Friday, October 1, 2021
Lima Hal Yang Mungkin Tidak Kamu Tahu Tentang Luis Suarez
berita bola - Sejumlah gelar bergengsi pernah didapatkan pesepakbola berusia 34 tahun tersebut.
Luis Suarez, merupakan satu di antara pesepakbola asal Uruguay, yang sukses. Sejumlah gelar bergengsi pernah didapatkan pesepakbola berusia 34 tahun tersebut.
FC Groningen, menjadi klub Eropa pertama yang dibela Suarez. Setelah itu, ia berganti-ganti kesebelasan seperti Ajax Amsterdam, Liverpool, Barcelona, dan kini Atletico Madrid.
Bicara soal gelar di timnas Uruguay, Suarez pernah mengangkat trofi Copa America. Ia membawa negaranya menjadi juara ajang tersebut pada 2011, setelah mengalahkan Paraguay di laga final tiga gol tanpa balas.
Akan tetapi, ada sejumlah hal yang belum diketahui banyak orang tentang Suarez. Berikut Goal coba menjabarkannya:
1. Berasal dari keluarga sepakbola
Suarez adalah anak keempat dari tujuh bersaudara dan beberapa saudara kandungnya juga pernah bermain sepakbola profesional di Uruguay serta di Amerika Latin. Di antaranya Paolo, Maximiliano dan Diego. ‘Hanya saja, ia sejauh ini menjadi yang paling sukses dari semua keluarganya.
2. Mengikuti kekasih masa kecilnya sampai ke Barcelona
Suarez sudah mengenal istrinya Sofia sejak masih remaja. Keluarganya meninggalkan Uruguay ke Barcelona ketika mereka berdua masih muda, sehingga membuat kisah cinta mereka tertunda. Ia kemudian menyerah dan fokus pada kariernya, sambil berharap suatu hari nanti bakatnya bisa membawanya ke Eropa bahkan mungkin membela Barcelona.
Itulah yang terjadi, melalui Groningen, Ajax dan Liverpool. “Bermain dan tinggal di Spanyol, tempat keluarga istri saya tinggal, telah menjadi impian dan ambisi seumur hidup,” kata Suarez, setelah bergabung dengan Barcelona pada 2014. Suarez pindah ke Madrid bersama Atletico pada 2020, tetapi Barcelona tetap menjadi kota yang sangat istimewa bagi keluarganya.
3. Punya hubungan yang panjang dengan Edinson Cavani
Suarez dan Cavani berduet di lini depan Uruguay selama beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, jauh sebelum itu mereka sudah saling. Kedua striker tersebut berasal dari kota Salto, sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 100.000, dan lahir hanya dalam jarak 21 hari pada tahun 1987. Mereka tumbuh hanya dalam jarak enam blok satu sama lain.
4. Pemenang sepatu emas Eropa dua kali
Semua orang tahu Suarez sebagai pencetak gol yang produktif, namun rekor sebenarnya sangat mengesankan sehingga ia memenangkan penghargaan sepatu emas Eropa, dua kali:
Gelar sepatu emas Eropa pertama Suarez, didapatkan pada musim 2013/14 saat membela Liverpool. Kemudian ia kembali meraih gelar tersebut bersama Barcelona di musim 20015/16. Dia juga satu-satunya pemain yang bisa mematahkan dominasi Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang telah memenangkan penghargaan Pichichi untuk pencetak gol terbanyak di LaLiga dalam sedekade terakhir.
5. Cetak sepuluh hat-trick di LaLiga
Suarez adalah satu dari 2 pemain dalam sejarah yang mencapai angka ganda dalam hat-trick di LaLiga. Ia cuma butuh waktu tujuh tahun untuk mencetak hat-trick sepuluuh kali,
Hat-trick pertama Suarez terjadi ketika Barcelona melawan Cordoba CF di 2014/15. Paling baru ia membuat tiga gol dalam kemenangan 5-1 Blaugrana atas Real Madrid pada Oktober 2018.
Thursday, September 30, 2021
Cristiano Ronaldo Balaskan Dendam Manchester United Atas Villarreal Di Menit Berdarah
berita bola - United come back di menit akhir berkat gol dari Alex Telles dan Ronaldo
Manchester United membalasakan luka hati kekalahan final Liga Europa kontra Villarreal dengan menekuk mereka 2-1 di ajang Liga Champions, Kamis (30/9) dini hari WIB.
