berita bola - Pandemi corona membuat ekonomi klub terdampak, dan Juve khawatir tidak bisa membayar gaji sang megabintang yang menyentuh angka £500 ribu per pekan.
Krisis ekonomi imbas dari pandemi virus corona membuat Juventus berpotensi menjual Cristiano Ronaldo dengan terpaksa di angka £63 juta kepada klub Liga Primer Inggris.
Harian Italia Il Messagero mengabarkan bahwa Juve mungkin tidak akan sanggup membayar gaji Ronaldo sebesar £500 ribu per pekan sekalipun nanti sepakbola kembali bergulir dengan normal.
Ronaldo sebelum ini telah sepakat untuk memotong gajinya demi membantu keuangan klub di tengah krisis, sebagaima itu juga dilakukan oleh pemain lainnya juga pelatih Maurizio Sarri sehingga bisa menghemat kas klub sekitar £80 juta.
Namun gaji Ronaldo yang masih tergolong besar - sedangkan nilai kontraknya menyentuh angka £27 juta per tahun - akan menjadi tantangan besar bagi Juve untuk menyeimbangkan neraca keuangannya ketika nanti ekonomi perlahan membaik.
Jika Juve tidak sanggup lagi menggaji Ronaldo, kemudian ia akan direlakan untuk dilepas ke klub Inggris, padahal superstar Portugal itu didtangkan di angka £100 juta dari Real Madrid pada musim panas 2018 kemarin.
Di Juve sendiri, Ronaldo masih memiliki kontrak hingga Juni 2022.
Tuesday, March 31, 2020
Monday, March 30, 2020
berita bola -Rencana Real Madrid menjual Di Maria bisa berantakan andai sang bintang tampil di final Piala Dunia.
Angel Di Maria merobek surat dari Real Madrid yang memintanya tidak mengambil risiko cedera dan absen di final Piala Dunia 2014.
Di Maria adalah salah satu tulang punggung Argentina di Brasil namun mengalami cedera otot di babak pertama perempat-final lawan Belgia.
Dia absen di semi-final saat tim Tango menghajar Belanda untuk kemudian jadi penghangat bench di final yang dimenangkan oleh Jerman.
Di Maria mengaku ingin tampil di final melawan pasukan Joachim Low namun Madrid sempat mencoba menghalangi keinginan tersebut.
"Hanya ada tiga orang yang mengetahui kebenarannya yaitu doktor Daniel Martinez, pelatih Alejandro Sabella dan saya," tuturnya pada Telefe.
"Otot saya robek di laga lawna Belgia. Kondisi saya ketika itu 90 persen, kaki saya tidak sepenuhnya siap. Tetapi saya ingin bermain dan tidak peduli jika harus pensiun setelahnya."
"Bermain masih dimungkinkan, bagi saya itu adalah final Piala Dunia, pertandingan final saya."
"Saya tahu Real Madrid ingin menjual saya, kemudian surat itu datang. Daniel menjelaskan itu dari Real Madrid tetapi tidak saya lihat dan saya merobeknya."
"Saya berbicara pada Alejandro dan menjelaskan tidak berada dalam kondisi 100 persen dan saya menangis. Saya tahu dia mencintai saya, dia ingin saya bermain, tetapi dia mencari yang terbaik untuk tim."
"Saya hampir mendapat suntikan. Saya ingin mencoba. Tetapi setelah menggelar pertemua dia memutuskan untuk memainkan Enzo Perez."
Angel Di Maria merobek surat dari Real Madrid yang memintanya tidak mengambil risiko cedera dan absen di final Piala Dunia 2014.
Di Maria adalah salah satu tulang punggung Argentina di Brasil namun mengalami cedera otot di babak pertama perempat-final lawan Belgia.
Dia absen di semi-final saat tim Tango menghajar Belanda untuk kemudian jadi penghangat bench di final yang dimenangkan oleh Jerman.
Di Maria mengaku ingin tampil di final melawan pasukan Joachim Low namun Madrid sempat mencoba menghalangi keinginan tersebut.
"Hanya ada tiga orang yang mengetahui kebenarannya yaitu doktor Daniel Martinez, pelatih Alejandro Sabella dan saya," tuturnya pada Telefe.
