbola pria kedua yang mencapai tiga digit gol internasional setelah legenda Iran, Ali Daei. Selain itu, ia telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Madrid, dengan 127 gol lebih banyak dari legenda Los Blancos, Raul Gonzalez, yang memiliki 741 penampilan.
Meski melewatkan beberapa pekan awal musim 2020/21 ini karena dinyatakan positif COVID-19, Ronaldo tetap menunjukkan performa luar biasa, sukses mengemas delapan gol dalam hanya empat penampilan awalnya di Serie A, kendati golnya ke gawang Dynamo hanyalah yang kedua di Liga Champions musim ini.
Setelah menorehkan pencapaian bersejarah dalam kariernya, Ronaldo menggunakan akun Instagram resminya untuk berterima kasih serta juga menegaskan ambisi berikutnya.
"750 gol, 750 momen bahagia, 750 senyum di wajah para pendukung kami," tulisnya.
"Terima kasih kepada semua pemain dan pelatih yang membantu saya mencapai angka luar biasa ini, terima kasih untuk semua lawan setia saya yang membuat saya bekerja lebih keras dan keras setiap hari."
"Tapi yang terpenting, terima kasih kepada keluarga saya yang luar biasa, selalu hadir di saat-saat terbaik dan terburuk saya."
"Berikutnya: 800 gol! Ayo! Fino Alla Fine!"
Ronaldo sekarang akan mengarahkan fokusnya untuk memburu gol ke-751 saat Juve melakoni derbi Turin versus Torino pada akhir pekan ini - ia telah mencetak tiga gol dalam empat penampilan Serie A melawan rival sekota Bianconeri tersebut.
Wednesday, December 2, 2020
'Chelsea Tim Dengan Serangan Terbaik Di Inggris' - Opini Pelatih Sevilla Julen Lopetegui
berita bola - Lopetegui merasa tertantang untuk bisa membawa Sevilla mengalahkan The Blues, yang disebutnya punya lini depan terbaik di Inggris.
Chelsea adalah tim dengan serangan terbaik di Inggris, menurut pelatih Sevilla, Julen Lopetegui.
The Blues saat ini berada di posisi ketiga klasemen Liga Primer usai melewati 10 pertandingan, dua poin tertinggal dari Tottenham Hotspur dan Liverpool. Pasukan Frank Lampard punya catatan gol terbanyak bersama juara bertahan, dengan mengemas 22 gol sejauh ini.
Chelsea sudah mengunci tiket menuju babak 16 besar Liga Champions, setelah mengoleksi 10 poin dari empat laga. Mereka akan bertandang ke markas Sevilla dalam lanjutan Grup E, Kamis (3/12) dini hari WIB, dan Lopetegui antusias menyambut partai tersebut.
"Ini tantangan besar dan menarik, melawan tim yang bisa menjuarai Liga Champions," kata Lopetegui. "Mereka tim hebat dengan serangan terbaik di Inggris saat ini, mereka punya pemain-pemain hebat."
"Sangat menyenangkan bermain melawan mereka dan itu memotivasi kami untuk bermain sebaik mungkin. Saya mengharapkan permainan yang sangat kompleks. Chelsea adalah tim dengan banyak bakat individu dan kolektif. Itu akan membuat kami melipatgandakan usaha dan memainkan permainan yang hebat."
"Kami sangat antusias untuk memperebutkan posisi pertama. Kami sangat senang dan ingin mengalahkan tim yang dirancang untuk memenangkan Liga Champions."
Sevilla tengah dalam performa top, melewati lima laga terakhir dengan kemenangan beruntun dan menempati posisi kelima klasemen La Liga usai memainkan sembilan laga.
Pekan ini adalah pekan yang sulit bagi anak buah Lopetegui karena harus menjamu Real Madrid tiga hari setelah bentrok lawan Chelsea, namun eks pelatih tim nasional Spanyol itu percaya diri.
"Kami ingin terus bekerja dan tumbuh sebagai tim melawan lawan yang sangat kuat yang kami perlukan untuk menjadi yang terbaik untuk bisa dikalahkan," katanya. "Saya melihat tim bekerja setiap hari, mereka mencoba yang terbaik meski pun musim ini sulit dan adanya kabar cedera yang kami miliki."
"Kami memiliki sejumlah pemain yang absen tapi kami bisa mengatasinya."
Tuesday, December 1, 2020
Barcelona Didenda Gara-Gara Lionel Messi Selebrasi Penghormatan Untuk Maradona
berita bola - Selebrasi penghormatan Lionel Messi untuk Maradona memang menyentuh hati, tapi bukan berarti FA Spanyol akan membebaskan Barcelona dari denda.
Barcelona akan didenda €3000 setelah Lionel Messi memberi penghormatan untuk kompatriotnya, mendiang Diego Maradona, melalui selebrasi gol.
Yang dipermasalahkan, Messi melakukan selebrasi itu dengan mengenakan seragam klub masa kanak-kanaknya setelah menjebol gawang Osasuna.
Usai mengoyak gawang sang lawan dalam kemenangan 4-0 timnya, Messi melepas kostum Los Blaugrana dia untuk kemudian memperlihatkan seragam Newell's Old Boys dengan nomor ikonik 10 di punggung.
Messi, seperti diketahui, memulai karier mudanya di Newell's dan Maradona juga pernah bermain di sana ketika pengujung karier profesionalnya sebagai pesepakbola.
Messi diganjar kartu kuning atas aksi tributnya itu karena melepas seragam yang dikenakannya itu. Dalam regulasi Federasi Sepakbola Spanyol, seorang pemain tidak boleh membuka seragamnya untuk menunjukkan bentuk pesan
Jika peraturan ini dilanggar, maka klub akan didenda sebesar €3000.
Messi merupakan pemain terbesar Argentina sejak era Maradona berakhir. La Pulga juga pernah bermain di bawah komando sang legenda besar pada Piala Dunia 2010.
Selain di lapangan, Messi juga memberikan tribut untuk sang mendiang melalui Instagram.
"Hari yang sangat menyedihkan bagi seluruh publik Argentina dan sepakbola," tulisnya.
"Dia meninggalkan kami tapi dia tidak pergi, karena Diego abadi. Saya mengambil semua momen indah saat bersamanya dan ingin mengambil kesempatan ini untuk mengirim belasungkawa kepada seluruh keluarganya dan teman-temannya. RIP," Messi memberi pesan emosional.
Tak hanya di panggung internasional bersama Argentina, Maradona juga pernah mencapai supremasi saat berkarier di sepakbola Eropa. Dia memulai perjalanan kariernya di Benua Biru pada 1982 sebelum merapat ke Napoli, klub yang kemudian diantarkannya meraih Scudetto.
Maradona wafat di usia 60 tahun akibat serangan jantung
Subscribe to:
Posts (Atom)






