Tuesday, August 2, 2022

Mathieu Flamini: Dari Arsenal Jadi Pengusaha Tajir & Pejuang Perubahan Iklim


 berita bola - Mantan pemain Arsenal tersebut sudah melakukan sederet pekerjaan yang luar biasa.

Ketika pesepakbola gantung sepatu, mereka dapat mengambil banyak rute. Beberapa masuk ke dunia kepelatihan atau pandit, sementara yang lain memutuskan profesi jauh dari lapangan hijau.

Hanya sedikit yang mengambil peran utama dalam perang melawan perubahan iklim dan produksi sumber daya energi terbarukan.

Mathieu Flamini mungkin memiliki karier yang zäh sebagai pesepakbola yang bermain untuk sejumlah seperti Marseille, Arsenal dan AC Milan. Namun, ia lakukan setelah gantung sepatu terbukti cukup spektakuler.

Flamini datang melalui akademi Marseille. Ia menembus tim utama pada 2003/04 dan langsung bermain dalam final Piala UEFA musim itu.

Baca Juga Permainan Game Slot Online

Melihat kemampuan Flamini yang luar biasa, Arsene Wenger meminta Arsenal untuk mengasih kontrak profesional pertamanya. Sebuah langkah yang membuat marah manajer Marseille saat itu, Jose Anigo.

"Ini pengkhianatan besar. Dia memanfaatkan saya dengan baik. Ini bagus untuk uang karena dia tidak menandatangani kontrak dengan kami. Argumen olahraganya bahwa dia takut bermain lebih sedikit tidak berlaku lagi," kata Anigo. "Pandangan saya tidak akan pernah sama lagi."

Peringatan Anigo bahwa Flamini akan berjuang untuk masuk ke tim utama The Gunners awalnya terbukti tidak akurat. Setelah satu musim beradaptasi, ia sangat penting dalam kampanye Arsenal 2005/06 dengan bermain 49 pertandingan di semua kompetisi dan mampu mencapai final Liga Champions. .

Namun, Flamini tidak pernah benar-benar menguasai peran jangkar di lini tengah Arsenal. Padahal, ia dinilai punya energi, kecerdasan, dan kemampuan yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.

Perubahan posisi Flamini sebagai bek sayap dan bermain lebih melebar di lini tengah membuat perannya lebih terasa. Ia juga sering kali menjadi pemain pengganti, untuk mengambil alih tugas Cesc Fabregas dan Gilberto Silva.

Ada beberapa momen brilian, seperti tendangan jarak jauhnya melawan Newcastle pada Januari 2008 yang terpilih sebagai salah satu dari 50 gol terbaik sepanjang masa Arsenal. Tetapi itu bisa membuat puas penggemar.

Flamini memilih pindah ke AC Milan pada 2008 usai mengabdi selama empat tahun di Arsenal. Bersama Rossoneri ia bermain dalam berbagai posisi yang awalnya sebagai bek kanan sebelum dipindahkan menghuni lini tengah.

Pada musim 2010/11, Flamini membantu AC Milan meraih Scudetto. Sayang, cedera lutut membuatnya absen hampir sepanjang musim berikutnya.

AC Milan memutuskan mendepak Flamini pada 2013. Ia lantas kembali ke Arsenal yang awalnya untuk berlatih sekaligus menjaga kebugaran sebelum menandatangani kontrak secara permanen.

Flamini adalah bagian dari Arsenal yang memenangkan Piala FA berturut-turut pada 2014 dan 2015. Namun, ia tidak diajak bermain dalam kedua final tersebut.

Lalu, Flamini meninggalkan Arsenal untuk terakhir kalinya pada 2016. Ia bergabung dengan Crystal Palace dan Getafe, setelah itu pensiun pada 2019.

Jauh sebelum gantung sepatu tepatnya pada 2008, Flamini mendirikan GF Biochemicals bersama rekannya. Perusahaan tersebut adalah pertama di dunia yang memproduksi asam levulinat secara massal, dan dianggap berpotensi menjadi kunci dalam produksi biofuel lebih ramah lingkungan.

Asam levulinat ini juga bisa digunakan dalam herbisida yang dapat terurai secara hayati, ditambah beberapa barang rumah tangga lainnya, seperti penyegar udara dan parfum, serta dalam plastik dan obat-obatan.

Sebagai seorang wirausahawan sejati, nilai kekayaan Flamini diperkirakan sekitar €20 juta (£16.7m/$21.7m). Sangat fantastis bahkan tidak ada pesepakbola Liga Primer Inggris yang bisa menyamainya.

"Tumbuh di tepi laut, saya bisa melihat sejak dini dampak plastik di air, di pantai," kata Flamini kepada Guardian pada Agustus 2020.

"Ini mengerikan dan membuat Anda menyadari bahwa, jika kita tidak mengubah sesuatu, tempat tinggal kita tidak akan layak huni lagi."

"Saya sangat menyadari segalanya, sangat ingin tahu. Saya selalu berkata pada diri sendiri: 'Jika saya melakukan sesuatu yang lain nanti di luar sepakbola, saya ingin itu tentang keberlanjutan.'"

Kesuksesannya di dunia bisnis membawa Flamini kembali menjadi perbincangan Arsenal pada November 2020. Ia disebut bisa menjadi pemilik baru The Gunners yang dikelola Stan Kroenke.

Hanya saja, Flamini menepis rumor yang beredar tersebut. Ia mangaku belum berpikir untuk membeli klub sepakbola karena fokusnya saat itu di bidang lain.

"Jangan tanya saya bagaimana saya akan terlibat dalam sepakbola, karena itu bukan sesuatu yang saya pikirkan," kata Flamini kepada The Athletic.

"Tapi, tentu saja, itu adalah sesuatu yang telah menjadi bagian dari hidup saya selamanya. Saya akan selalu ingin menjadi bagian dari komunitas ini."

Tak menutup kemungkinan di kemudian hari Flamini kembali ke dunia sepakbola. Entah sebagai pemilik klub atau menempati posisi strategis lainnya.

No comments:

Post a Comment