"Otot saya robek di laga lawna Belgia. Kondisi saya ketika itu 90 persen, kaki saya tidak sepenuhnya siap. Tetapi saya ingin bermain dan tidak peduli jika harus pensiun setelahnya."
"Bermain masih dimungkinkan, bagi saya itu adalah final Piala Dunia, pertandingan final saya."
"Saya tahu Real Madrid ingin menjual saya, kemudian surat itu datang. Daniel menjelaskan itu dari Real Madrid tetapi tidak saya lihat dan saya merobeknya."
"Saya berbicara pada Alejandro dan menjelaskan tidak berada dalam kondisi 100 persen dan saya menangis. Saya tahu dia mencintai saya, dia ingin saya bermain, tetapi dia mencari yang terbaik untuk tim."
"Saya hampir mendapat suntikan. Saya ingin mencoba. Tetapi setelah menggelar pertemua dia memutuskan untuk memainkan Enzo Perez."
Sunday, March 29, 2020
Xavi kini mengaku siap melatih Barcelona.
berita bola - Legenda Barcelona Xavi Hernandez mengaku siap menangani Azulgrana, tapi ia menyatakan tidak mungkin ada "racun" di ruang ganti.
Xavi menjalani sebagian besar kariernya sebagai pemain bersama Barcelona, dari 1998 hingga 2015, dengan tampil lebih dari 700 pertandingan.
Selama berkostum Barcelona, Xavi menghadirkan delapan gelar La Liga Spanyol dan empat Liga Champions.
Xavi juga pernah meraih kesuksesan bersama tim nasional Spanyol, dengan memenangai Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
Xavi kini menangani klub Qatar Stars League, Al Sadd, tempat dirinya juga mengakhiri karier sebagai pemain profesional.
"Jelas saya ingin kembali ke Barcelona. Saya sangat senang," ujar Xavi dalam sebuah wawancara dengan La Vanguardia.
"Kini, saya melihat diri saya menjadi pelatih sehingga saya berpikir bisa membawa banyak hal kepada para pemain."
"Tapi, saya menjelaskan kepada mereka kalau saya melihat diri saya di dalam sebuah proyek yang dimulai dari nol dan pengambilan keputusan ada di tangan saya."
Setelah kepergian Ernesto Valverde, Barcelona sempat tertarik merekrut Xavi sebagai pelatih, namun ia menganggap waktu itu belum tepat.
"Saya tidak memiliki masalah: saya tidak menyembunyikan, saya tidak mengambilnya kembali," ujar Xavi tentang keputusan itu.
"Saya ingin bekerjasama dengan orang-orang yang saya percayai, dengan siapa yang loyal dan orang-orang yang sangat valid."
"Tidak mungkin ada orang yang beracun di sekitar ruang ganti."
Barcelona saat ini ditangani Quique SetiƩn.
Xavi menjalani sebagian besar kariernya sebagai pemain bersama Barcelona, dari 1998 hingga 2015, dengan tampil lebih dari 700 pertandingan.
Selama berkostum Barcelona, Xavi menghadirkan delapan gelar La Liga Spanyol dan empat Liga Champions.
Xavi juga pernah meraih kesuksesan bersama tim nasional Spanyol, dengan memenangai Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
Xavi kini menangani klub Qatar Stars League, Al Sadd, tempat dirinya juga mengakhiri karier sebagai pemain profesional.
"Jelas saya ingin kembali ke Barcelona. Saya sangat senang," ujar Xavi dalam sebuah wawancara dengan La Vanguardia.
"Kini, saya melihat diri saya menjadi pelatih sehingga saya berpikir bisa membawa banyak hal kepada para pemain."
"Tapi, saya menjelaskan kepada mereka kalau saya melihat diri saya di dalam sebuah proyek yang dimulai dari nol dan pengambilan keputusan ada di tangan saya."
Setelah kepergian Ernesto Valverde, Barcelona sempat tertarik merekrut Xavi sebagai pelatih, namun ia menganggap waktu itu belum tepat.
"Saya tidak memiliki masalah: saya tidak menyembunyikan, saya tidak mengambilnya kembali," ujar Xavi tentang keputusan itu.
