Sunday, November 7, 2021
Antonio Conte Debut Di Liga Primer, Tottenham Hotspur Hanya Raih Satu Poin Di Markas Everton
berita bola - The Lilywhites tak mampu berbuat banyak saat bertandang ke Goodison Park, dan laga pun berakhir dengan skor kacamata.
Tottenham Hotspur dan Everton harus puas berbagi satu poin, setelah keduanya bermain imbang 0-0 pada lanjutan Liga Primer, Minggu (7/11) malam WIB.
Hasil ini membuat pasukan Antonio Conte duduk di peringkat kesembilan dengan torehan 16 poin, sementara The Toffees berada di urutan ke-11 dengan 15 angka.
Tak banyak peluang yang dapat kedua tim ciptakan, bahkan di 45 menit pertama, hanya ada satu tembakan mengarah ke gawang.
Tepatnya pada menit keenam, di mana bek tuan rumah Ben Geodfrey yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun penjaga gawang Spurs Hugo Lloris mampu mengamankan bola.
The Lilywhites baru punya peluang apik pada menit ke-22, lewat tandukan Emerson Royal meneruskan umpan dari Sergio Reguilon, namun sayang bola masih melambung di atas mistar.
Skor 0-0 menutup paruh pertama.
Di babak kedua, tak terlalu berbeda, setelah hanya ada satu tembakan lagi yang menemui sasaran.
Bahkan dari delapan tendangan yang dilakukan para pemain Spurs, semuanya tak ada yang mengarah ke gawang.
Di menit ke-64, Everton hampir mendapatkan hadiah penalti, setelah Richarlison dijatuhkan Lloris di kotak penalti.
Namun usai melihat VAR, wasit tak jadi memberikan penalti kepada tuan rumah karena menganggap itu bukan pelanggaran.
Di penghujung laga, bek Everton Mason Holgate - yang masuk di babak kedua - harus diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras kepada Pierre-Emerick Aubameyang.
Meski unggul jumlah pemain, Spurs tak mampu mencetak gol di sisa waktu yang ada.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0.
Saturday, November 6, 2021
Antonio Conte: Saya Kalah Dari Rafa Benitez
berita bola - Yang menarik, Conte telat hingga setengah jam saat menghadiri sesi jumpa pers perdananya sebagai manajer Spurs.
Manajer baru Tottenham Hotspur, Antonio Conte, mengingat kembali kekalahan terakhirnya di Liga Primer Inggris sebelum akhirnya dipecat Chelsea.
Conte menangani Chelsea pada periode 2016–2018. Pada pekan terakhir musim 2017/18, The Blues dikalahkan Newcastle United arahan Rafa Benitez dengan skor 3-0 St James’ Park.
Chelsea finis di urutan kelima meski meraih Piala FA pada musim tersebut. Conte dipecat dan digantikan oleh pelatih asal Itali lainnya, yakni Maurizio Sarri.
Conte kini bersama Spurs. Pada laga perdananya di liga, ia akan menghadapi Everton-nya Benitez di Goodison Park, Minggu (7/11).
“Sebelumnya saya ingin meminta maaf atas keterlambatan saya. Kami mengadakan sejumlah sesi latihan dan untuk alasan ini agak sulit bagi saya tiba di waktu yang tepat. Maaf,” ucap Conte.
“Ya, saya ingat bahwa saya kalah dalam pertandingan terakhir di Liga Primer melawan Benitez. Yang pasti, kami tahu akan menjalani laga yang sulit.”
“Everton adalah tim yang sangat bagus, tidak mudah bermain di Goodison Park.”
“Pada saat yang sama, kami ingin menunjukkan performa, mencoba meningkatkan hasil, terutama untuk memperbaiki posisi kami di klasemen. Ini tidak akan mudah,” pungkasnya.
Spurs punya rekor berimbang kontra Everton. Dalam lima pertemuan terakhir di liga, masing-masing meraih satu kemenangan dan sisanya tiga hasil imbang.
Di papan klasemen sementara, Spurs menempati ranking kesembilan dengan koleksi 15 poin. Sementara Everton di urutan kesepuluh dengan 14 angka.
Friday, November 5, 2021
RESMI: Xavi Bakal Latih Barcelona
berita bola - Barcelona kembali mengandalkan mantan pemain untuk menjadi ahli siasat mereka
Xavi resmi kembali ke Barcelona sebagai pelatih tetap setelah dipecatnya Ronald Koeman.
Barca mencopot pelatih asal Belanda itu setelah dikalahkan Rayo Vallecano 1-0 di ajang LaLiga, 27 Oktober kemarin.
Barca kini kembali mengandalkan legenda mereka untuk menstabilkan performa tim, dengan Xavi pulang ke Camp Nou untuk mengambil alih tampuk kepelatihan dari bos sementara Sergi Barjuan.
