Wednesday, May 4, 2022

Roman Abramovich Berubah Pikiran, Chelsea Bisa Hilang Dari Premier League Musim Depan


 berita bola - Taipan asal Rusia itu dilaporkan mengingkari janjinya terkait penjualan kepemilikan atas Chelsea, dan bisa mengancam masa depan The Blues

Penjualan Chelsea menemui rintangan masif setelah beredar kabar bahwa Roman Abramovich berubah pikiran soal janjinya mengabaikan utang £1,6 miliar.

Setelah proses tawar-menawar yang berlangsung nyaris dua bulan, konsorsium yang dikepalai salah satu pemilik klub bisbol LA Dodgers, yakni Todd Boehly, dinyatakan sebagai penawar pilihan untuk membeli Chelsea pekan lalu.

Bank Amerika Serikat, Raine Group, memberi konsorsium Boehly periode eksklusivitas 5-7 hari untuk merampungkan pembelian, tetapi justru timbul rintangan baru di saat-saat terakhir.

Apa janji Abramovich buat Chelsea?

Ketika mengumumkan keputusannya untuk menjual Chelsea, Abramovich berjanji "tak akan menuntut pelunasan pinjaman apa pun", tetapi kini The Times melaporkan bahwa sikap tersebut sudah berubah.

Akhir pekan lalu, Chelsea mengabari pemerintah dan pihak penawar bahwa mereka ingin merestrukturisasi penjualan klub dengan utang £1,6 miliar dilunasi ke perusahaan Camberley International Investments – yang ada kaitannya dengan Abramovich.

Ini menimbulkan masalah besar, mengingat pemerintah hanya memberi lampu hijau penjualan Chelsea dengan syarat Abramovich tidak mendapatkan keuntungan apa pun.

Kementrian juga mengira bahwa hasil penjualan akan diberikan ke pemerintah, yang lalu meneruskannya untuk membantu korban peperangan di Ukraina.

Tapi situasinya tidak akan seperti itu jika £1,6 miliar ditransfer ke Camberley International Investments, dan nampaknya bakal menyalahi syarat-syarat sanksi yang dijatuhkan kepada Abramovich serta menyalahi syarat-syarat izin khusus yang digunakan Chelsea untuk beroperasi saat ini.

Menurut The Times, Abramovich kini mengklaim bahwa gara-gara sanksi yang dijatuhkan padanya – bukan cuma oleh pemerintah Inggris – membuat dia tak bisa mengabaikan utang Chelsea.

Pihak pemerintah bakal berusaha membantah sikap tersebut, tetapi perubahan posisi Abramovich bakal menunda penjualan lebih jauh lagi dan menciptakan beberapa masalah, terutama buat petugas bendahara pemerintah yang harus mengkaji ulang rincian kesepakatan di saat otoritas finansial Camberley International Investments juga bakal ditugasi mengkaji rincian utang Chelsea.

Abramovich dan pihak Chelsea sama-sama belum mengomentari keterkaitan antara Camberley International Investments dengan taipan Rusia itu.
Bagaimana nasib Chelsea?

Jika Abramovich benar-benar mengingkari janjinya untuk mengabaikan utang £1,6 miliar yang ia suntikkan ke Chelsea, The Blues bukan hanya menjadi semakin tidak atraktif buat calon pembeli, tetapi juga akan memperpanjang proses penjualan dan menciptakan tanda tanya besar soal masa depan klub.

The Telegraph bahkan mengutip beberapa narasumber yang mengklaim bahwa Chelsea akan dilarang bermain di Liga Primer Inggris musim depan jika penjualan tidak dirampungkan akhir Mei ini dan penundaan sekecil apa pun bisa membahayakan itu.

No comments:

Post a Comment