"Saya ingin bekerjasama dengan orang-orang yang saya percayai, dengan siapa yang loyal dan orang-orang yang sangat valid."
"Tidak mungkin ada orang yang beracun di sekitar ruang ganti."
Barcelona saat ini ditangani Quique SetiƩn.
Saturday, March 28, 2020
Bayern Munich Siap Pecahkan Rekor Transfer Dunia Untuk Marc-Andre Ter Stegen
berita bola - Bayern Munich kabarnya siap mengajukan tawaran senilai £80 juta untuk ter Stegen.
Bayern Munich dikabarkan siap mengajukan tawaran dengan rekor transfer dunia demi bisa mendatangkan kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen.
Ter Stegen, yang kontraknya di Camp Nou berlaku hingga musim panas 2022, melakukan 11 clean sheet dari 34 penampilan untuk Barcelona pada musim 2019/20 ini.
Bayern diyakini menjadikan ter Stegen sebagai calon pengganti yang ideal untuk Manuel Neuer, yang saat ini sedang dikait-kaitkan dengan Chelsea.
Dilansir Sport, Bayern siap mendatangkan ter Stegen pada bursa transfer musim panas mendatang dengan sebuah rekor transfer dunia untuk posisi penjaga gawang.
Transfer Kepa Arrizabalaga dari Athletic Bilbao ke Chelsea pada 2018 dengan harga £72 juta masih menjadi yang termahal di dunia. Bayern kabarnya siap dengan tawaran minimal £80 juta untuk ter Stegen sehingga memecahkan rekor transfer tersebut.
Ter Stegen kabarnya menolak sebuah kontrak baru dari Barcelona agar dirinya bisa bergabung ke Bayern.
Bayern Munich dikabarkan siap mengajukan tawaran dengan rekor transfer dunia demi bisa mendatangkan kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen.
Ter Stegen, yang kontraknya di Camp Nou berlaku hingga musim panas 2022, melakukan 11 clean sheet dari 34 penampilan untuk Barcelona pada musim 2019/20 ini.
Bayern diyakini menjadikan ter Stegen sebagai calon pengganti yang ideal untuk Manuel Neuer, yang saat ini sedang dikait-kaitkan dengan Chelsea.
Dilansir Sport, Bayern siap mendatangkan ter Stegen pada bursa transfer musim panas mendatang dengan sebuah rekor transfer dunia untuk posisi penjaga gawang.
Transfer Kepa Arrizabalaga dari Athletic Bilbao ke Chelsea pada 2018 dengan harga £72 juta masih menjadi yang termahal di dunia. Bayern kabarnya siap dengan tawaran minimal £80 juta untuk ter Stegen sehingga memecahkan rekor transfer tersebut.
Ter Stegen kabarnya menolak sebuah kontrak baru dari Barcelona agar dirinya bisa bergabung ke Bayern.
Friday, March 27, 2020
Pesan Rivaldo Untuk Barcelona: Lautaro Martinez Bukan Solusi, Pulangkan Neymar!
berita bola - Rivaldo mengimbau Barcelona untuk sebaiknya memulangkan Neymar daripada menggelontor banyak uang demi Lautaro Martinez.
Rivaldo, legenda Barcelona, menyarankan klub kesayangannya ini untuk lebih baik bergerak memulangkan Neymar daripada mengangkut Lautaro Martinez.
Ketimbang menguras bank klub untuk memboyong superstar Inter Milan itu, Barca dianjurkan Rivaldo untuk mengajukan penawaran kepada Paris Saint-Germain demi membawa kembali bintang Brasil tersebut.
Menurut Rivaldo, Barca akan bersikap realistis bila mendatangkan lagi Neymar.
"Lautaro bukanlah solusi sekarang ini, Neymar akan selalu jadi prioritas saya untuk menguatkan Barcelona," tuturnya kepada jurnalis.
"Saya menilai, mereka perlu fokus dengan segala cara untuk membawa kembali dia dan membangun ulang dominasi lini serang yang mereka miliki di masa lampau," tambah sang legenda.