Al Sadd membuat pernyataan lewat laman klubnya: "Administrasi klub telah menyetujui transfer Xavi ke Barcelona setelah pembayaran nilai klausul penalti yang ditetapkan dalam kontraknya."
"Xavi adalah bagian penting sejarah kami dan kami mendoakan kesuksesan baginya di masa depan."
Xavi adalah salah satu pemain paling berprestasi sepanjang sejarah Barca. Ia memenangkan 25 trofi di Catalunya antara 1997 hingga 2015, termasuk delapan gelar La Liga dan empat Liga Champions Eropa.
Ia mengemas 767 penampilan di Barca, sebuah catatan yang hanya kalah dari Lionel Messi, serta berkontribusi dengan 85 gol dan 185 assist.
Xavi meninggalkan Barca untuk ke Al Sadd pada 2015 dan gantung sepatu empat tahun kemudian sebelum menjadi manajer tetap klub asal Qatar itu, dan memenangkan gelar liga di musim keduanya sebagai pelatih.
Xavi lalu menambah lima trofi lagi bersama Al Sadd, dan kini ia memutuskan sudah saatnya untuk kembali ke Camp Nou setelah beberapa kali menolak tawaran Barca karena merasa masih kurang berpengalaman melatih.
Ia tidak malu-malu mengakui ingin kembali saat santer diisukan akan menjadi pelatih baru Barca, dengan berkata: "Saya sangat ingin pulang ke rumah. Semoga terwujud. Saya masih dikontrak dan kedua klub harus bernegosiasi. Mereka sudah mengetahui posisi saya."
Kini harapan Xavi sudah terkabul, dengan para petinggi Barca terbang ke Qatar demi menyelesaikan kesepakatan bersama Al Sadd.
Xavi dipastikan akan menjadi pilihan yang disambut baik oleh pendukung Blaugrana, tetapi ia harus berjuang mati-matian untuk membangkitkan klubnya setelah awal musim 2021/22 yang terseok-seok.
Barca sudah kalah tiga kali di La Liga, termasuk saat jadi pecundang El Clasico di kandang sendiri saat menghadapi Real Madrid, dengan Koeman akhirnya gagal menjaga keseimbangan skuad sepeninggal Messi, Antoine Griezmann, dan pemain kunci lain pada musim panas ini.
Rekrutan anyar Memphis Depay, Eric Garcia, dan Sergio Aguero juga belum menunjukkan performa terbaik mereka, dan Barcelona cuma bertengger di peringkat sembilan La Liga, serta terancam tidak lolos dari putaran grup Liga Champions.
Namun Xavi bakal berharap bisa langsung tancap gas. Barca akan melawat ke Celta Vigo, Sabtu (6/11), sebelum jeda internasional yang bakal memberinya waktu untuk penyesuaian.
Thursday, November 4, 2021
Terungkap, Para Pemain Tottenham Hotspur Yang "Usir" Nuno Espirito Santo
berita bola - Nuno Espirito Santo diklaim sosok yang sangat dingin, cuek dan tak komunikatif dengan para pemain, alasan utama kenapa dia lengser di Spurs.
Terungkap, ketidaknyamanan para pemain Tottenham Hotspur rupanya jadi alasan utama di balik lengsernya manajer Nuno Espirito Santo.
Senin lalu, pihak klub membuat pengumuman pemecatan Nuno dan sehari berselang menunjuk Antonio Conte sebagai suksesor. Diketahui, ternyata para pemain The Lilywhites sendiri yang "mengusir" sang pelatih dari London Utara karena tidak terkesan dengan metode kepelatihannya.
Menurut London Evening Standard, para personel Spurs menyimpan keraguan dengan kualitas yang dimiliki Nuno sebagai manajer dan tak seorang pun dari mereka memberikan penghormatan untuk pria Portugal itu di media sosial selepas kepergiannya.
Nuno diketahui selalu lebih suka bekerja dengan kelompok kecil. Cara seperti itu memunculkan sinisme bahwa para pemain tertentu bisa dengan mudah keluar-masuk tim utama di bawah kendali pria 47 tahun itu.
Kesan pilih kasih ini disebut-sebut jadi faktor penting yang membuat Nuno kehilangan pekerjaannya di Spurs.
Misalnya ketika melawat ke markas Vitesse Arnhem untuk memainkan laga Liga Konferensi Europa, Nuno memilih meninggalkan starting XI utama tim di London Utara, sehingga memecah belah jadi dua kelompok skuad Spurs.
Sebagian besar pemain Spurs tidak suka cara Nuno ini, karena terkesan ada label "second XI" di dalam sistem kepelatihannya, sehingga para pemain kehilangan semangat.