Arnaut Danjuma lolos kawalan dan menerima umpang Etienne Capoue di sisi kiri, namun tak bisa memanfaatkan peluang apik itu dengan matang karena tembakannya tepat mengarah ke David de Gea pada menit ketujuh.
Tiga menit berselang ia kembali mendapatkan kesempatan saat mengecoh Diogo Dalot dan mendapatkan ruang menembak, namun kali ini kredit perlu diberikan kepada penyelamatan De Gea yang masih sempat menyentuh bola untuk menjaga kebersihan gawangnya.
De Gea seolah kerasukan dirinya tiga tahun yang lalu setelah kembali melakukan penyelamatan heroik pada menit ke-17.
Danjuma kembali membuat Dalot kerepotan di sisi kiri dan melepaskan umpan silang yang bisa ditanduk Paco Alcacer, namun kiper Spanyol yang sepertinya sedang mengalami kebangkitan itu terlalu tangguh untuk ditaklukkan.
Heroisme De Gea tampak membuat grogi lawannya. Capoue memberikan umpan panjang yang bisa diterima Alcacer pada menit ke-31 setelah Raphael Varane gagal mengantisipasinya, namun tendangan striker Spanyol itu tidak tepat sasaran dan Villarreal lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang.
Sesaat sebelum turun minum, De Gea kembali mencuri perhatian dengan menyelamatkan tembakan mendatar Yeremi Pino yang sebelumnya sempat melewati tekel Alex Telles.
Bendungan De Gea baru jebol di menit ke-53 setelah Alcacer membelokkan umpan Danjuma ke arah gawang United untuk membuat Villarreal unggul.
Untungnya United langsung membalas tujuh menit kemudian lewat sepakan voli Telles hasil kerjasama dengan tendangan bebas Bruno Fernandes.
Setan Merah yang mulai putus asa memasukan Edinson Cavani di menit ke-75, dan striker Uruguay itu hampir langsung memberikan dampak setelah bermain empat menit andai sundulannya tepat sasaran.
Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan di menit berdarah! Ia memantulkan umpan silang Fred kepada Jesse Lingard, yang mengembalikannya ke bomber Portugal itu.
Ronaldo lalu menyepak bola dari sudut sempit, dan Rulli tak bisa menghentikan laju bola meski sedikit menyentuhnya.
Hasil ini kontras dengan kekalahan United di matchday perdana UCL, yang dikalahkan Young Boys 2-1 di menit akhir gara-gara blunder Lingard.
Susunan pemain
Manchester United (4-2-3-1): David de Gea; Diogo Dalot, Raphael Varane, Victor Lindelof, Alex Telles; Paul Pogba, Scott McTominay; Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Jadon Sancho; Cristiano Ronaldo.
Villarreal (4-3-3): Geronimo Rulli; Juan Foyth, Raul Albiol, Pau Torres, Alberto Moreno; Daniel Parejo, Etienne Capoue, Manu Trigueros; Yeremi Pino, Paco Alcacer, Arnaut Danjuma Groeneveld.
Wednesday, September 29, 2021
"Malam Yang Sempurna" - Lionel Messi Bahagia Setelah Cetak Gol Debut Untuk Paris Saint-Germain
berita bola - Pemain Argentina itu mencetak gol pertamanya untuk klub barunya dalam kemenangan 2-0 atas Manchester City.
Lionel Messi mengatakan bahwa kemenangan atas Manchester City terbukti menjadi malam yang sempurna baginya, karena dia berhasil mencetak gol pertamanya untuk Paris Saint-Germain di Liga Champions, Rabu (29/9) dini hari WIB.
Bermain di pertandingan keempatnya sejak bergabung dari Barcelona musim panas ini, Messi mencetak gol kedua PSG setelah menerima assist dari Kylian Mbappe, membantu timnya menang 2-0 atas City.
Dengan torehan itu, Messi telah mencetak gol dalam 17 musim Liga Champions berturut-turut, menyamai rekor yang dibuat oleh Karim Benzema, beberapa menit sebelumnya.
Apa yang dikatakan?
"Ini adalah malam yang sempurna, melawan musuh yang hebat," kata Messi kepada Canal+. "Bagi kami, sangat penting untuk memenangkan pertandingan ini setelah Club Brugge [imbang 1-1]."