"Barcelona harus melakukan upaya keuangan untuk Neymar sekarang ini, terutama karena PSG tampaknya siap menerima penawaran-penawaran yang realistis. Transfer seperti ini tidak akan berisiko," tandas Rivaldo.
Rivaldo, legenda Barcelona, menyarankan klub kesayangannya ini untuk lebih baik bergerak memulangkan Neymar daripada mengangkut Lautaro Martinez.
Ketimbang menguras bank klub untuk memboyong superstar Inter Milan itu, Barca dianjurkan Rivaldo untuk mengajukan penawaran kepada Paris Saint-Germain demi membawa kembali bintang Brasil tersebut.
Menurut Rivaldo, Barca akan bersikap realistis bila mendatangkan lagi Neymar.
"Lautaro bukanlah solusi sekarang ini, Neymar akan selalu jadi prioritas saya untuk menguatkan Barcelona," tuturnya kepada jurnalis.
"Saya menilai, mereka perlu fokus dengan segala cara untuk membawa kembali dia dan membangun ulang dominasi lini serang yang mereka miliki di masa lampau," tambah sang legenda.
"Barcelona harus melakukan upaya keuangan untuk Neymar sekarang ini, terutama karena PSG tampaknya siap menerima penawaran-penawaran yang realistis. Transfer seperti ini tidak akan berisiko," tandas Rivaldo.
Thursday, March 26, 2020
Mitos Atau Fakta: Apakah Lionel Messi Akan Kesulitan Jika Bermain di Liga Primer Inggris?
berita bola - Opini bahwa bintang Barcelona tersebut tidak akan mampu bertahan dalam dinginnya malam di Stoke sudah menjadi banyak perbincangan.
Sudah lama sejak orang-orang fokus secara penuh pada sosok Andy Gray.
Bagaimanapun juga, ada waktu di mana mantan pemain tim nasional Skotlandia itu menjadi salah satu figur paling berpengaruh di sepakbola Britania.
Dalam perannya sebagai pundit utama Sky Sports, Gray memainkan peran penting dalam mengubah bagaimana sepakbola Inggris dipandang dan dipasarkan. Dia membantu menyalurkan ide bahwa Liga Primer Inggris adalah yang terbaik di dunia.
Pada sebuah diskusi tentang nominasi Ballon d'Or 2010 satu dekade lalu, Gray mengklaim bahwa favorit pemenang penghargaan prestisius tersebut, Lionel Messi, tidak akan semencolok dan sesubur saat itu jika bermain di Inggris.
"Dia akan kesulitan dalam sebuah malam dingin di Britannia Stadium," ujar mantan penyerang Aston Villa tersebut kepada presenter Richard Keys.
Gray kemudian menghilang dari televisi Inggris - dia dan Keys dipecat karena skandal pada Januari 2011 - tetapi opini bahwa Messi tidak akan sanggup di Liga Primer Inggris belum sepenuhnya lenyap.
Baru bulan lalu, di tengah situasi tak menentu dalam kontrak pemain Argentina tersebut, Emmanuel Petit mempertanyakan mengapa Manchester City tertarik mendatangkan pemenang enam Ballon d'Or tersebut.
"Sejujurnya, saya tidak berpikir dia cocok dengan intensitas sepakbola Inggris," ujar mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu kepada Paddy Power. "Dia tidak senang ditempel dan diajak berduel - di Spanyol, dia dilindungi."
Oleh siapa dan dari apa secara pasti, tidak dijelaskan.
Meski itu tidaklah berarti apa-apa, karena Messi tidak hanya menampilkan magis di Spanyol dalam 15 tahun terakhir. Tetapi dia juga mengeluarkan keajaiban di kompetisi Eropa - terutama saat melawan klub-klub EPL.
Jelas, Messi mampu mencetak gol Liga Champions lebih banyak ke gawang tim-tim dari Inggris daripada tim-tim negara lain.
Sejak melakukan debut di turnamen pada usia 17 tahun dalam laga babak grup melawan Shakhtar Donetsk pada Desember 2004, penyerang asal Argentina itu telah menghadapi tim dari EPL sebanyak 34 kali.
Dia terlibat dalam 32 gol di semua laga tersebut, membukukan total 26 gol.
