Tuesday, October 18, 2022

Ballon D'Or Karim Benzema: Menjadi Yang Terbaik Tanpa Terobsesi


 prediksi bola - Jadi yang terbaik tanpa terobsesi, diakui dunia tanpa kepentingan pribadi. Karim Mustofa Benzema adalah representasi seorang jawara sejati!

Sir Stanley Matthews adalah orang terakhir yang memenangkan Ballon d'Or sebagai pemain tertua dalam sejarah penghargaan ini, 1956 silam.

2022, panggung terbesar untuk para pesepakbola terbaik sejagat raya ini kembali menahbiskan sosok veteran pada diri superstar Real Madrid, Karim Mustofa Benzema.

34 tahun, bugar dan tetap menunjukkan ketajaman di depan jala musuh, Benzema menjadi pemain kelima Prancis dalam sejarah yang sukses menggondol Bola Emas. Memimpin Los Blancos keluar sebagai kampiun La Liga dan Liga Champions musim lalu, semesta benar-benar mendukungnya untuk meraih supremasi karier di tahun ini.

Bukan perjalanan gampang bagi Benzema untuk bisa mendarat di titik ini setelah bertahun-tahun 'hanya' berdiri di belakang bayang-bayang Cristiano Ronaldo ketika megabintang Manchester United itu berada di puncak kariernya bersama Los Blancos.

Seketika Ronaldo angkat kaki dari Santiago Bernabeu, pintu kejayaan pun terbuka lebar bagi pria berdarah Aljazair tersebut untuk saatnya berkesempatan mengangkat trofi prestisius bagi para pesepakbola di planet ini.

Namun, Benzema tetaplah Benzema. Tabiat rendah hati seorang Benzema membuatnya selalu memposisikan kepentingan tim adalah satu hal terdepan. Mau jadi yang terbaik, tapi tidak terobsesi. Mau diakui dunia, namun sebagai pemain terbaik tim, bukan pribadi. Itulah Benzema.

Benzema hanya ingin dunia mengakuinya sebagai pesepakbola terhebat secara alami. Cara dirinya memandang kehidupan kariernya selalu sama: tim adalah prioritas.

Baca Juga Permainan Game Slot Online

Bagi Benzema, menjadi pemain kelas wahid bukan soal mengalahkan si ini dan si itu.

"Karim adalah seorang berkarakter hebat, punya kepribadian besar, dan pemain tim. Dia tidak terobsesi pada dirinya sendiri," kata Jose Mourinho, yang pernah mendidik Benzema selama periode tiga tahun sang juru taktik di Madrid.

"Dia tidak terobsesi dengan Ballon d'Or, dia bukan pemain yang terobsesi mencetak banyak gol dibanding A, B atau C. Dia hanya seorang pemain tim yang berbuat banyak hal dengan cara membuat Ballon d'Or jadi sebuah konsekuensi alami."

"Saya kira, dia adalah sosok yang terobsesi dengan timnya," jelas Mourinho.

Terbukti, sepatah dua patah kata yang dilontarkan Benzema di podium saat menerima penghargaan ini, lebih banyak berisi untaian syukur dan terima kasih teruntuk rekan-rekan setimnya. Tak sedikit pun Benzema mendongakkan kepala bahwa dirinya saat ini adalah yang terhebat seorang diri, terlebih dia menerima Bola Emas itu dari sosok maestro sepakbola Prancis, Zinedine Zidane.

"Ballon d'Or memang penghargaan individu, namun ini tetap kolektif untuk semua pemain yang telah membantu saya dalam memenangkannya," ujar striker yang kerap disebut 'Wak Haji' oleh fans di Indonesia.

"Saya punya panutan dalam hidup saya, yakni Zidane dan Ronaldo [Nazario da Lima, legenda Brasil dan Madrid]."

Musim lalu jadi periode paling sensasional bagi Benzema dalam petualangan kariernya selama 17 tahun pengabdian di sepakbola profesional. Tak sering ada figur yang mampu mengoleksi 44 gol di seluruh kompetisi dalam semusim, dan itu dilakukan Benzema di edisi 2021/22.

Pesona Benzema memancar terang di Liga Champions ketika menjadi juru selamat Madrid untuk mengalahkan lawan-lawan kelas kakap macam PSG, Chelsea dan Manchester City dalam perjuangan mengamankan Si Kuping Lebar.

Di sela-sela itu, dia bergabung ke 'klub eksklusif' dengan menjadi pemain keempat dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak hat-trick secara berentet.

"Ini membuat saya benar-benar bangga, semua yang saya kerjakan, saya tidak pernah menyerah," bilangnya di mimbar Ballon d'Or.

"Saya selalu memimpikan ini [Ballon d'Or] bahwa segalanya mungkin. Ada periode sulit di mana saya tidak berada di timnas Prancis, tapi saya selalu bekerja keras dan tidak pernah angkat bendera putih."

Ballon d'Or mungkin hanya seremoni pengukuhan, namun di atas semua itu, Benzema hanya ingin menikmati sepakbola di sisa kariernya yang mungkin berjalan beberapa tahun lagi dan tak akan berhenti untuk memberi sesuatu paling berharga bagi klub.

No comments:

Post a Comment