"Saya sangat senang bisa mencetak gol. Saya tidak banyak bermain belakangan ini. Saya beradaptasi secara perlahan. Yang penting adalah terus menang."
"Hubungan kami akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi di setiap pertandingan. Kami semua harus tumbuh bersama, meningkatkan level permainan kami. Kami harus melanjutkan semuanya."
"Kami memenangkan pertandingan yang sangat penting melawan rival yang sangat sulit, yang berada di final tahun lalu. Kami harus terus maju dan meningkatkan banyak hal untuk kedepannya."
Rekor lain
Selama bertahun-tahun, Messi terus mencatatkan torehan baru di Liga Champions.
Dengan golnya melawan City, dia sekarang mencetak gol dalam 17 musim berturut-turut di Liga Champions, bergabung bersama Benzema dan Cristiano Ronaldo.
Benzema mencetak gol dari titik putih di babak kedeua melawan Sheriff di pertandingan lain, tetapi tim Moldova itu mencetak gol di menit-menit akhir untuk mengejutkan Real Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor akhir 2-1.
Messi juga telah mencetak 27 gol dalam 35 penampilan melawan tim Inggris di Liga Champions, 15 gol lebih banyak dari pemain lain di kompetisi tersebut.
Gol tersebut merupakan yang ke-121 Messi di Liga Champions, saat dia mencoba mendekati rekor sepanjang masa milik Ronaldo, yang selisih 14 angka darinya.
Itu juga merupakan gol yang membuatnya terus menyiksa mantan manajernya Pep Guardiola, dengan Messi kini mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan melawan mantan bos Barcelona tersebut.
Tuesday, September 28, 2021
Penyesalan Datang Belakangan! Cerita Perlakuan Frank Lampard Terhadap Fikayo Tomori Di Chelsea Hingga Hijrah Ke AC Milan
berita bola - Frank Lampard bercerita mengenai penyesalannya telah menyia-nyiakan bakat Fikayo Tomori di Chelsea.
Frank Lampard mengungkapkan penyesalannya atas perlakuannya pada bek Fikayo Tomori ketika keduanya bernaung di Chelsea.
Mulanya, mantan manajer The Blues itu memberikan kesempatan bagi Tomori untuk masuk ke tim utama pada periode 2019/20 lalu.
Sayangnya, dijelaskan Lampard, ketatnya persaingan di antara para pemain untuk baku rebut posisi di lini belakang tim membuat Tomori akhirnya tersisih dan memutuskan untuk angkat kaki dari Stamford Bridge.
Di masa kepemimpinan Lampard, Tomori dipinjamkan ke AC Milan pada Januari 2021 silam sebelum akhirnya dipermanenkan raksasa Serie A Italia tersebut pada Juni lalu.
Jika waktu bisa diulang, Lampard mengaku ingin memaksimalkan potensi Tomori di tim garapannya di Stamford Bridge.
"Sungguh itu adalah cerita yang sulit," kenang legenda Inggris dan Chelsea itu.
"Sebab, kami saat itu memiliki banyak sekali pemain belakang. Saya sebetulnya ingin membantu dia, akan tetapi saya tidak yakin apakah dia akan memahami niatan saya itu," jelas Lampard.
Lampard mengakui, bukan perkara mudah bagi para pemain muda ketika dia jarang mendapatkan kesempatan tampil di starting line-up, dan hal itu sebetulnya telah dipikirkan masak-masak olehnya saat mempertimbangkan karier Tomori di Chelsea.
"Sungguh pelik ketika Anda berada di level top karena bisa berada di sana sangatlah ketat. Namun, selalu ada periode sulit bagi setiap pemain muda," cerita Lampard.
Sejak berbaju Rossoneri, Tomori telah mengoleksi 29 penampilan di berbagai kompetisi, mengemas satu gol, termasuk catatan enam pertandingan dia di Serie A musim ini.
Monday, September 27, 2021
Sedih Lihat Lucas Paqueta Dikartu Kuning Karena Pamer Skill, Neymar: Joga Bonito Sudah Mati
berita bola - Sang superstar PSG tercengang melihat rekan senegaranya dikartu kuning hanya karena melakukan trik sepakbola saat bermain untuk Lyon.