Arsenal menjadi korban favoritnya. Messi absen dalam final Liga Champions 2006 karena cedera saat Blaugrana menaklukkan The Gunners, tetapi ia terus menghukum mereka sejak saat itu.
Hanya dalam enam pertandingan melawan Meriam dari London Utara itu, Messi mencetak sembilan gol, dengan empat di antaranya datang di Camp Nou pada April 2010.
"Messi adalah pemain terbaik dunia dengan jarak lebar," ujar pelatih Arsenal, Arsene Wenger, usai pertandingan. "Dia seperti pemain PlayStation. Dia bisa mengambil keuntungan dari setiap kesalahan yang kami lakukan."
Bagaimanapun juga, performa terbaik Messi mungkin ia simpan untuk melawan Manchester United, yang ia jebol empat kali.
Sosok kelahiran Rosario tersebut menciptakan momen langka dengan mencetak gol pembuka dalam final Liga Champions 2009 melawan Setan Merah - mempertegas bahwa dia bisa melakukan segalanya - dan juga mencetak gol kedua yang krusial dalam kemenangan 3-1 atas lawan yang sama di Wembley dua tahun berikutnya.
Meski demikian, banyak orang memfavoritkan momen Messi melawan United saat La Pulga melakukan dribel yang sepenuhnya mengecoh Phil Jones dalam perempat-final UCL musim lalu. Jones, bagaimanapun juga, bukan orang Inggris pertama yang dipermalukan oleh Messi.
Dia melakukan nutmeg indah pada James Milner saat Blaugrana mengalahkan Manchester City pada babak 16 besar UCL 2015, aksi mengagumkan yang membuat para penonton terpana - termasuk Pep Guardiola yang saat itu menukangi Bayern Munich.
Merekrut Guardiola membuat City melaju dengan gemilang, dan mereka bahkan mengalahkan Barcelona pada fase grup di Etihad Stadium pada 2016, tetapi itu masih menjadi satu-satunya kemenangan atas Blaugrana yang diperkuat Messi, dengan La Pulga mencetak enam gol dari enam laga melawan Citizens.
Dia juga mencetak dua gol dalam dua laga melawan Tottenham, menampilkan performa brilian di Wembley pada babak grup musim lalu.
Tentu saja, Messi juga mencicipi hasil pahit melawan tim Inggris, bahkan itu menjadi dua kekalahan terberatnya sepanjang karier.
Dia telah terlibat enam gol dalam sepuluh laga melawan Chelsea, yang memiliki rivalitas tinggi dengan Barca, dan dia mencetak brace saat menang 3-0 atas The Blues pada Maret 2018 untuk menjadi Centurion Liga Champions.
Bagaimanapun juga, Messi yang gagal mengeksekusi penalti krusial yang berakhir menghantam mistar saat Barcelona secara mengejutkan tersingkir di semi-final oleh The Blues pada 2012 silam.
Jika dia mencetak gol, maka Blaugrana akan unggul 3-1 – dan juga unggul agregat 3-2 – dengan 40 menit tersisa melawan sepuluh orang, setelah John Terry diusir pada babak pertama.
Mantan winger Barcelona Alexis Sanchez kemudian mengungkapkan bahwa kegagalan penalti itu membuat Messi menangis dan pemain asal Argentina itu menunjukkan emosi yang mirip ketika pemain Liverpool, Joel Matip, mendatanginya usai Barcelona dilibas di Anfield tahun lalu.
Barca menang 3-0 di leg pertama, dengan Messi mencetak dua gol di Camp Nou, tetapi mereka kemudian kalah telak empat gol tanpa balas di Anfield dan membuang peluang untuk meraih gelar Liga Champions pertama sejak 2015.
Apa yang dua malam itu tunjukkan adalah, Messi dengan segala pencapaian tak manusiawinya tetaplah seorang manusia biasa.
Bagaimanapun juga, dua pertandingan tersebut juga tidak bisa mendukung klaim bahwa ia akan kesulitan jika berkarier di Inggris.