Selain itu, penggawa-penggawa Spurs juga menilai Nuno orang yang cuek, dingin, kurang komunikatif dan tidak hangat saat berjumpa dengan anak-anak asuhnya.
Lebih parahnya, para pemain inti Spurs bahkan tidak mengetahui apa-apa tentang pelatih kepala mereka sendiri.
Nuno dilaporkan jarang mengadakan rapat dengan tim dan tidak pernah melakukan jamuan satu lawan satu di kantornya, sebagaimana yang dilakukan pendahulunya Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.
Di samping itu, ada pula anggapan bahwa Nuno hanya lebih tertarik berbicara dengan pemain-pemain senior ketimbang yang masih berusia kategori anak muda.
Wednesday, November 3, 2021
Barca akan segera menunjuk legendanya sebagai penerus tetap Ronald Koeman
berita bola - Barca akan segera menunjuk legendanya sebagai penerus tetap Ronald Koeman
Goal dapat mengonfirmasi bahwa Barcelona tinggal sejengkal lagi meresmikan Xavi sebagai manajer baru setelah mengirimkan petinggi klub ke Qatar untuk menyelesaikan kesepakatan.
Xavi, yang saat ini masih menjabat pelatih Al Sadd, sempat ditawari menjadi manajer di Camp Nou setelah Ronald Koeman dipecat pada 27 Oktober.
Sergi Barjuan ditunjuk sebagai pelatih sementara di saat Barca berusaha meminang Xavi, dan kesepakatan final akan segera tercapai
Goal memahami bahwa wakil presiden Barca, Rafa Yuste, dan direktur sepakbola, Mateu Alemany, terbang ke Doha setelah timnya menang 1-0 atas Dynamo Kiev di ajang Liga Champions Eropa, Rabu (3/11) dini hari WIB.
Para petinggi Barca itu akan duduk bersama dengan pihak Al Sadd untuk membahas niat mereka meminang Xavi dengan kontrak dua setengah tahun.
Jika negosiasi berjalan mulus, Xavi bisa diresmikan oleh Barca pekan depan, dengan Barjuan akan mengepalai tim untuk terakhir kalinya di laga versus Celta Vigo, Sabtu (6/11).
Apa kata Laporta
Presiden Barca, Joan Laporta, mengisyaratkan bahwa Xavi adalah kandidat utama penerus Koeman saat berbicara di depan pers pekan lalu.
"Pendapat saya soal Xavi sebagai pelatih adalah ia bagus, ia adalah proses yang menarik," ujarnya. "Saya punya referensi yang bagus, saya sering mengobrol dengannya dan mengetahui pendapatnya soal tim kami, tetapi itu adalah pembicaraan rahasia antar teman."
"Kami saling mengapresiasi dan pendapat saya tentang dia sangat bagus. Saya selalu bilang suatu hari nanti ia akan melatih Barca. Saya memercayai orang-orang di sekitar saya. Kita lihat saja bagaimana semuanya berjalan."
Kedudukan Xavi di Barca & rekor kepelatihan
Xavi didapuk sebagai salah satu pemain paling agung yang pernah merumput di Camp Nou, setelah tampil 767 kali dalam 24 tahun bagi Barcelona.
Pria Spanyol itu membantu Barca memenangi banyak La Liga dan Liga Champions, serta trofi-trofi lainnya sebelum hijrah dan pensiun di Al Sadd antara 2015 hingga 2019.
Sejak saat itu melatih klub asal Qatar tersebut, yang telah memenangkan tujuh trofi di bawah kepemimpinannya dan tak terkalahkan di 35 laga liga terakhir.
Tuesday, November 2, 2021
RESMI: Tottenham Tunjuk Eks-Manajer Chelsea, Antonio Conte
berita bola - Tottenham gerak cepat dengan resmi menunjuk pelatih pemenang Liga Primer dan Serie A
Antonio Conte resmi kembali ke Liga Primer Inggris dengan melatih Tottenham Hotspur, dengan pihak Spurs mengonfirmasi pelatih asal italia itu sebagai pengganti Nuno Espirito Santo dengan kontrak berdurasi 18 bulan plus opsi perpanjangan.
Nuno baru ditunjuk sebagai manajer di London utara Juni lalu, tetapi hanya bertahan empat bulan dan sudah dicopot dari jabatannya setelah serangkaian hasil buruk.
Conte, yang telah menemui skuad barunya pada Selasa (2/11) pagi waktu setempat, pulang ke sepakbola Inggris tiga tahun setelah ia mempersembahkan Liga Primer dan Piala FA untuk Chelsea.
Conte mengungkapkan kegembiraannya setelah diresmikan oleh Spurs, Selasa (2/11), dengan berbicara kepada laman resmi klub: "Saya sangat gembira bisa kembali melatih, dan melakukannya bersama klub Liga Primer yang berambisi menjadi protagonis lagi."