Neymar mengungkapkan kesedihannya melihat sesama pemain Brasil, Lucas Paqueta dikartu kuning hanya karena ingin unjuk skill, karenanya sang bintang Paris Saint-Germain mengatakan "Joga Bonito" sudah mati.
Brasil, sebagai negara pemenang lima trofi Piala Dunia, punya ciri khas permainan indah yang dikenal dengan julukan Joga Bonito, biasanya memamerkan kebolehan teknik para pemain di lapangan.
Neymar, bintang Samba lainnya yang saat ini bermain di Ligue 1, mengikuti jejak Paqueta dan Lyon yang mengalahkan Troyes, membawa PSG menang dramatis 2-1 atas Metz.
Ia kecewa dengan penilaian Frappart terhadap Paqueta dan memposting di media sosial: "Episode ini sangat, sangat menyedihkan, menerima kartu kuning karena menggiring bola."
"Gerakan teknis adalah solusi, di mana pun itu terjadi dan tidak peduli menit berapa pun itu dilakukan."
"Hal yang sama terjadi pada saya musim lalu. Tahun ini, terjadi pada Paqueta. Sejujurnya, saya tidak mengerti alasannya. 'Joga Bonito' yang terkenal itu sudah mati. Nikmati selagi masih ada."
Neymar mendapat kartu kuning dari wasit Jerome Brisard pada Februari lalu setelah mencoba untuk pamer skill serupa dengan Paqueta dalam kemenangan PSG 5-0 atas Montpellier.
Ia beradu argumen dengan sang wasit di terowongan stadion selepas babak pertama berakhir dan menulis di Instagram waktu itu: "Saya cuma bermain sepakbola."
Sunday, September 26, 2021
berita bola - Fans United memperdebatkan kegagalan penalti Bruno, sebagian maklum, sebagian lagi inginkan Ronaldo. Tapi, rasio penalti siapa yang paling unggul?
Kegagalan Bruno Fernandes mengeksekusi penalti di menit-menit akhir laga kontra Aston Villa membuat Manchester United takluk 1-0 di Old Trafford dalam lanjutan Liga Primer Inggris.
Selepas pertandingan, publik sepakbola, terkhusus fans Man United, ramai membahas bukan hanya hasil akhir yang didapat The Red Devils, tetapi juga kegagalan penalti yang dilakukan Bruno.
Sebagian fans memaklumi Bruno, sebagian lagi menyayangkan kegagalan itu, mengingat momen tersebut akan menjadi penyelamat Setan Merah dari potensi kekalahan di kandang sendiri.
Mereka yang menyayangkan jelas akan mengaitkan dengan kompatriot Bruno, Cristiano Ronaldo.
Sang megabintang, seperti diketahui, juga seorang eksekutor andal dan hampir di setiap tim yang dibelanya selama berkarier dia selalu ditunjuk untuk menjadi algojo utama dari situasi tembakan 12 pas.
Tentu saja Bruno juga bukanlah 'anak kemarin sore' dalam urusan sepakan penalti. Gelandang 27 tahun itu juga dikenal sebagai pemain spesialis untuk urusan satu ini selama berkarier.
Pada intinya, Man United saat ini memiliki dua eksekutor penalti ulung di skuad mereka. Namun, timbul pertanyaan, siapa di antara Ronaldo dan Bruno yang memiliki rekor paling baik dalam urusan penalti?
Di laga kontra Villa, banyak fans seketika berasumsi Ronaldo akan mengambil alih tugas penalti dari rekan senegaranya, Burno. Namun hal itu tidak terlaksana ketika Mike Dean memberikan klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu penalti pertama di musim ini.
Setelah gol Kortney Hause di menit ke-88, United memiliki kans emas untuk menghindari kekalahan di pengujung laga, dengan Bruno akhirnya mengambil tanggung jawab tendangan 12 pas.
Nahas, dentuman sang gelandang melayang tinggi di atas mistar. Ronaldo tampak tidak menunjukkan sikap kecewanya, melainkan tetap memberi dukungan pada kompatriotnya tersebut.
Namun dari titik ini, menarik untuk dilihat keputusan apa yang akan dibuat Solskjaer di pertandingan-pertandingan berikutnya ketika mendapatkan penalti, apakah akan tetap mempercayakan pada Bruno atau mengalihkan tugas ke Ronaldo.
Berikut adalah statistik yang membandingkan rekor penalti mana yang lebih baik, Bruno atau Ronaldo, untuk menentukan siapa yang paling layak untuk jadi eksekutor ke depannya.