Lagipula, kita sedang membicarakan pemain nomor lima dalam daftar pencetak gol terbanyak menghadapi 'Big Six' Liga Primer Inggris sejak awal 2011/12 - selevel dengan Harry Kane (26) - meski tidak pernah bermain di kasta tertinggi sepakbola Inggris.
Oleh karena itu, sulit untuk memahami kenapa seseorang bisa berpendapat bahwa intensitas sepakbola Inggris mungkin tidak cocok untuknya.
Atau tim seperti Stoke City yang terinspirasi filosofi Tony Pulis akan membuat Messi lebih kerepotan daripada Atletico Madrid asuhan Diego Simeone – yang menjadi korban favorit nomor dua Messi dengan catatan 31 gol.
Dan itu bahkan mempertimbangkan cuaca dingin dan berangin – yang sebagian orang percaya itu tidak pernah terjadi di Spanyol.
Messi pernah berkata, seperti yang dikutip Sky Sports, "Mereka yang mengatakan itu [bahwa dia tidak akan bisa sukses di Inggris] harus menyadari bahwa saya bermain dalam kondisi sangat buruk di Rosario saat masih berusia 11 tahun, dengan kaca di lapangan, dengan lubang dan segalanya!"
Messi akan terus hidup dengan tuduhan bahwa dia tidak sebagus Diego Maradona karena dia tidak pernah memenangkan Piala Dunia – atau dia tidak akan pernah mencapai segalanya tanpa dukungan brilian dari rekan setimnya di Barcelona selama bertahun-tahun.
Bagaimanapun juga, opini bahwa dia tidak bisa bermain baik di malam dingin di Stoke harus dilenyapkan. Titik.
Sudah lama sejak orang-orang fokus secara penuh pada sosok Andy Gray.
Bagaimanapun juga, ada waktu di mana mantan pemain tim nasional Skotlandia itu menjadi salah satu figur paling berpengaruh di sepakbola Britania.
Dalam perannya sebagai pundit utama Sky Sports, Gray memainkan peran penting dalam mengubah bagaimana sepakbola Inggris dipandang dan dipasarkan. Dia membantu menyalurkan ide bahwa Liga Primer Inggris adalah yang terbaik di dunia.
Pada sebuah diskusi tentang nominasi Ballon d'Or 2010 satu dekade lalu, Gray mengklaim bahwa favorit pemenang penghargaan prestisius tersebut, Lionel Messi, tidak akan semencolok dan sesubur saat itu jika bermain di Inggris.
"Dia akan kesulitan dalam sebuah malam dingin di Britannia Stadium," ujar mantan penyerang Aston Villa tersebut kepada presenter Richard Keys.
Gray kemudian menghilang dari televisi Inggris - dia dan Keys dipecat karena skandal pada Januari 2011 - tetapi opini bahwa Messi tidak akan sanggup di Liga Primer Inggris belum sepenuhnya lenyap.
Baru bulan lalu, di tengah situasi tak menentu dalam kontrak pemain Argentina tersebut, Emmanuel Petit mempertanyakan mengapa Manchester City tertarik mendatangkan pemenang enam Ballon d'Or tersebut.
"Sejujurnya, saya tidak berpikir dia cocok dengan intensitas sepakbola Inggris," ujar mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu kepada Paddy Power. "Dia tidak senang ditempel dan diajak berduel - di Spanyol, dia dilindungi."
Oleh siapa dan dari apa secara pasti, tidak dijelaskan.
Meski itu tidaklah berarti apa-apa, karena Messi tidak hanya menampilkan magis di Spanyol dalam 15 tahun terakhir. Tetapi dia juga mengeluarkan keajaiban di kompetisi Eropa - terutama saat melawan klub-klub EPL.
Jelas, Messi mampu mencetak gol Liga Champions lebih banyak ke gawang tim-tim dari Inggris daripada tim-tim negara lain.
Sejak melakukan debut di turnamen pada usia 17 tahun dalam laga babak grup melawan Shakhtar Donetsk pada Desember 2004, penyerang asal Argentina itu telah menghadapi tim dari EPL sebanyak 34 kali.
Dia terlibat dalam 32 gol di semua laga tersebut, membukukan total 26 gol.