"Tottenham Hotspur memiliki fasilitas kelas atas dan salah satu stadion terbaik di dunia. Saya tak sabar mulai bekerja, menyampaikan kepada tim dan fans soal hasrat, mentalitas, dan tekad yang selalu membedakan saya, sebagai pemain maupun pelatih."
"Musim panas lalu kami belum berjodoh karena akhir hubungan saya dengan Inter Milan masih terlalu baru dan masih terlalu terlibat secara emosional dengan akhir musim mereka, jadi saya merasa itu belum waktu yang tepat untuk kembali melatih."
"Tetapi antusiasme dan tekad Daniel Levy sudah menulari saya. Kini, saat kesempatan itu kembali hadir, saya memutuskan untuk mengambilnya dengan keyakinan besar."
Direktur Tottenham, Fabio Paratici, yang pernah bekerja bersama Conte di Juventus menambahkan: "Kami senang menyambut Antonio ke sini. Catatannya sudah berbicara banyak, dengan pengalaman yang kaya dan trofi baik di Italia maupun di Inggris."
"Saya yang paling tahu kualitas apa yang bisa Antonio tawarkan setelah bekerja bersamanya di Juventus, dan saya tak sabar melihatnya bekerja bersama pemain-pemain kami yang berbakat."
Mengapa Tottenham berganti manajer?
Nuno cuma menangani 17 laga Tottenham sebelum dipecat. Ia cuma menang delapan kali, dan kalah tujuh kali.
Ia mengoleksi lima kemenangan di Liga Primer, tetapi kalah dengan jumlah yang sama dalam 10 partai dan akhirnya dicopot dari jabatannya setelah Harry Kane cs cuma bertengger di peringkat sembilan.
Catatan Conte
Tak perlu heran mengapa Tottenham sangat menginginkan Conte. Manajer 52 tahun itu memang memiliki segudang prestasi.
Ia adalah salah satu opsi saat Spurs memburu pengganti Jose Mourinho musim panas ini. Saat itu kesepakatan tak terjadi, tetapi Spurs akhirnya meluluhkannya dan berharap bisa bangkit.
Sejak kembali ke Juventus sebagai pelatih pada 2011, Conte menjelma menjadi salah satu pelatih terbaik di dunia. Ia mempersembahkan tiga Serie A beruntun di Turin, memenangkan 102 dari 151 laga, sebelum akhirnya mencari tantangan baru.
Ia lalu diangkat sebagai pelatih Italia, dan dalam 25 laga sebagai bos Azzurri , ia memandu mereka mencapai perempat-final Euro 2016.
Penampilan Italia yang impresif membuat Chelsea kepincut dan mengangkatnya pada musim 2016/17. Ia langsung menjuarai Liga Primer di musim debutnya plus Piala FA di musim kedua sebelum dipecat
Setelah satu tanpa berkecimpung di dunia sepakbola, Conte kembali ke negara asalnya sebagai bos Inter Milan pada musim panas 2019.
Ia kembali meraih Scudetto pada 2020/21,12 bulan setelah mencapai final Liga Europa, tetapi Conte dan Inter saling sepakan untuk berpisah karena badai krisis finansial yang menerpa San Siro.
Conte sudah mengemas 530 laga sebagai manajer dan meraih delapan trofi penting, sekaligus memenangkan Manajer Terbaik di Inggris dan italia.
Monday, November 1, 2021
Antonio Conte Sepakat Latih Tottenham Hotspur
berita bola - Dalam laporan yang sama, Conte disebut menyepakati kontrak berdurasi 18 bulan bersama Spurs.
Pelatih asal Italia, Antonio Conte, bakal diresmikan sebagai manajer baru Tottenham Hotspur dalam beberapa jam ke depan.
Seperti dilansir Sky Italia, Conte telah menyetujui kesepakatan personal dengan pihak Spurs dan segera diterbangkan ke London untuk finalisasi kontrak.
Sebelumnya, Spurs memecat Nuno Espirito Santo per Senin (1/10) pagi waktu setempat pasca-kekalahan kandang dari Manchester United 3-0, akhir pekan lalu.
Conte memang jadi target Spurs sebelum penunjukan Nuno awal musim ini. Tapi, negosiasi CEO Daniel Levy dengan mantan bos Inter Milan itu mentok karena urusan bujet transfer.
Kini, Levy diyakini mengalah demi Conte dan siap untuk mengakomodasi ambisi pelatih berusia 52 tahun itu untuk membangun tim yang menunjang.
Adapun Conte bakal jadi manajer permanen keempat Spurs dalam tiga tahun terakhir setelah Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, dan Nuno.
Spurs kini menempati urutan kedelapan klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan koleksi 15 poin. The Lilywhites menelan lima kekalahan dalam tujuh laga terakhir di liga.
Subscribe to:
Posts (Atom)