Cristiano Ronaldo
Jumlah Penalti di level klub: 147
Gol penalti di level klub: 125
Rasio kesuksesan: 85.0%
Jumlah penalti di level interasional: 20
Gol penalti di level internasional: 14
Rasio kesuksesan: 70%
Jumlah penalti keseluruhan: 167
Gol penalti keseluruhan: 139
Total rasio kesuksesan: 81.4%
Bruno Fernandes
Jumlah Penalti di level klub: 43
Gol penalti di level klub: 39
Rasio kesuksesan: 90.7%
Jumlah penalti di level interasional: 3
Gol penalti di level internasional: 3
Rasio kesuksesan: 100%
Jumlah penalti keseluruhan: 46
Gol penalti keseluruhan: 42
Total rasio kesuksesan: 91.3%
Dari statistik di atas, dapat disimpulkan, bagaimanapun kegagalan yang dialami Bruno di laga kontra Villa, dia masih memiliki rasio kesuksesan penalti yang lebih baik dibandingkan Ronaldo.
Jadi, untuk ke depannya, siapa yang paling pantas untuk mengambil sepakan penalti Man United, pertahankan Bruno atau saatnya megabintang Ronaldo beraksi?
Saturday, September 25, 2021
Bawa Manchester City Kalahkan Chelsea, Pep Guardiola Cetak Rekor Baru
berita bola - The Citizens berhasil menang tipis atas The Blues pada lanjutan Liga Primer, dan manajer asal Spanyol itu mengukir catatan menarik.
Manchester City mampu memberikan Chelsea kekalahan pertama mereka pada musim 2021/22 di Liga Primer, setelah tim asuhan Pep Guardiola menang tipis 1-0, Sabtu (25/9) WIB.
Gol yang dicetak oleh Gabriel Jesus pada menit ke-53 cukup untuk membuat timnya membawa pulang tiga poin dari Stamford Bridge.
Striker Brasil tersebut berhasil menjebol jala Edouard Mendy setelah tembakannya dari dalam kotak penalti meneruskan umpan dari Joao Cancelo tak mampu dibendung oleh sang kiper.
Ini menjadi golnya yang ke-52 di Liga Primer sejak bergabung ke Stadion Etihad pada Januari 2017, dengan The Citizens tidak pernah kalah di liga setiap Jesus mencetak gol (menang 41 dan imbang 2).
Selain itu, sang striker juga telah terlibat langsung dalam tujuh gol di tujuh penampilan terakhirnya untuk City di liga Inggris, mencetak tiga gol dan empat assist.
Kemenangan ini menjadi sangat spesial untuk manajer City Guardiola, dengan pria asal Spanyol tersebut telah memenangkan 221 pertandingan di semua kompetisi sebagai bos The Citizens.
Catatan itu merupakan rekor klub saat ini dan Guardiola berhasil mengungguli pendahulunya Les McDowall (220 kemenangan).
Apalagi, ini menjadi hasil positif pertama Guardiola ketika bertemu Chelsea sejak ditukangi Thomas Tuchel, di mana pria asal Jerman itu berhasil membuat The Blues memenangkan tiga pertemuan terakhir, yakni di Piala FA, Liga Primer dan Liga Champions
Sejauh ini, dalam enam pertandingan pertama di Liga Primer 2021/22, City baru kebobolan satu gol. Dan itu menjadi yang paling sedikit dalam sejarah mereka ketika The Citizen mencapai tahap ini.
Performa pemain bertahan City yang sedang prima membantu meringankan pekerjaan Ederson Moraes di bawah mistar, dengan Guardiola memiliki opsi seperti Ruben Dias, Aymeric Laporte, John Stones hingga Nathan Ake.
Tambahan tiga poin membuat pasukan Guardiola menempati posisi kedua, menggeser posisi Chelsea dan Manchester United - yang kalah dari Aston Villa di laga lainnya.
Baik Chelsea atau City, keduanya sama-sama mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan, raihan mereka juga sama dengan pemuncak klasemen Liverpool. Namun pasukan Jurgen Klopp belum memainkan laga keenam mereka di Liga Primer, dengan The Reds akan berhadapan dengan Brentford, Sabtu (25/9) WIB.
Subscribe to:
Posts (Atom)