Arsenal menjadi korban favoritnya. Messi absen dalam final Liga Champions 2006 karena cedera saat Blaugrana menaklukkan The Gunners, tetapi ia terus menghukum mereka sejak saat itu.
Hanya dalam enam pertandingan melawan Meriam dari London Utara itu, Messi mencetak sembilan gol, dengan empat di antaranya datang di Camp Nou pada April 2010.
"Messi adalah pemain terbaik dunia dengan jarak lebar," ujar pelatih Arsenal, Arsene Wenger, usai pertandingan. "Dia seperti pemain PlayStation. Dia bisa mengambil keuntungan dari setiap kesalahan yang kami lakukan."
Bagaimanapun juga, performa terbaik Messi mungkin ia simpan untuk melawan Manchester United, yang ia jebol empat kali.
Sosok kelahiran Rosario tersebut menciptakan momen langka dengan mencetak gol pembuka dalam final Liga Champions 2009 melawan Setan Merah - mempertegas bahwa dia bisa melakukan segalanya - dan juga mencetak gol kedua yang krusial dalam kemenangan 3-1 atas lawan yang sama di Wembley dua tahun berikutnya.
Meski demikian, banyak orang memfavoritkan momen Messi melawan United saat La Pulga melakukan dribel yang sepenuhnya mengecoh Phil Jones dalam perempat-final UCL musim lalu. Jones, bagaimanapun juga, bukan orang Inggris pertama yang dipermalukan oleh Messi.
Dia melakukan nutmeg indah pada James Milner saat Blaugrana mengalahkan Manchester City pada babak 16 besar UCL 2015, aksi mengagumkan yang membuat para penonton terpana - termasuk Pep Guardiola yang saat itu menukangi Bayern Munich.
Merekrut Guardiola membuat City melaju dengan gemilang, dan mereka bahkan mengalahkan Barcelona pada fase grup di Etihad Stadium pada 2016, tetapi itu masih menjadi satu-satunya kemenangan atas Blaugrana yang diperkuat Messi, dengan La Pulga mencetak enam gol dari enam laga melawan Citizens.
Dia juga mencetak dua gol dalam dua laga melawan Tottenham, menampilkan performa brilian di Wembley pada babak grup musim lalu.
Tentu saja, Messi juga mencicipi hasil pahit melawan tim Inggris, bahkan itu menjadi dua kekalahan terberatnya sepanjang karier.
Dia telah terlibat enam gol dalam sepuluh laga melawan Chelsea, yang memiliki rivalitas tinggi dengan Barca, dan dia mencetak brace saat menang 3-0 atas The Blues pada Maret 2018 untuk menjadi Centurion Liga Champions.
Bagaimanapun juga, Messi yang gagal mengeksekusi penalti krusial yang berakhir menghantam mistar saat Barcelona secara mengejutkan tersingkir di semi-final oleh The Blues pada 2012 silam.
Jika dia mencetak gol, maka Blaugrana akan unggul 3-1 – dan juga unggul agregat 3-2 – dengan 40 menit tersisa melawan sepuluh orang, setelah John Terry diusir pada babak pertama.
Mantan winger Barcelona Alexis Sanchez kemudian mengungkapkan bahwa kegagalan penalti itu membuat Messi menangis dan pemain asal Argentina itu menunjukkan emosi yang mirip ketika pemain Liverpool, Joel Matip, mendatanginya usai Barcelona dilibas di Anfield tahun lalu.
Barca menang 3-0 di leg pertama, dengan Messi mencetak dua gol di Camp Nou, tetapi mereka kemudian kalah telak empat gol tanpa balas di Anfield dan membuang peluang untuk meraih gelar Liga Champions pertama sejak 2015.
Apa yang dua malam itu tunjukkan adalah, Messi dengan segala pencapaian tak manusiawinya tetaplah seorang manusia biasa.
Bagaimanapun juga, dua pertandingan tersebut juga tidak bisa mendukung klaim bahwa ia akan kesulitan jika berkarier di Inggris.
Lagipula, kita sedang membicarakan pemain nomor lima dalam daftar pencetak gol terbanyak menghadapi 'Big Six' Liga Primer Inggris sejak awal 2011/12 - selevel dengan Harry Kane (26) - meski tidak pernah bermain di kasta tertinggi sepakbola Inggris.
