Tuesday, October 11, 2022

Insiden Jordan Henderson Pertanda Liverpool Segera Pecat Jurgen Klopp


 berita bola - The Reds babak belur musim ini, dan isu disharmoni mulai menyeruak menjangkiti skuad asuhan Klopp

Eks Liverpool Dietmar Hamann merasa mantan klubnya harus segera menggelar diskusi serius soal masa depan Jurgen Klopp jika ia tak mampu membangkitkan performa mengkhawatirkan anak asuhnya. Hamann juga menyoroti insiden yang melibatkan Jordan Henderson.

Klopp sukses membina Liverpool kembali ke papan atas sepakbola domestik dan Eropa selama tujuh tahun rezimnya di Anfield, tetapi nampaknya kegagalan mencetak sejarah musim lalu mulai menggerogoti The Reds.

Liverpool nyaris menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan quadruple usai mengawinkan Piala Liga dengan Piala FA, tetapi kurang dua poin untuk menjuarai Liga Primer Inggris dan dikalahkan Real Madrid di final Liga Champions.

Tak lama kemudian, mereka berpisah dengan Sadio Mane di musim panas dan penggantinya, Darwin Nunez, butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Dan meski Mohamed Salah baru saja memperpanjang kontraknya, kegemilangan bintang Mesir itu meredup musim ini.

Kekalahan 3-2 di Arsenal, Minggu (9/10), memastikan Liverpool terpaut 14 poin dari puncak klasemen, membuat Klopp mengibarkan bendera putih dalam perburuan gelar EPL.

Baca Juga Permainan Game Slot Online

Nasib mereka bisa semakin ambyar dengan Manchester City sudah menanti di laga akhir pekan, dan Hamann cemas bekas klubnya sedang tak baik-baik saja. Ia menyoroti reaksi Henderson saat ditarik keluar kontra Rangers di Liga Champions sebagai bukti disharmoni di tubuh The Reds.

"Tak lama lagi kita harus membicarakan soal nasib sang manajer," kata Hamann kepada talkSPORT soal Klopp.

"Dia bilang dia masih merasa sebagai sosok yang tepat, tetapi saya melihat hal-hal kecil seperti Jordan Henderson di tengah pekan. Dia ogah-ogahan ditarik keluar dan mencopot ban kaptennya, geleng-geleng kepala."

"Ini sesuatu yang belum pernah kita lihat di Liverpool dalam lima tahun terakhir. Mungkin ini tanda-tanda kecil ada masalah dengan tim ini atau bahkan masalah dengan manajernya."

"Dinamika di Liverpool tidak berbeda dengan di tempat lain dan jika tidak ada hasil positif maka manajer akan tertekan."

Situasi ini berbeda 180 derajat dengan musim lalu, di mana Liverpool nyaris meraih quadruple.

"Mereka berada di puncak performa selama tiga atau empat tahun terakhir. Apa yang mereka capai tahun lalu tak bisa disamai," imbuh Hamann.

"Hanya terpaut tujuh hari dari memenangkan keempat trofi... menurut saya itu akan berpengaruh pada psikologis mereka musim ini."

"Coba lihat Arsenal di babak kedua, mereka seperti Liverpool empat atau lima tahun lalu. Mereka mendebarkan saat menyerang. Tiap kali mereka menyerang, Anda merasa akan ada sesuatu yang terjadi."

"[Sementara] tim Liverpool yang sekarang terlihat kelelahan, medioker, dan datar-datar saja.... Saya percaya mereka bisa menemukan percikan [untuk bangkit], tetapi apakah ini akhir dari sebuah era?"

"Saya tak akan meremehkan mereka, tetapi imajinasi saya tak bisa membayangkan dari mana mereka bisa mendapat percikan itu lagi dalam beberapa pekan ke depan."

No comments:

Post a Comment