Oleh karena itu, sulit untuk memahami kenapa seseorang bisa berpendapat bahwa intensitas sepakbola Inggris mungkin tidak cocok untuknya.
Atau tim seperti Stoke City yang terinspirasi filosofi Tony Pulis akan membuat Messi lebih kerepotan daripada Atletico Madrid asuhan Diego Simeone – yang menjadi korban favorit nomor dua Messi dengan catatan 31 gol.
Dan itu bahkan mempertimbangkan cuaca dingin dan berangin – yang sebagian orang percaya itu tidak pernah terjadi di Spanyol.
Messi pernah berkata, seperti yang dikutip Sky Sports, "Mereka yang mengatakan itu [bahwa dia tidak akan bisa sukses di Inggris] harus menyadari bahwa saya bermain dalam kondisi sangat buruk di Rosario saat masih berusia 11 tahun, dengan kaca di lapangan, dengan lubang dan segalanya!"
Messi akan terus hidup dengan tuduhan bahwa dia tidak sebagus Diego Maradona karena dia tidak pernah memenangkan Piala Dunia – atau dia tidak akan pernah mencapai segalanya tanpa dukungan brilian dari rekan setimnya di Barcelona selama bertahun-tahun.
Bagaimanapun juga, opini bahwa dia tidak bisa bermain baik di malam dingin di Stoke harus dilenyapkan. Titik.
Wednesday, March 25, 2020
Nani: Cristiano Ronaldo Murid Saya
berita bola - Nani mengklaim dia banyak mengajari Ronaldo saat keduanya masih belia di Sporting Lisbon.
Nani mengklaim alasan Cristiano Ronaldo memiliki kemampuan hebat dalam sepakbola adalah karena superstar asal Portugal tersebut belajar dari dirinya.
Keduanya bermain untuk Sporting Lisbon sebelum hengkang ke Manchester United dan mereka juga kerap berjibaku bersama membela panji tim nasional Portugal.
Setelah beberapa musim di Old Trafford, jalan karier keduanya melebar dengan Ronaldo hengkang ke Real Madrid sebelum mendarat di Juventus, sementara Nani kini melanjutkan petualangan di MLS Amerika Serikat dengan Orlando City.
Ketika ditanya oleh MLS tentang tim five-a-side impiannya, Nani tidak ragu memasukkan nama Ronaldo, meski dengan alasan yang dibumbui humor.
"Cristiano Ronaldo dengan semua skill ini, kaki yang cepat, dia belajar banyak dari saya dalam akademi. Dia tahu itu, dia tahu itu," ujarnya.
Selain Ronaldo, Nani juga memilih dua pemain Man United lain, David De Gea dan Paul Scholes, sementara dua pemain lainnya adalah rekannya di timnas, yaitu Deco dan Bruno Alves.
Nani mengklaim alasan Cristiano Ronaldo memiliki kemampuan hebat dalam sepakbola adalah karena superstar asal Portugal tersebut belajar dari dirinya.
Keduanya bermain untuk Sporting Lisbon sebelum hengkang ke Manchester United dan mereka juga kerap berjibaku bersama membela panji tim nasional Portugal.
Setelah beberapa musim di Old Trafford, jalan karier keduanya melebar dengan Ronaldo hengkang ke Real Madrid sebelum mendarat di Juventus, sementara Nani kini melanjutkan petualangan di MLS Amerika Serikat dengan Orlando City.
Ketika ditanya oleh MLS tentang tim five-a-side impiannya, Nani tidak ragu memasukkan nama Ronaldo, meski dengan alasan yang dibumbui humor.
"Cristiano Ronaldo dengan semua skill ini, kaki yang cepat, dia belajar banyak dari saya dalam akademi. Dia tahu itu, dia tahu itu," ujarnya.
Selain Ronaldo, Nani juga memilih dua pemain Man United lain, David De Gea dan Paul Scholes, sementara dua pemain lainnya adalah rekannya di timnas, yaitu Deco dan Bruno Alves.
Subscribe to:
Posts (Atom)






